Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi katanya (dalam Omar Khayyam the Poet), "tidak mungkin seorang (sarjana) membaca enam baris syair Omar tanpa melihat bahwa tidak ada mistisisine di dalamnya, apalagi dalam Burns." Namun ia tidak menjelaskan: apa jenis mistisisme yang diacunya, bagaimana ia mengidentifikasikannya. FitzGerald sendiri merasa kebingungan terhadap pribadi Omar. Ia kadangkala mengangap Omar sebagai Sufi, namun terkadang bukan. Padahal ia sendiri telah memahami sebagian besar pemikiran Sufi. Heron-Allen, sarjana yang telah menganalisa secara sangat seksama, menunjukkan bahwa bahan-bahan yang oleh banyak orang dianggap hasil racikan FitzGerald, acapkali berasal dari penyair Persia lainnya. Para pengarang Persia ini, yaitu para Sufi: Aththar, Hafizh, Sa'di dan Jami, adalah para penyair yang sejak Chaucer sangat berpengaruh di kalangan penulis Inggris. Mungkin disengaja atau kebetulan, apabila FitzGerald sebenarnya telah memahami berbagai ajaran Sufi dari naskah-naskah asli bahasa Persia. Ajaran-ajaran ini begitu kuat dalam ingatannya sehingga sangat membantu dalam menyunting Rubaiyat dalam bahasa Inggris, meski kemudian dicampuradukkan dengan Omar. Andaikata FitzGerald mengetahui teknik ajaran tertentu yang diterapkan Omar -- dengan mengikuti suatu garis pemikiran sehingga mengesankan kedangkalannya -- maka ia mungkin menguraikan pengaruh ajaran Omar secara lebih efektif. FitzGerald juga telah keliru memahami tekanan yang diberikan Omar tentang kondisi Sufi yang mengalami "Kemabukan", sebagaimana terkandung dalam bait berikut ini: Aku tak bisa hidup tanpa anggur, Tanpa cangkir penuh dengan anggur, aku tak mampu membawa tubuhku Aku hamba sang nnfas yang dikatakan Saki (Pemabuk) "Minumlah secangkir lagi" -- tapi aku tak bisa. Bait ini jelas mengacu pada kondisi pencapaian di bawah bimbingan guru Sufi ketika suatu pengalaman ekstase berkembang menjadi suatu persepsi nyata tentang dimensi rahasia di balik kemabukan metaforis itu. Karya Khayyam versi FitzGerald (bahasa Inggris) tidak pernah diperbaiki lagi karena, agar berbagai gagasan Sufi bisa dikenal generasi secara luas, harus ada kadar harmoni tertentu antara gagasan dan formulasi waktu. Hal ini bukan berarti bahwa setiap orang bisa melihat kandungan mistik dalam karya Omar. Ia telah mengesankan Swinburne, Meredith dan banyak orang yang mencari pola pemikiran nonk-onvensional. Namun yang lain merasa bahwa dalam beberapa hal, kandungan mistik itu adalah suatu ancaman bagi konvensi. Seorang pakar teologi ternama, Dr. Hastie, tidak berusaha memahami kedalaman makna mistikal itu dalam karya Omar. Dalam versi FitzGerald, Dr. Hastie hanya menemukan "sosok jenaka yang bersahaja, refleksi sangat dangkal dan syair-syair gersang serta kontras". FitzGerald sendiri telah mengkaji suatu "segi baru tentang Omar ", tentang 16 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi kegelisahan "yang menyedihkan, penipuan diri, kultus tidak wajar atas dirinya oleh orang-orang fanatik". "Kultus" ini merupakan "suatu kegilaan retoris dan delusi, kegandrungan dan pemujaan semu". Apakah pendeta yang terhormat itu merasa terancam oleh orang yang bagaimanapun hanyalah "sosok bijak yang agak gila, berandalan pengecut, pailit dan pembual buta yang suka menggertak?" Omar bisa jadi kerapkah dipahami di Timur maupun Barat sedemikian rupa. Yang sangat mengkhawatirkan adalah begitu banyak mahasiswa Muslim yang berbahasa Inggris di India terlampau meminati Khayyam dari terjemahan FitzGerald itu. Namun setidaknya seorang teolog Muslim telah mengedarkan suatu peringatan. Dalam The Explanation of Khayyam (Molvi Khanzada, Lahore, 1929), sebuah pamflet yang beredar luas, ia telah berusaha sebisa mungkin membawa masalah itu ke dalam perspektifnya sendiri. Pertama ia membuktikan, dan bukan tanpa alasan, bahwa FitzGerald sebenarnya tidak mengetahui bahasa Persia dengan baik. Kedua, ia menegaskan bahwa Cowell juga tidak tahu bahasa Persia dengan baik (tulisan mereka berdua seperti cakar ayam, seperti tulisan anak kecil). Orang yang ingin mengkaji Khayyam pertama kali seharusnya mempelajari bahasa Persia, bukan bahasa Inggris. Bahkan sebelum mengkaji Khayyam, ia harus mampu memahami dasar-dasar Islam secukupnya sebelum memasuki materi pelik seperti Sufisme. Akhirnya, Khayyam merupakan sebuah istilah generik yang diterapkan para Sufi sebagai suatu metode pengajaran, yang bila dikaji sendiri tanpa mengacu pada kitab-kitab lain dan tanpa bimbingan seorang guru pasti akan menyesatkan. Khayyam adalah sebuah kultus agung di Inggris. Para pemujanya telah membentuk kelompok-kelompok, menaburi bunga mawar Nisyapur di atas pusara FitzGerald, dan menirukan syair-syairnya. Kultus ini sangat banyak, padahal kita tahu bahwa manuskrip tertua ditulis tiga ratus lima puluh tahun setelah kematian sang pengarang -- hampir seperti kita semua tahu tentang St. John of the Cross berdasarkan sebuah dokumen yang ditulis akhir-akhir ini dan harus mendasarkan pemahaman kita dari dokumen itu serta sebagian kecil dokumen lainnya. Dari sudut pandang Sufi, puisi Khayyam mempunyai berbagai manfaat, entah dikaji untuk menjelaskan maknanya semata, entah dibacakan dengan syarat-syarat tertentu untuk meningkatkan taraf-taraf kesadaran, entah "mengungkap rahasianya" untuk digunakan sebagai materi kajian Sufi. Itulah sebagian warisan Sufi, dan sebagaimana telah memainkan peran komprehensif, pemahamannya sendiri merupakan pola pemikiran khas Sufi. Ada laporan bahwa Khan Jan-Fishan Khan, pemimpin Sufi Hindu-Kush dan guru utama yang agung pada abad kesembilan belas, telah menggunakan syair-syair Omar dalam pengajarannya. Seorang muridnya melaporkan: Tiga anggota baru datang menemui Khan. Ia menerima mereka dan memerintahkan mereka untuk mempelajari Khayyam dengan tujuan menjajaki tanggapan mereka. Seminggu kemudian mereka datang melaporkan di hari resepsinya. Orang pertama mengatakan bahwa pengaruh syair-syairnya telah mendorongnya untuk berpikir dan memikirkan apa yang belum dipikirkannya sebelumnya. Orang kedua mengatakan 16 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi bahwa ia pikir Khayyam adalah seorang klenik. Orang ketiga merasa bahwa ada beberapa misteri mendalam pada diri Omar dan ia berharap bisa memahaminya kemudian. Orang pertama langsung diterima sebagai muridnya. Orang kedua dikirim ke guru lain. Orang ketiga dikirim kembali untuk mempelajari Khayyam. Seorang murid bertanya kepada Khan, apakah hal itu adalah cara menilai potensialitas calon Sufi. "Kita telah mengetahui satu hal tentang mereka, yaitu kemampuan intuitif mereka," kata sang Guru, "tapi apakah kalian menganggap beberapa ujian itu adalah suatu latihan. Lebih dari itu, hal itu berfungsi untuk melatih pengamatan secara lebih baik. Itulah Sufisme -- sebaliknya, jika kalian suka, itulah cara belajar, perasaan dan interaksi antara manusia dan pikiran." Suatu hari saya hadir ketika seorang pengikut Omar antusias berkebangsaan Jerman menyampaikan sebuah analisa panjang lebar tentang Omar dan berbagai acuannya kepada seorang Guru Sufi. Diawali dengan anggapan bahwa Omar telah diungkap von Hammer hampir empat puluh tahun sebelum Cowell dan FitzGerald, ia mengakhiri dengan mengemukakan kelegaannya sendiri bahwa Rubaiyat mencakup hampir setiap teori filsafat. Orang bijak itu menyimaknya dengan tenang kemudian menyampaikan cerita berikut ini: Seorang sarjana menemui seorang guru Sufi dan bertanya kepadanya tentang tujuh filosuf Yunani yang lari ke Persia menghindari tirani Justinian, yang telah menutup sekolah-sekolah filsafat mereka. "Mereka termasuk kelompok kami," jawab guru Sufi itu. Yang menggembirakan, sarjana itu pergi untuk menulis sebuah risalah tentang asalusul pemikiran Yunani terhadap para Sufi. Suatu hari ia menemui seorang musafir Sufi yang mengatakan, "Guru Halimi dan Rumi yang agung mengutip Yesus sebagai seorang guru Sufi." "Mungkin maksudnya bahwa pengetahuan Yunani telah menyebar di kalangan Kristen dan Sufi," pikir si sarjana. Ia menulis hal ini di dalam risalahnya. Dalam sebuah perjalanan suci, guru yang berpikiran orisinal itu telah melintasi kota kediaman si sarjana. Ketika bertemu dengannya, ia berkata, "Para penentang itu dan beribu-ribu orang yang tak dikenal adalah kelompok kami."1 Sahabat saya, sang Sufi, telah mengamati secara seksama skolastik Jerman. "Anggur mengandung air, gula, sari buah dan warna. Raciklah semua itu, niscaya engkau tak akan bisa menghasilkan anggur." "Kami sedang duduk di sebuah ruangan. Seseorang mengira, 'Rumah Cina mempunyai banyak kamar. Oleh karena itu, semua ruang ini meniru rumah Cina. Di sini juga ada karpet, ini dipengaruhi Mongol. Seorang pelayan kemudian masuk -- tentu saja ini adalah kebiasaan Romawi; atau kebiasaan Fir'aun? Sekarang, melalui jendela aku melihat seekor burung. Penelitian menunjukkan bahwa burung-burung 17 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi yang bertengger dan dilihat melalui jendela tentu saja sesuai dengan kebiasaan orang Mesir kuno. Alangkah menakjubkan perpaduan dari warisan kebiasaan di rumah ini!' Apa pendapatmu tentang seorang manusia?" Teori Omar yang disebut transmigrasi itu telah diapresiasi oleh Profesor Browne, salah seorang pakar sastra Persia berkebangsaan Inggris dan pengarang buku pegangan, Literary History of Persia. Ia telah mengutip sebuah dongeng dari penyair Sufi ini, dan dianggap membuktikan bahwa ia percaya pada reinkarnasi. Konon penyair ini melewati sebuah padepokan tua di Nisyapur beserta sekelompok muridnya. Sekelompok keledai masuk ke dalamnya dengan membawa batu-bata untuk perbaikan bangunan itu. Namun salah satunya enggan melewati pintu gerbangnya. Omar melihat peristiwa ini lalu tersenyum dan menaiki keledai itu sambil melantunkan sebuah syair secara spontan beikut ini Wahai orang yang telah pergi dari kembali, Namamu telah hilang di antara nama-nama lain. Kuku-kukumu telah berubah menjadi kuku keledai ini: Janggutmu, ekormu, kini sangat berbeda. Keledai pandir itu kini leluasa memasuki halaman padepokan. Dengan kebingungan, muridnya bertanya, "Wahai orang Bijak, apa maksudnya ini?" "Jiwa yang kini ada di dalam keledai itu adalah jiwa dari tubuh seorang guru di padepokan ini. Tentu saja ia enggan masuk ke dalamnya sebagai seekor keledai. Kemudian, dengan menunjukkan bahwa ia diakui sebagai seorang guru, maka ia pasti masuk ke lingkungan ini." Namun Omar bukan sedang (sebagaimana dikira kalangan eksternalis) menunjukkan bahwa beberapa unsur entitas manusia dapat masuk ke dalam tubuh makhluk hidup yang lain, dan juga tidak untuk mengambil suatu kesempatan menandingi skolastisisme gersang di zamannya, ataupun sedang menunjukkan bahwa ia mempengaruhi keledai dengan syair itu. Jika ia tidak menunjukkan apa-apa di hadapan muridnya, tidak melontarkan sebuah gurauan, bukan melakukan suatu perbuatan misterius, tidak berkhotbah tentang suatu bentuk reinkarnasi dan menggubahnya secara esensial, lalu apa yang dilakukannya? Ia sedang melakukan apa yang biasa dilakukan oleh guru Sufi -- memberikan pengaruh kompleks demi kebaikan murid, membiarkan mereka melibatkan diri ketika menyertai seorang guru melalui sebuah pengalaman komprehensif. Ini adalah suatu bentuk komunikasi demonstratif yang hanya dikenal oleh mereka yang telah mengalami pahit getir latihan sebuah madzhab Sufi. Proses itu diuraikan dengan pemahaman dalam suatu upaya menghubungkannya dengan peristiwa tunggal, bahkan peristiwa ganda, untuk tujuan rasional, namun arti tujuan rasional ini dilepaskan. Murid mempelajari melalui metode itu dan tidak mungkin disampaikan dengan metode lain mana pun. Mereproduksinya dengan cara tertentu, kecuali menambah 17 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi sebuah peringatan dengan mencoba menunjukkan karakter khusus. Situasi ini setidaknya akan tampak kabur bagi kebanyakan pengamat serius. Nama Omar yang dipilih untuk dirinya -- Omar Khayyam - mengungkapkan beberapa jenis rahasia bagi Ghaqi -- sang Dermawan (Orang yang sangat suka berbuat baik), sebuah nama yang digunakan untuk orang yang tidak peduli pada hal-hal duniawi biasa. Hilangnya perhatian itu mencegah dirinya untuk mengembangkan persepsi dari dimensi lain. Salah satu pembelaan para penyair terhadap Omar dalam melawan pemikir mekanis -- akademis atau emosional -- mungkin masih digunakan sebagai justifikasi untuk mencela pengkritiknya yang arogan dan para pengulas: Wahai orang yang tidak mengerti, Jalan itu bukan ini dan itu! Catatan kaki: 1 Lihat anotasi "Para Sufi yang Tersembunyi." 17 2 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi BAHASA RAHASIA I: PARA PENAMBANG Bagaimana Dzat (Esensi) yang ia sendiri belum menemukan pengungkap Wujud, dapat menjadi suatu pengungkap Wujud? (Jami) Baik Sufisme dalam bentuk-bentuk penterjemahan sastranya maupun tulisantulisan para penyair Timur sebenarnya tidak dapat dipahami tanpa melalui suatu pengetahuan tentang bahasa rahasia ("lisan yang tersembunyi") yang digunakan untuk menyampaikan berbagai gagasan dan konsep. Penterjemahan literal ungkapan-ungkapan Sufi atau kata-kata sandi telah menyebabkan kerancuan yang begitu parah di Barat, terutama mengenai penyebaran "Pengetahuan Rahasia". Masalah ini bermula dari kaidah-kaidah sastranya pada abad kedua belas, ketika kata-kata kiasan (alegori) dalam alkimia diterjemahkan. Keadaan ini hampir terus berlanjut dari generasi demi generasi hingga akhir-akhir ini, ketika masih berlaku suatu interpretasi sastra atas karya-karya Sufi yang terlanjur dianggap baku yang sebenarnya merupakan kendala-kendala puitis -- sedemikian itu ditulis sebagai penjelasan satu-satunya tentang Sufisme. Memang tidaklah mungkin memberikan suatu penjelasan yang utuh mengenai semua sistem rahasia-rahasia di kalangan Sufi. Namun kita dapat menjelaskan beberapa kasus, contoh-contoh yang menjadikan gagasannya jelas dan juga memberi penjelasan teka-teki yang masih berlangsung di Barat. Pertama, kita harus menyelidiki persoalan yang lebih detail. Penyair termasyhur, Nizhami dalam karyanya Treasury of Mysteries (Perbendaharaan Misteri), adalah salah seorang yang banyak merujuk pada kajian bahasa sandi (kriptografi) Sufi. Kriptografi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang bebas dari prasangka; ia mempunyai kelebihan dalam menghubungkan pemikiran biasa dengan dimensi-dimensi yang lebih agung, "dunia lain" yang biasanya terputus dari kemanusiaan. Formulasi bahasa yang digunakannya beragam sesuai dengan zaman dan budaya, namun esensi dan cara kerjanya tetap sama. Pada masa-masa klasik Sufi, bahasa tersebut dilandaskan pada bahasa Arab, meskipun ada pemakaian contoh-contoh sistem Pra-Islam. Mengenai bahasa tersebut, Nizhami memberikan, dalam satu puisinya, indikasiindikasi berikut ini: Suatu saat akan tiba ketika kematian kita dicap dengan suatu lempengan baru. [Cara ungkap sang Sufi] tidak menggunakan lisan yang biasa mana pun. Di balik 17 3 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi lisan penyair ada "kunci Perbendaharaan". Nabi dan penyair ibarat inti: yang lain adalah lapisannya. Bahasa rahasia, karena bukan hanya merupakan suatu sandi untuk mencegah penyamaan hal-hal duniawi dengan hal-hal yang sebenarnya tidak dapat dipahami, dan karena dianggap dapat dihubungkan dengan suatu realitas yang lebih agung, maka sebenarnya sangat kompleks pengaruhnya. Ini adalah subyek dari studi Sufi dalam lingkaran para guru, dan setelah metode dari prosedurnya dipahami, maka setidaknya satu tabir cara kerjanya terungkap. Apabila kita membaca kutipan puisi Nizhami itu, maka kita melihat betapa makna ganda yang digunakan menyesatkan pembaca biasa. "Kematian kita ... dicap dengan suatu lempengan baru," mungkin digunakan untuk menunjukkan suatu kehidupan yang akan tiba, atau bahkan kemungkinan reinkarnasi. Namun gabungan otomatis ini tidak dimaksudkan demikian. Sesuai dengan pengertian pengetahuan dasar dalam bahasa Persia kuno bahwa peralihan itu adalah sebuah petunjuk, maka kita mengetahui bahwa "kunci Perbendaharaan" itu merupakan judul bukunya sendiri (Perbendaharaan Misteri). Menurut pengertian sekunder, mungkin ia dipahami untuk menunjukkan suatu perbendaharaan pengetahuan, namun penyair bermaksud lebih spesifik. Walaupun bahasa rahasia itu menggunakan ungkapan-ungkapan yang lazim, namun ia dipertimbangkan sebagai suatu hubungan khusus dengan realitas-realitas yang luar biasa. Oleh karena itu, dalam ungkapan sastranya bahasa rahasia merupakan suatu bentuk seni sekaligus jalan masuk pada ranah-ranah yang terjangkau "lisan yang biasa." Apabila kita kembali pada taraf yang lebih awal dalam penulisan sandi, sistem dasarnya adalah skema Abjad, suatu penulisan sandi yang begitu sederhana dan seringkali dirangkai dalam bentuk kata-kata kiasan sebagai sandi-sandi pula. Hal ini juga diterapkan secara luas dalam kesusastraan. Banyak orang, terutama para penyair dan pengarang, membacanya, atau setidaknya menelitinya hampir sebagai suatu kajian. Baik aksara Ibrani maupun Arab sama-sama menggunakan padanan angkanya dalam huruf-huruf Semitik dan sekarang pun diterapkan pada berbagai bahasa lain. Berikut ini huruf-huruf dan padanannya: Huruf Angka Huruf Angka Huruf Angka Alif 1 Ya' 10 Qaf 100 Ba' 2 Kaf 20 Ra' 200 Jim 3 Lain 30 Syin 300 Dal 4 Mim 40 Ta' 400 Ha' 5 Nun 50 Tsa' 500 Wau 6 Sin 60 Kha' 600 Za' 7 Ain 70 Dzal 700 Ha 8 Fa' 80 Dhad 800 Tha' 9 Shad 90 Zha' 900 Ghain 1000 17 4 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Apabila huruf-huruf Arab mempunyai padanan (angka) sampai seribu, maka aksara Ibrani hanya mempunyai padanan sampai dengan empat ratus. Untuk mempermudah hafalan, huruf-huruf tersebut dihafal menurut penataan berikut ini, sebagai serangkaian kata-kata tanpa arti dengan menambahkan beberapa poin diakritis untuk mempermudah pelafalannya: ABJaD HaWaZ HuThY KaLiMaN Sa'FaSh QaRaSyaT TsaKhaDz DhaZhaGh Dalam bahasa Persia, Urdu dan bahasa non-Semitik lainnya, huruf-huruf tersebut mempunyai suara yang sedikit berbeda, namun hal ini tidak mempengaruhi pemakainya dan nilai bilangannya tetap sama. Nama-nama hari, tanggal kelahiran atau kematian, kata-kata yang menunjukkan karakter atau aspirasi seseorang, semuanya kerapkali disusun dari skema tersebut. Dalam beberapa hal, pengulangan kata-kata tanpa makna itu memberikan berkah palsu dari (pemakaian) "kata-kata" Abjad Barbar, sebagai kepercayaan fungsi khusus yang telah melekat, namun hal ini hanya merupakan wilayah prosedur magis dan tidak penting. Berikut ini sebuah contoh pemakaian skema tersebut. Andaikata kita ingin memberi judul sebuah buku, dengan menunjukkan bahwa ia mempunyai suatu bentuk kandungan yang tersembunyi, mungkin semacam langkah pencatatan rahasia, kita dapat memberi judul Sumber Catatan, dalam bahasa Arab Ummul- Qishshah. Mari kita teliti kata-kata yang telah kita pilih itu menurut maknanya: UMM = ibu, kandungan, sumber, dasar, prototipe. AL = (partikel) QIShShAH = catatan, cerita, dongeng. Jadi sekarang kita pahami bahwa Ummul al-Qishshah maknanya sepadan dengan: Induk Catatan-catatan, Sumber Cerita, Prototipe Dongeng-dongeng. Apabila kita dapat menyepakati semua alternatif (makna) itu, sekarang kita menyulih hurufhuruf tersebut dengan padanan angkanya dari daftar standar Abjad itu. Setelah dijumlah maka hasilnya 267. Kini kita harus menemukan sebuah judul yang deskriptif atau puitis untuk buku kita, yang tersusun dari huruf-huruf dan setelah dijumlah harus menghasilkan 267. Kita dapat menyusun kembali (sebuah judul) dengan ungkapan: Alfu laila wa laila, artinya Seribu Satu Malam. Judul sebuah buku, atau nama pengarang, kerapkali menunjukkan suatu indikasi yang sangat penting tentang perhatian yang ditekankan dalam buku dan perhatian yang dapat diungkapkan dari buku tersebut. Mengenai Arabian Nights (Malam-malam Bangsa Arab), pengarang yang menjuduli karyanya itu bermaksud menyampaikan bahwa di dalam bukunya akan ditemukan kisah-kisah utama tertentu. Suatu kajian tentang kisah-kisah itu sendiri dan pengungkapan bahasa sandinya menurut kaidah-kaidah bahasa rahasia, menunjukkan kedalaman atau makna yang tersembunyi dalam penggunaan kisah17 5 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi kisah. Sebagian besar kisah-kisah itu dibahasa-sandikan dalam ajaran-ajaran Sufi dengan pemaparan proses-proses psikologis atau penyandian berbagai bentuk ma'rifat. Betapapun kompleksnya semua ini, namun sebenarnya penyelidikan sangat diperlukan dan tidak sulit bagi siapa pun yang ingin membahas materi kajian ini. Banyak orang yang telah benar-benar dilatih secara metodologi oleh para guru mereka sendiri, sehingga dapat dikatakan sebagai suatu pelatihan sastra dari Sufi - - pokok ajaran sastra sebagai wahana bagi pengalaman-pengalaman yang lebih kompleks daripada pengalaman-pengalaman yang biasa dipahami dalam sastra. Untuk itu kita dapat meneliti kata misterius "Sufi", sebagai subyek pemecahan teka-teki dan subyek pertanyaan sendiri. Dengan mengacu pada skema di atas, kita dapat mengurangi kata misterius tersebut sebagai berikut: S = 90; W = 6; F = 80; Y = 10. Sebelumnya adalah huruf konsonan yang digunakan dalam bentuk ejaannya, jumlahnya 186. Untuk memecahkannya, kita harus mengurai angka-angka itu dalam ratusan, puluhan dan satuan: 100, 80, 6. Sekarang kita dapat mentransformasinya kembali menurut padanan hurufnya: 100 = Q; 80 = F; 6 = U. Kita pun dapat menyusunnya kembali dalam beberapa cara, untuk membentuk tiga akar kata dalam bahasa Arab, yang semuanya menunjukkan beberapa aspek Sufisme. Interpretasi yang utama di sini adalah FUQ yang artinya "Di atas, transendensi". Sebagai konsekuensi, Sufisme dibicarakan sebagai filsafat transenden. . Nama para pengarang dan guru Sufi pun dipilih dengan sangat seksama. Namanama tersebut menunjukkan suatu kualitas, formulasi atau penekanan maksud yang seharusnya ditafsirkan dari karya tulis mereka atau setidaknya karya yang mereka tunjukkan. Untuk itu para Sufi tidak melakukan pendekatan secara eksternal terhadap namanama guru mereka, yaitu hanya sebagai produk lingkungan mereka (Bukhara, Arabia dan lain-lain), juga tidak sebagai indikasi atas profesi mereka (ahli kimia, pelukis, pemintal). Nama-nama mereka pertama harus diuraikan sebagai sandi. Sebagai contoh, Aththar artinya kimiawan atau penjual minyak wangi. Adapun pada tataran puitikal, sebuah nama agak bersifat deskriptif. Singkat kata, setelah diuraikan menurut langkah di atas dalam memahami esensi nama Aththar, jumlahnya adalah 280. Dengan menempatkan bilangan tersebut menurut susunan besarannya (ratusan kemudian puluhan), maka terurai menjadi 200 dan 80. Kemudian kita dapat mengubahnya menurut padanan hurufnya: 200 = R, 80 = F. Kata yang menunjukkan esensi (dzat) ini adalah RF Dalam kamus bahasa Arab, kata ini berarti konsep tentang "kepak (sayap) seekor burung". Karya utama Aththar, The Parliament of the Birds (Mantiquth-Thair, Dewan Para Burung) menunjuk hal ini. Lebih dari itu, ia memilih akar (kata) RF untuk makna-makna alternatif: "berkilat (cahaya), berkilau-kilau; bercahaya (warna); digoyang-goyangkan angin." Kilat mengacu pada intuisi, kebercahayaannya pada proyeksi ajaran dan pemakaian warna di kalangan Sufi. Adapun penggunaan akar kata penggoyangan adalah 17 6 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi laksana tumbuhan yang kena angin, artinya gerakan latihan-latihan darwis. Lebih dari itu, Aththar memilih kias tumbuhan, karena Sufisme adalah suatu pertumbuhan, dapat menyesuaikan diri, organis dan watak yang sederhana, sesuai dengan ragam para pengikutnya. Angin yang dipakai sebagai yang menggoyanggoyangkan tumbuhan adalah angin ketuhanan, kekuatan yang tak terpahami namun dapat diketahui dampaknya (pada tumbuhan) seperti banyak pengaruh lainnya. Syams at-Tabrizi, orang yang menjiwai beberapa puisi Rumi dan konon memang rekannya, adalah sosok yang misterius bagi kalangan eksternalis (zhahiri). Dalam kesusastraan ia dihubungkan dengan julukan Zardoz, bahasa Persia untuk "pembuatan benang emas"; konsekuensinya orang akan menduganya bahwa julukan ini pekerjaannya sehari-hari. Adapun nama lengkapnya Syamsuddin at-Tabrizi. Apabila kita mencermatinya, ternyata merupakan sebuah nama puitis, yang secara cermat dipilih menurut metode Abjad. Nama yang sebenarnya, dengan mengubah dan menyusunnya kembali ke dalam huruf-huruf, adalah khit, "benang, senar", dan berkaitan dengan rajutan benang-benang halus serta unsur-unsur yang tampak menari-nari dalam efek sinar matahari. Karena namanya Syams, diartikan secara literal "matahari", maka permainan kata-kata itu ternyata sesuai maknanya. Nama lainnya, seperti parinda (sang penerbang) juga dapat diuraikan untuk menghasilkan paparan-paparan yang bermakna. Dalam penerapan menjadi kata, Abjad itu bahkan menyediakan makna-makna yang lebih mendalam, yang sudah lazim dalam praktek-praktek Sufisme. Hanyalah orang yang secara pribadi telah melalui rentetan pengalaman esensial yang bisa menjadi seorang guru Sufi. Manakala ia telah melalui pengalaman-pengalaman tersebut, maka ia berubah, sehingga ia bukan hanya manusia biasa menurut pengertian yang wajar (akal sehat). Fungsinya telah berubah sekarang, yaitu sebagai seorang "pengembala". Apa yang diterimanya sehingga ia mempunyai karakter seperti itu? Yaitu sebuah kognisi yang disebut "Keyakinan", yang mencerahkan sang Sufi, "manusia yang telah mencapai", "manusia yang menyeluruh", dan sekarang menguasai. Dalam hal ini ia berbeda dengan manusia biasa yang menjadi sebuah sasaran bagi turun naiknya stabilisasi dirinya sendiri yang memang tidak sempurna. Keyakinan berarti bimbingan yang sempurna, dan kata ini berasal dari Yaqina, yang disusun dari unsur YQN. Setelah huruf-huruf ini diganti dengan bilangan, jumlahnya 160 dan dipisah menjadi 100 dan 60. Maka dapat disalin menjadi QSS. Kamus menunjukkan bahwa kata ini berarti "mengangkat sumsum dari sebuah tulang". Ini juga dapat berarti "pengembala" atau "menjadi seorang pendeta". Oleh karena itu, para Sufi menyadari bahwa hakikat keyakinan dan pernyataannya adalah "memiliki kembali sumsum, melindungi sesama, penggunaan otoritas berwibawa dan anugerah yang dinobatkan kepada diri seorang pendeta dalam agama mekanis." Mungkin perlu dicatat bahwa Sufi tidak dapat memberi manfaat kepada orang lain di luar taraf fungsinya yang diakui orang itu. Sebagai seorang pelindung ia mampu mengurusi kebutuhan-kebutuhan eksternal jamaahnya; sebagai seorang pendeta ia mempunyai kemampuan-kemampuan batiniah untuk menyediakan (sarana) bagi kemajuan esensial mereka. Bagi Sufi, hal ini adalah makna (peran) pendeta -- sehingga ia harus mencapai suatu bentuk keyakinan yang menempatkannya dalam hubungannya dengan dimensi yang lebih agung, bukan secara mekanis mesti dilatih dalam tarekat atau melalui studi. Seorang pendeta adalah hasil dari suatu 17 7 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi perkembangan (batiniah). Jadi tidak sembarang pendeta dalam pengertian agama biasa. Kita dapat menggunakan metode Abjad itu melalui penyusunan (kata-kata) lebih lanjut dari kasus-kasus khusus itu. Di kalangan Sufi, sebagai ganti penyulihan secara angka, persajakan (rima) atau homonim digunakan untuk menyamarkan spontanitas sebagai simbolisme ritual. Beberapa jamaah misterius di Barat adalah cabang perhimpunan Sufi dan dengan mudah dapat ditelusuri melalui suatu pengetahuan tentang organisasi Sufi, kemungkinan historis atau bahasa rahasia. Para Pembangun adalah satu, yang lain adalah Para Penambang. Dalam bahasaArab (kemudian bahasa Persia), kata FaHM, dari akar kata bahasa Semit FHM, berarti "memahami, menangkap dengan jelas". Dari kata ini diturunkan pengertian "memahamkan seseorang" dan seterusnya. Sebuah perhimpunan Sufi yang disebut Fehmia (Para Pemaham) menyandarkan asal-usul filsafatnya pada Abu Yazid al-Bisthami. Ada dua huruf "h" dalam abjad Arab. Sebuah kata yang menggunakan "h" yang kedua juga dilafalkan seperti FaHM, namun artinya Penambang atau penjual arang. Para anggotanya, untuk memperingatinya dalam ritual, benar-benar mengoleskan arang di wajah mereka. Para freemason [keanggotaan atau sebuah kelompok yang meluas dengan tujuan saling memberikan pertolongan dan pengembangan hubungan persahabatan antara anggotanya], dalam beberapa kamus bahasa Arab, disebut pembakar arang atau Penambang. Sebuah kelompok rahasia di Italia, yang pada mulanya tekun mengerjakan kebajikan dan mengakhirinya dengan perbuatan saling melindungi [dalam keburukan] disebut Carbonari, para pembakar arang. Berdasar bukti historis, geografis dan linguistik, tidak diragukan lagi bahwa Carbonari merupakan sebuah perhimpunan Para Pemaham yang telah merosot. Menurut pengetahuan (khas) Sufi, apabila unsur dinamis dari kehidupan guru hilang dari sebuah jamaah, menyebabkan kualitas batiniahnya terperosok. Bagaimanapun, Carbonari adalah sebuah contoh yang sangat penting untuk dipelajari. Mitos dasar Carbonari mengklaim bahwa Raja Francis I dari Perancis (w. 1515) ketika pergi berburu tersesat di Skotlandia, yang berbatasan dengan wilayah kekuasaannya. Kemudian ia ditemukan dan ditolong dengan ramah-tamah oleh para pembakar arang. Kalangan ini tidak seperti orang-orang biasa, namun sebuah kelompok mistik yang telah hidup dari sebuah ajaran hikmah kuno. Raja Francis kemudian bergabung dengan mereka dan menjadi pelindung mereka. Jika kita mencermati bahwa negara yang berbatasan dengan Perancis itu adalah Spanyol, bukan Skotlandia, serta orang Spanyol yang tersufikan tinggal di sana,1 maka kita dapat melihat garis hubungan lain dengan Sufi para pembakar arang itu. Skotlandia tampaknya bukan suatu anggapan yang keliru, namun maksudnya adalah sebuah nama sandi untuk Spanyol. Hal ini dikuatkan dengan fakta bahwa para freemason juga menyatakan tentang pondok awal itu didirikan di "Skotlandia" dan mereka juga membahas tentang "ritus-ritus orang Skotlandia". 17 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Dari sebuah kelompok mistik, Carbonari berubah menjadi kelompok etik, kemudian kelompok politik. Mereka dihubungkan dengan para freemason lainnya.2 Ada lebih banyak kemiripan antara kelompok Sufi dan kelompok Italia itu. Dalam berbagai lukisan tentang pertemuan-pertemuan Carbonari menggambarkan bahwa para anggotanya disusun menurut tingkat-tingkat yang sama dengan pertemuanpertemuan Sufi. Adapun bagian terkecil dari Carbonari disebut Baracca, "pondok". Namun bagi sementara para penambang Sufi, barakah adalah sebuah kata untuk suatu pertemuan, yang pada mulanya sebuah isyarat untuk sebutan pertemuan. Sama sekali tidak penting bahwa karena reputasinya, maka para penambang Sufi itu dapat memberikan suatu barakah (restu) kepada para pengantin perempuan di wilayah negaranya. Bahkan di Inggris saat ini, para pengantin perempuan memanggil (pengantin laki-laki) dari dalam cerobong asap -- dengan wajah hitam legam -- untuk memberikan sebuah ciuman kepada mereka setelah acara pernikahan. Al-Aswad, si Manusia Hitam, merupakan tokoh penting dan sosok misterius baik di Eropa Utara maupun Arab Spanyol dalam berbagai catatan tentang ritus-ritus ilmu sihir (dalam upacara keagamaan non-Katholik) di berbagai wilayah Eropa.3 Begitu banyak catatan telah ditulis mengenai makna-makna Sufi yang tersembunyi, kadangkala berupa frase-frase, sebagian berupa pengertian-pengertian yang tidak bermakna, namun diungkapkan kembali dengan suatu semangat yang telah mengagumkan orang yang tidak terlibat di dalamnya. Berikut ini salah satu pepatah: "Carilah ilmu, bahkan sampai ke Negeri Cina," suatu ungkapan yang kerapkali dinyatakan para Sufi, lebih mempunyai pengertian literal atau bahkan figuratif. Maksud dari ungkapan ini (dapat) dikuak melalui analisa atas pemakaian kata "Cina", diinterpretasi melalui bahasa rahasia. "Cina" adalah kata sandi untuk pemusatan pemikiran, salah satu praktek Sufi, sebuah prasyarat utama bagi pengembangan Sufi. Sementara, ungkapan itu adalah penting karena ia menunjukkan sebuah contoh koinsidensi dari kemungkinan interpretasi baik dalam bahasa Arab ataupun Persia. Namun tidak ada hubungan yang jelas di antara keduanya. Kenyataannya, meskipun dieja dan dilafalkan secara berbeda, kata "Cina" dalam kedua bahasa tersebut secara substansial mengungkapkan konsep yang sama, mempunyai pemaknaan yang khusus bagi Sufi. Metode pengungkapan (kata sandi tersebut) sebagai berikut: CINA. Dalam bahasa Arab SHYN (hurufnya Shad, Ya', Nun). Padanan angkanya: 90, 10, 50. jadi jumlah huruf-huruf ini 150. Dengan menguraikannya menjadi ratusan, puluhan dan satuan: 100 + 50 (tidak ada satuan). Diterjemahkan kembali ke dalam angka-angka: 100 = Q, 50 = N. Q dan N kemudian digabungkan kembali menjadi sebuah kata: QN. Kata QN (dalam bentuk QaNN) dalam bahasa Arab menunjukkan konsep tentang "penelitian dengan cermat, pengamatan", maka dari itu dipakai sebagai sebuah simbol pemusatan, fokus. Kata perintah tersebut sekarang dibaca: "Carilah ilmu, bahkan sampai mencapai pemusatan (pikiran)!" 17 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi CINA. Dalam bahasa Persia CHYN (Che, Ya', Nun). Padanan angkanya: 3, 10, 50. Sebelum menyulih menjadi angka, huruf Persia Che (CH) pertama mesti diganti dengan padanan hurufnya yang lebih dekat dalam skema Abjad, yaitu J. Jumlah keseluruhan: 3 + 10 + 50 = 63. Setelah dipisah dalam puluhan dan satuan menjadi 60 + 3. Angka ini dapat disulih menjadi huruf 60 = SIN; 3 = JIM. Sekarang kita harus menentukan sebuah kombinasi kata dari S dan J. SJ (dilafalkan SaJJ) artinya "memplester atau melapisi, sebagaimana dengan lempung". Kebalikan dari susunan huruf tersebut, kita dapat mengubah menjadi kata JS (suatu pengubahan yang diperbolehkan, salah satu kaidah yang diijinkan) yang dilafalkan JaSS, artinya "menyelidiki sesuatu; meneliti dengan cermat (hal-hal tersembunyi); memastikan (berita)". Kata ini adalah akar kata dari "pengintaian", karena itu Sufi disebut Pengintai Hati. Bagi Sufi, penelitian untuk memastikan hal-hal tersembunyi, dengan membicarakannya secara puitis, adalah sebuah tujuan yang sepadan dengan motif pemusatan pikiran. Dalam berbagai dokumen resminya, dan dalam memaksudkan antara satu dan lainnya, Carbonari selalu menggunakan istilah "sepupu yang baik". Istilah ini merupakan sebuah contoh penterjemahan dari bahasa Arab, dan juga pengalihan dari akar kata Semitik yang menarik, melalui aliterasi [pengulangan konsonan atau kelompok konsonan pada awal suku kata atau awal kata secara berurutan] ke dalam bahasa-bahasa lain -- dalam hal ini Italia. "Sepupu yang baik", dalam bahasa Arab adalah kata yang juga digunakan para Sufi klasik seperti disebut di dalam al- Qur'an, muqaribin, Orang-orang Dekat, "keluarga dekat". Akar kata Semitik QRB yang merupakan kata asal ungkapan tersebut secara cemerlang diabadikan dalam suku kata yang pertama dari istilah Italia Carbonari, suara K-R-B. Ada beberapa kemiripan yang lain dari bentuk-bentuk ini dan pemakaian-pemakaian lain dari masyarakat-masyarakat yang penuh prakarsa, yang sebagian besar masih tetap tersembunyi bagi para pengamat luar, selagi mereka tetap menggunakannya. Catatan kaki: 1 Pengusiran besar-besaran yang terakhir atas kaum Muslimin dari Spanyol terjadi pada tahun 1609, ketika sejuta bangsa Moor [Bangsa Arab Muslim yang telah menaklukkan Spanyol pada abad ketujuh] dideportasi. Pada masa Raja Francis I, kemungkinan besar ada asosiasi pelarian para Sufi di hutan itu, yang dididik para "leluhur"nya. 2 Berbagai makna tersembunyi dalam berbagai ritual dan gagasan-gagasan yang tersebar di Spanyol mungkin tetap "disingkirkan" atau telah memfosil dalam berbagai sistem kontemporer, ketika makna yang lebih orisinal telah hilang. Yang menarik untuk dicatat bahwa sampai kini pun di Spanyol, beberapa makna ini mungkin lebih jelas bagi petani sederhana daripada kalangan non-Arab terpelajar dari Eropa Utara. Profesor E.G. Browne, Orientalis termasyhur, melaporkan bahwa sebuah naskah Arab yang diabaikan masih digunakan untuk (menulis) surat-surat cinta oleh petani-petani Spanyol pada paruh pertama abad ini. (E.G. Browne, Literary History of Persia, Cambridge University Press, 1956, Vol. 1, hlm. 9). 3 Ada yang berkata bahwa, di bawah Louis XVIII dan Charles X, lebih dari dua belas ribu freemason di Paris adalah juga anggota Carbonari 18 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi BAHASA RAHASIA II: PARA PEMBANGUN Lepaskanlah gagasan-gagasan baku dan praduga-praduga. Hadapilah apa yang menjadi nasibmu. (Syekh Abu Said ibnu Abi Khair) "Sufisme," kata Sir Richard Burton adalah, "induk freemasonry Timur."1 Apakah Burton seorang freemason atau bukan, tidak diragukan sama sekali bahwa ia adalah Sufi. freemasonry sangat dihargai oleh orang-orang tertentu di berbagai negara, namun juga dicerca dan dianiaya, dikaitkan dengan politik, direduksi sebagai informalitas relatif dari kesenangan kaum bisnismen yang sungguh-sungguh, dirasuki Rosicrucianisme [aliran atau kelompok (yang dianggap) "sempalan" dalam agama Kristen], diserang sebagai orang Yahudi yang licik oleh kaum Nazi. Tidaklah layak menganggap seorang freemason sebagai suatu representasi umum dari bidang keahlian membuat simbol-simbol atau kepercayaan apa pun -- sebenarnya, lebih pada kemungkinan bahwa seorang anggota yang berada di bawah suatu sumpah rahasia, harus menjaga setiap bagian kegiatan persaudaraan itu dari semua orang yang secara resmi bukan anggotanya. Sumber dari tujuan material untuk menjadi Masonis bagi non-anggota, oleh sebab itu, adalah sebatas pada (pandangan) yang cenderung satu aspek -- kegiatan batin Masonry yang dilakukan para pembelot dan mungkin para penentang keahlian itu. Ketika sebuah kajian dilakukan berdasar semua kepustakaan yang tersedia dengan tujuan mengungkap rahasia keanggotaan freemason, maka beberapa sketsa tertentu muncul, yang barangkali berhak dipertimbangkan untuk memperoleh sejumlah informasi besar yang masuk akal, di atas prinsip tidak ada asap api. Bagaimanapun juga, yang menarik dari Sufisme ternyata bahwa, di luar hal material yang diklaim sebagai atau keseluruhan sebagai syarat menjadi anggota Masonis itu, suatu hubungan yang sangat penting, yang pada suatu ketika terlihat, adalah dengan materi praktek pembaiatan Sufi sehari-hari. Entah freemasonry yang, seperti diklaim Burton, diturunkan dari para Sufi; ataupun substansi ungkapan lain yang kerap dan sangat kaya, yang sama sekali tidak mungkin diperoleh freemasonry, ternyata lebih merupakan hasil pengungkapan kultus Sufi daripada freemasonry. Untuk tujuan kajian ini, kita akan mendekati wilayah penelitian yang menarik ini dari perspektif yang dapat membuka (wawasan) kita. Adapun berbagai keterkaitan akan dilihat antara apa yang diklaim para pengungkap sebagai freemasonry, dan apa yang kita ketahui tentang madzhab-madzhab Sufi. Salah satu metode terbaik penyelidikan transmisi Arab-Sufi ke dunia Barat adalah melalui terminologi. Jika suatu kata tertentu digunakan dengan suatu makna esoteris, hal itu secara umum berguna untuk bahan pengkajian dan mencari suatu paralel antara kedua sistem tersebut. Kata dasar yang kita temukan, yang sebagian besar digunakan dalam ungkapan-ungkapan Masonik, disusun dari tiga huruf Ibrani, A, B, L. Setelah ditransliterasi dalam huruf-huruf Arab, ternyata kata ini 18 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi merupakan kata sandi kalangan Sufi yang disebut Para Pembangun (al-Banna), adapun bahasa Arab bagi Mason juga al-Banna. Namun tidak hanya berhenti di sini, berbagai keterkaitan akan mulai dikaji. Seperti kata troubadors [penyair atau biduan keliling Perancis abad kesebelas hingga ketiga belas] (TRB, akar kata bahasa Arabnya), kata para Pembangun (the Builders) (pertama perlu dicatat bahwa nama ini sangat berpengaruh pada abad kesembilan) sebenarnya dapat merujuk pada kata tiga huruf berikut ini sembari mencari arti dari setiap aspek susunan hurufnya di dalam kamus sebanyak mungkin. Setelah dianalisa menurut pengubahan (suara) akar kata bahasa Arab dalam bentuk asalnya, hasilnya menunjukkan daftar karakteristik kelompok berikut ini: ABL = rahib, pengurus gereja, dan sebagainya; hierophancy (lukisan kuno). ALB = menghimpun orang-orang; pengelompokan. LaBA = berhenti, berhenti sejenak di sebuah tempat. BaLA = memberi sesuatu, bersifat dermawan. BAL = hati, pikiran; perhatian; keadaan; kegagahan; kesejahteraan. Walaupun tanpa informasi lainnya tentang madzhab Sufi ini, sudah tentu kita dapat mengumpulkan beberapa informasi tentang organisasi dan sasaran mereka melalui perincian kata rahasia mereka berikut ini. Kata pertama mengisyaratkan inisiasi (pembaiatan), kata yang kedua mengisyaratkan para (jamaah) Sufi, ketiga mengisyaratkan tahapan-tahapan Tarekat Para Sufi, yang keempat mengisyaratkan pemberian (cinta dan derma) yang merupakan makna ungkapan mereka, adapun yang kelima mengisyaratkan beragam aspek kegiatan dan latihan mereka. Lalu mengapa kata tersebut ditulis dalam bahasa Ibrani dan bukan dalam bahasa Arab? Karena beberapa penulis terakhir telah mempola kembali tulis halus Arab yang asli dalam suatu bentuk yang lebih dapat diterima orang-orang dalam suatu tradisi Yahudi-Kristiani, sehingga kelompok itu merupakan sebuah komunitas yang serupa dengan kelompok Masonry modern di Barat. Bagi Para Pembangun Sufi, tiga huruf ini menyimbolkan tiga bentuk meditasi. Huruf alif kufi adalah simbol posisi sujud. Dzun Nun al-Mishri, salah seorang guru Sufi terbesar, dipercaya sebagai tokoh yang telah memformulasi bentuk ini. Simbol ini sangat berpengaruh di Turki selama abad keenam belas. Sementara para penulis Barat mengatakan, "ternyata ia seperti para Mason." Simbol ini diilustrasikan dengan suatu bentuk persegi, suatu simbol prima Mason. Di samping itu, kata persegi (square) dalam bahasa Arabnya adalah RBA-yang mengandung, secara sangat tepat, alternatif makna: "menunggu, pengendalian". Sementara huruf kedua ba ditulis dalam aksara Arab seperti sebuah perahu dengan sebuah titik di bawahnya. Bentuk ini merupakan suatu sketsa simbol yang agak mengena -- tingkatan -- yang juga digunakan dalam Masonry. Bentuk ini menunjukkan makna simbolik dari "ketundukan dan konsentrasi". Adapun huruf terakhir lam menyerupai seutas tali seperti kurva. Bagi Para Pembangun itu berarti "tali yang mengikat semua benda menjadi satu". 18 2 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Menurut para Sufi, ada 99 Nama atau Sifat Tuhan. Perkembangan pengaruh semua Nama itu menghasilkan individu yang sempurna. Namun yang keseratus adalah suatu rahasia dan hanya dikenal sang Pencari setelah ia diilhami secara utuh kesembilan puluh sembilan Nama itu. Nama Tuhan yang ketiga puluh tiga digunakan Para Pembangun untuk menunjukkan sepertiga keseluruhan sistem latihan yang merupakan tingkatan pertama pencerahan. Dalam sistem bilangan aksara Arab (dimana setiap aksara mempunyai sebuah nomer) tiga puluh tiga menunjuk: 30 = L ; 3 = J. Penyulihan menjadi aksara ini merupakan jalan satusatunya dalam sistem pemilihan bilangan. Apabila huruf L dan J dilafalkan sebagai sebuah kata, maka keduanya membentuk semacam kata sandi atau makna awal dari sepertiga pencerahan Sufi. Adakah kosa kata LJ atau JL dalam bahasa Arab? Tentu saja ada. Bahkan keduanya LJ berarti "berkobar" dan dari sudut pandang Sufi berarti penerangan, hasrat cinta yang membara. JL berarti "termasyhur" [karena keagungan pribadi]. Pedang bernyala, sebuah lambang Masonik, digunakan Para Pembangun untuk melambangkan makna Nama Tuhan yang ketiga puluh tiga ini. Apa nama yang keseratus? Nama ini, sekalipun kelihatannya aneh, agaknya merupakan (bentuk) yang orisinal (dan kini dirusak) dari simbol seperti G yang asing dan terdapat dalam lambang bintang Masonik di inti lambang kebesaran (kelompok ini). Dalam kultus Para Pembangun, hurufArab G ini adalah Q, yang tampak hampir mirip.2 Dan Q disini berarti rahasia, unsur final. Dalam notasi persamaan huruf-angka Arab, Q sama dengan bilangan seratus. Metode pemakaian kata-kata sandi serta pemakaian huruf dan angka untuk menyampaikan materi-materi yang hanya dipahami orang-orang tertentu, merupakan ciri khas para penyair darwis; dan mengingat kata sandi ini mengacu pada begitu banyak fakta-fakta dengan tujuan pengikisan semata, maka pemakaian kata sandi tersebut dalam Masonik dan Sufi adalah identik. Marilah kita kaji materi ini pada tataran yang lebih jauh. Apabila kita menambahkan huruf Q, kekuatan tersembunyi, pada tiga huruf kata ALB dalam bahasa Arab, dengan menghilangkan bunyi A, maka kita melihat suatu panorama yang lebih luas tentang makna-makna tersembunyi: Q-ABL = sebelumnya, yang pertama, yang terdahulu (keutamaan kultus). Q-ALB = hati (simbol kontemplasi dan kontak batin metafisik Sufi).3 L-aQB = julukan, panggilan kehormatan (penghormatan dalam ibadah). Baik secara kebetulan ataupun sengaja, apabila tiga huruf Q, L, B dijumlah semua menurut notasi Arab, maka hasilnya 132. Jumlah ini dapat dibaca 32 + 1 = 33. Namun, menurut Para Pembangun, hasil penjumlahan 132 ini merupakan isyarat tentang ajaran rahasia yang disebarkan, dengan kerahasiaan yang agung itu, oleh orang yang namanya, manakala dikalkulasi menurut metode notasi Arab tersebut, menunjuk bilangan tiga puluh tiga. Mereka (Para Pembangun) mengurai nama orang tersebut menurut cara berikut ini: M = 40, H = 8, M = 40, M = 40, D = 4, jumlahnya 132. 18 3 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Apabila susunan huruf dieja menurut ortografi Arab, maka menjadi kata Muhammad. Kini kita berada pada tataran tempat manakala Para Pembangun menyatakan bahwa pengetahuan Sufi yang dipraktekkannya adalah sebagian ajaran rahasia Muhammad sendiri. Adapun bilangan tiga puluh tiga ini atau huruf Q dituliskan dalam suatu pentagram (lambang segilima) oleh Para Pembangun, dan kadangkala dalam sebuah bintang yang disusun dari dua segitiga. Dalam tradisi kebatinan lainnya, susunan segitiga ini dijelaskan sebagai makna dari prinsip-prinsip laki-laki dan perempuan, sebagai udara, api dan sebagainya. Namun bagi Para Pembangun Sufi, segitiga yang bawah adalah bentuk angka 7 (tujuh) dalam bilangan Arab, sedangkan segitiga yang atas adalah bentuk angka 8 (delapan). Dan bagi mereka, hal ini menunjuk rangkaian (angka) 786 yang sesuai dengan doa Bismillah ar-Rahman ar-Rahim, apabila diturunkan menjadi angka melalui penyulihan langsung. Makna dari frase ini sama seperti yang terdapat dalam suatu bentuk salib Sufi dari Irlandia abad kesembilan - - Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Ka'bah (bangunan berbentuk kubus) di Mekkah dipugar kembali pada tahun 608 M, ketika Muhammad berusia tiga puluh lima tahun, lima tahun sebelum memulai menyampaikan ajarannya. Ka'bah dibangun dengan tiga puluh satu batu dan kayu.4 Kalangan Sufi menambahi: "dengan Bumi dan Langit, jadi tiga puluh tiga." Kendati demikian, kita tidak mungkin beranjak lebih jauh dalam menjelaskan materi-materi baik mengenai para freemason maupun persaudaraan darwis yang terorganisir, yang merupakan kualitas makna awal yang rumit.5 Akan tetapi ada fakta-fakta identik yang dapat diutarakan dan ada beberapa pokok perhatian umum. Menurut sementara sejarawan, freemasonry masuk ke Inggris pada masa Aethelstan (kira-kira tahun 894-939), Raja Saxon yang memperdekat hubungan Inggris dengan negara-negara Eropa lainnya. Ia hidup hampir dalam periode yang sama dengan Sufi Spanyol termasyhur, Ibnu Masarra (883-931), pengikut madzhab pencerahan, yang mempunyai pengaruh sangat kuat dan lestari atas pemikiran Barat. Sementara pada abad yang sama, seorang tokoh Sufi Mesir, pendiri Tarekat al-Banna (Pembangun), Dzun-Nun hidup dan mengajarkan (pengetahuannya). Dzun Nun, tokoh yang dipuja-puja semua Sufi, dihubungkan dengan sang pemilik Nubian ("hitam") yang asli, dengan menunjukkan suatu hubungan antara pemakaian (istilah) "hitam" (fahm) dan "pengetahuan, pemahaman" (fahm) oleh madzhab darwis sang Penambang, yang telah kita asosiasikan dengan Carbonari. "Hitam" juga merupakan kata lain Mesir, yang katanya diturunkan dari warna tanah. Banyak kalangan menganggap bahwa seni Hitam maksudnya sama sekali tidak lebih dari "Seni Mesir" atau "Seni Memahami". Dengan anggapan yang sama, Perawan Hitam pada Abad Pertengahan dapat diterjemahkan sebagai "Perawan yang Bijak". Kerancauan antara Seni Hitam, Seni Hermetik dan Rahasia Mesir telah muncul dan muncul kembali dalam seluruh kepustakaan Abad Pertengahan. Adanya kesalahpahaman ini sepenuhnya disebabkan ketidaktahuan orang-orang asing atas kesamaan antara "hitam" dan "bijak" dalam bahasa Arab. Hubungan antara Seni Hitam, alkimia dan Rosicrucianisme ini telah menimbulkan kekaguman para murid yang sebagian besar beranggapan bahwa orang-orang Eropa Abad Pertengahan sekadar menduga-duga semua istilah itu menurut kepercayaan 18 4 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi umum semata dan hasrat memahami rahasia-rahasia serta mengungkap suatu ajaran terseinbunyi. Hubungan antara para Pertapa (di kuil) dan para Mason bagi kebanyakan pengamat agaknya kelihatan kabur atau semacam asosiasi yang keliru. Seorang pertapa pastilah seorang Mason. Tak ayal lagi ibadahnya berdasar pada sebuah mitos dan ritual terhadap Bangunan Suci di Mekkah itu. Lalu, seperti kadangkala ditanyakan, hubungan apa yang mungkin ada antara bangunan Muslim di Mekkah itu dengan Kuil Sulaiman dan pembangunannya? Tentu saja ada suatu pertalian yang erat. Pertama perlu dicatat, di antara tuduhan terhadap Sufi kuno adalah praduga yang sangat keliru bahwa suatu tindak peniruan ibadah perjalanan suci ke Mekkah itu dapat dilaksanakan di mana pun dan mempunyai suatu keabsahan yang sama dengan perjalanan suci (Haji) yang sebenarnya. Kedua, perlu diingat bahwa guru Sufi Yang Agung, Ma'ruf al-Karkhi (w. 815) dikenal sebagai Putra Dawud dan sebagai "raja", suatu julukan yang lazim di kalangan Sufi. Putra Dawud tidak lain adalah Sulaiman. Sulaiman adalah orang yang memugar kembali bangunan tersebut. Mengapa dijuluki Putra Dawud? Karena Karkhi adalah murid guru termasyhur, Dawud ath- Thai. Adapun Dawud adalah bahasa Arabnya, sementara David adalah bahasa Inggrisnya. Dawud di sini meninggal pada tahun 781. Kurang dari satu abad sebelumnya, kirakira tahun 691, kalangan Saracen [Arab Muslim yang masih hidup di daerah Tanah Suci Palestina pada Abad Pertengahan] memugar Kuil Sulaiman tersebut di situs yang kini dikenal sebagai the Dome of Rock (Kubah Batu). Bangunan ini dan bukan bentuk yang lebih awal, adalah Kuil yang para abdinya adalah para Ksatria Templar [Ksatria penunggang kuda dari golongan gereja dan tentara kuil pada Abad Pertengahan], yang diduga sebagai kelompok Saracen. Bukan suatu kebetulan bahwa setelah bubarnya aliran Templar tersebut, para freemason mengambil alih tradisi Templar. Perlu dicatat bahwa Ka'bah (secara literal, Kubus) adalah kuil berbentuk empat persegi di Mekkah. Adapun "batu hitam" Mekkah itu diletakkan di salah satu sudut luar Ka'bah. Jadi benarkah bila dianggap sebagai batu Ka'bah (kubus), yang biasanya disebut Batu Kubik atau Hajarul Aswad (batu hitam)? "Hitam", sebagaimana telah kami catat, adalah penyulihan dari "batu bara" dan "batu hitam", dapat diterjemahkan menjadi hajarul fahm, "batu kebijaksanaan" ataupun "batu bijak". Hanya saja bagi Muslim mana pun bangunan kedua adalah tempat yang disucikan yang dikenal sebagai Kuil Sulaiman di Palestina. Tradisi Sufi menunjukkan bahwa sekelompok Sufi klasik awal adalah sejumlah orang yang berkumpul di tempat suci Mekkah itu dan mengabdikan diri sebagai pelayannya. Setelah jatuhnya Jerusalem pada bangsa Arab, tindakan pertama kalangan Muslim adalah membenahi Kuil Sulaiman itu untuk disesuaikan dengan (ajaran) Islam. Tradisi Sufi yang lestari dalam menghormati the Dome of Rock juga dibuktikan oleh fakta bahwa dekorasi ruang dalamnya yang terakhir terdiri dari gambar-gambar simbolik Sufi. Adapun gereja-gereja Templar dan indikasi lainnya menunjukkan pengaruh Kuil Sulaiman versi Saracen. Ada dua garis penyebaran tradisi pengetahuan Sufi ini ke Barat --yang pertama melalui Saracen Spanyol, dengan atau tanpa pencampuran pikiran-pikiran Yahudi 18 5 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi (karena orang Yahudi aktif mengadakan kerja sama dengan kalanganArab Cabalis [Kelompok atau gerakan politik "bawah tanah"]) dan yang kedua melalui kaum Crusade [Kelompok atau gerakan militer negara-negara Kristen Eropa yang bertujuan membebaskan Tanah Suci (Palestina) dari kekuasaan Muslim pada Abad Pertengahan], ketika para anggota kelompok kultus itu yang dikenal sebagai Para Pembangun mungkin saja telah menemukan kesamaan ritual di antara para darwis Timur Dekat. Akhirnya, motif kegelapan-dan-cahaya yang dikaitkan dengan freemasonry mempunyai kaitan-kaitan yang sangat dekat dengan motif para darwis, sehingga kaitan-kaltan ini sendiri merupakan suatu sebab yang menarik untuk dikaji. Para darwis menganggap cahaya sebagai kebenaran, penerangan. Hitam, sebagaimana telah kami catat, diasosiasikan dengan kebijaksanaan (kata yang homonim dalam bahasa Arab); adapun putih juga berarti pemahaman. Pengetahuan tentang makna yang benar dari kebijaksanaan dan cahaya, baik dan buruk, "kegelapan" yang nyata dari ketidaktahuan adalah poin penting dalam kegiatan Darwis. Pada akhirnya Sufi mendasarkan pengetahuan ini pada Ayat Cahaya (an-Nuur) didalam al-Qur'an (Surat 24, ayat 35) yang menyatakan, "Para penentang seperti dalam kegelapan: kegelapan di atas kegelapan. Tiada cahaya sama sekali, cahaya Allah." Tema ini diangkat al-Ghazali dengan rincian yang cermat dan kita tahu sangat berpengaruh terhadap skolastik Barat: al-Ghazali menulis sebuah buku tentang cahaya dan kegelapan ini -- Misykatul Anwar. Para darwis mengangkat tema cahaya dan kegelapan ini melalui kesusastraan. Sebuah contoh yang sederhana dapat kita temukan di dalam the Secret Garden (Kebun Rahasia)-nya asy-Syabistari, yang disusun tahun 1319: "Sang darwis melangkah di antara kegelapan dua dunia; akan tetapi kegelapan cakrawala padang pasir yang menyenangkan bagi musafir dan menunjukkan tempat berkemah ada di hadapan ... Dalam hari gelap terdapat cahaya terang." Terjemahan Johnson Pasha (The Dialogue of the the Gulshan-i-Raz, Kairo, 1903), baik dari sumber-sumber Mason maupun Para Pembangun, bukan karya yang tak dikenal dalam kesusastraan Inggris. Paus sendiri, misalnya (Dunciad, Buku IV), telah menggunakan alegori Sufi dalam tulisannya: Kegelapan inderawi, sangat sering dijumpai. Sebagian dapat diketahui, sebagian terselubung dan sebagian sangat gelap-gulita. Dari pemakaian tema ini oleh para darwis, kita dapat menginterprestasikan pesan misterius dalam sebuah markah yang aneh dan diulang-ulang oleh Mason yang dilukiskan dalam bangunan-bangunan Abad Pertengahan. Di bawah ini adalah sebuah markah yang menyerupai bentuk empat. Apabila kita menghubungkan para Mason profesional dengan tarekat-tarekat darwis di Barat, seperti halnya kita menghubungkan para pekerja bangunan Timur dengannya, maka kita menemukan suatu pesan yang tersembunyi di sini. Diagram Sufi yang dikenal sebagai Persegi Magis dari lima belas digambar seperti di bawah ini: 18 6 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Dari arah mana pun kita menjumlahkan tiga angka dalam persegi ini hasilnya selalu lima belas. Persegi ini digunakan dalam Kabalisme sebagai suatu kerangka sandi dengan maksud menyampaikan sebuah pesan. Pemakaian ini digambarkan dengan garis-garis yang menghubungkan antar bilangan dengan maksud memberi tekanan. Lambang Mason digambarkan seperti di bawah ini: Jika gambar ini diletakkan di atas kerangka persegi di atas, maka kita dapat membaca pesan yang terkandung dalam hubungan angka-angka tersebut. Sketsa di atas melewati semua angka dalam persegi itu, kecuali angka delapan! Delapan melambangkan gambar angka yang sempurna, segi delapan, gambaran, di antara bangun-bangun lainnya, berbentuk kubus. Sketsa tersebut juga meliputi delapan angka dari sembilan persegi di atas. Maksudnya di sini adalah, "Delapan (keseimbangan) adalah jalan menuju sembilan". Sembilan dalam bahasa Arab menunjuk huruf Ta, yang makna tersembunyinya adalah "pengetahuan rahasia". Sketsa tersebut juga mempunyai arti tambahan manakala kita mencermati bahwa gambar yang menyerupai angka empat dengan sebuah tiang (kadangkala sebuah kurva) yang dirapatkan, juga merupakan gambaran kasar dari kata Arab hoo - kata liturgis darwis, yang dinyanyikan agar mencapai tingkat-tingkat ekstase. Adapun para Mason yang dihubungkan dengan alkimia melalui tanda ini sendiri kemungkinan besar dibuktikan oleh fakta bahwa persegi magis ternyata juga digunakan di Cina dan telah diulas para peneliti kimia mutakhir, yang dikaitkan dengan baik suatu simbol kimia maupun tradisi Tao. Apabila membutuhkan indikasi lebih lanjut, seseorang dapat mengacu pada fakta bahwa persegi magis ini juga 18 7 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi digunakan Jabir (Geber), bapak kimia Barat maupun Timur, dan (sebagaimana dinyatakan Profesor Holmyard) digunakan kelompok Sufi yang salah satu anggotanya adalah Jabir. Tentu saja para ahli kimia, freemason, Rosicrucian, Carbonari dan lainnya sama sekali tidak mencampuradukan suatu koleksi misteri yang tak teratur dan serampangan serta tradisi pengetahuan yang tak bertalian, karena sasaran mereka yang orisinal dan utama adalah unsur pokok simbol Sufi -- per kembangan kesadaran manusia. Catatan kaki: 1 F. Hitchman, Miami, Vol. I, hlm. 286. 2 Dalam bahasa Arab sehari-hari, suara Q cenderung disulih, terutama oleh (bangsa) non-Arab, seperti suara G. Kecenderungan ini lebih jauh masih berlaku di beberapa negara yang menggunakan kata-kata Arab, karena mereka sendiri tidak mempunyai suara tekak (dari tenggorokan) Q. 3 Lihat anotasi "QA-LB". 4 Azraqi, dikutip Wistenfeld dalam Creswell: Early Muslim Architecture, London, 1958, hlm. 1. Tentu saja dua susunan lainnya, yaitu bumi dan langit adalah simbolisme Sufi sendiri. 5 Tentang pertukaran yang samar itu, lihat anotasi "Titik". 18 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi BAHASA RAHASIA III: BATU FILOSUF1 Di kedalaman samudera, ada kekayaan tiada tara. Namun jika engkau mencari keselamatan, di pantailah tempatnya. (Sa'di, Gulistan) Robert of Chester, seorang berkebangsaan Inggris yang belajar di Spanyol Islam, memperkenalkan alkimia ke dunia Kristen zaman Pertengahan dalam sebuah buku yang diselesaikannya pada tahun 1144 M. Buku ini merupakan terjemahan dari sebuah buku berbahasa Arab. Sebagaimana dilihat oleh Profesor Holmyard (Alchemy, London, 1957, hlm. 103), dengan jelas ia menyatakan dalam bukunya bahwa pada masa itu, ilmu ini tidak dikenal di "Dunia Latin". Sejak masa ini telah terjadi pergulatan antara dua penafsiran "seni" itu. Apakah makna istilah itu secara harfiah, ataukah merupakan suatu sistem pengembangan mental atau spiritual? Kita hampir tidak bisa menghindari kenyataan bahwa istilah ini dipahami baik dalam pengertian kimiawi dan cara penciptaan (benda) yang seringkali luput dari perhatian peneliti. Akibatnya adalah muncul beberapa klaim bahwa alkimia adalah perintis ilmu kimia, yang secara eksklusif terkait dengan penciptaan "Batu Filosuf". Sementara yang lain menyatakan bahwa istilah itu muncul dari upaya-upaya awal untuk menyepuh atau mencetak logam dan mengubahnya menjadi emas atau perak. Yang lainnya menyatakan bahwa istilah itu merupakan suatu seni yang rumit dan hanya terkait dengan berbagai potensi kesadaran manusia. Fakta-fakta jauh kurang kompleks daripada apa-apa yang muncul pada orang yang tidak terkait dengan kiasan Sufi bersama apa yang seringkali hanya sebagai bacaan turunan. Pertama kali yang harus diingat adalah bahwa orang-orang yang secara serampangan dikelompokkan sebagai ahli alkimia, dan yang karyanya seringkali diperlakukan sebagai suatu keutuhan, ternyata membentuk berbagai jenis orang yang berbeda-beda, yang bekerja pada jalur disiplin yang berbeda atau analog. Resep-resep tukang emas, yang berasal dari zaman kuno, tidak membuktikan bahwa istilah alkimia tidak digunakan oleh para pengikut mistik. Dua orang yang masing-masing dianggap telah memperoleh obat mujarab, bisa jadi yang satu adalah seorang dukun, sementara lainnya adalah seorang guru mistik. Banyak sekali bukti dalam literatur Abad Pertengahan yang menunjukkan suatu pergulatan tetap menuju suatu pengembangan mental, yang tertulis dalam istilah yang bersifat alkimia. Kesalahan ini tidak diluruskan ketika ahli kimia Perancis, M.P.E. Berthelot mengkaji sejumlah besar dokumen-dokumen alkimia pada tahun 1888 dan 1893. Ia menemukan bahwa dokumen tertua yang bisa ditemukan telah berusia dua ribu 18 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi tahun. Selain itu ia menemukan buku-buku yang memuat resep-resep metalurgi untuk mengolah dan menyepuh logam dari para pengrajin dimana teks-teks itu bercampur dengan sejumlah teks tentang keruhanian. Sebelum para pembaca buku dilahirkan, orang telah menyimpulkan bahwa alkimia merupakan sejenis penyimpangan, suatu kemerosotan dari metalurgi dan merupakan ilmu kimia kuno yang dipraktekkan oleh orang-orang Yunani di Mesir. Bahan-bahan itu tidak dikaji dengan pandangan bahwa alkimia merupakan istilah yang diadopsi oleh sebuah madzhab ta'lim (teaching school) untuk memproyeksikan pesannya yang disampaikan dalam bahasa alegoris dan secara keseluruhan berasal dari luar konteks metalik. Kepustakaan alkimia, yang dikumpulkan sebagai satu fenomena, begitu banyak sehingga seumur hidup bisa dihabiskan untuk memahaminya. Ia mencakup berbagai pemalsuan yang relatif masuk akal dalam bahasa Yunani, Latin, Arab dan pada masa berikutnya dalam bahasa-bahasa Barat. Tulisan-tulisan ini kadangkala tidak jelas (tidak mudah dimengerti), terbatas pada simbolisme dan dikemukakan dengan kiasan serta khayalan kabur seperti naga, warna-warna yang berubah, pedang berkilat, logam dan planet-planet. Anggapan bahwa keinginan akan perubahan (logam) merupakan suatu usaha yang muncul akibat suatu kesalahpahaman dari dokumen kesenian itu, sebenarnya tidak memadai untuk menjelaskan penggunaan istilah itu oleh para ahli alkimia. Jika kita membaca kata-kata dalam bahasa Arab yang dipilih padanannya dalam bahasa Latin oleh para penterjemah, kita bisa menilai apakah kata-kata Latin itu mencoba perubahan logam yang sesungguhnya atau penggunaan istilah-istilah itu secara berbeda. Dengan kata lain, kita bisa menceritakan tentang para ahli kimia dari para ahli spiritual. Ini merupakan salah satu sarana yang bisa mengungkap cerita tentang alkimia pada Abad Pertengahan. Kita harus mulai dari tahapan awal, yaitu bapak alkimia sebagaimana kita telah mengenalnya, Jabir ibnu al-Hayyan. Jabir telah diakui baik oleh para ahli alkimia Arab maupun Eropa sebagai bapak ilmu ini sejak abad kedelapan. Sejak masa itu, semua alkimia seperti yang kita kenal mengandung doktrin tentang tiga unsur -- garam, sulfur dan air raksa (merkuri). Ketiga unsur ini harus digabungkan secara tepat untuk menghasilkan "Emas Filosofis". Banyak ahli alkimia menekankan, seseorang bahkan bisa mengatakan semuanya, bahwa substansi-substansi ini bukanlah substansi yang sama dengan yang kita kenal sebagai garam, sulfur dan air raksa. Selain itu Geber, demikianlah Jabir dikenal di Barat, seperti dicatat oleh Profesor Holmyard sebagai telah memperkenalkan doktrin tentang sulfur dan air raksa yang "tampaknya tidak dikenal oleh orang-orang kuno". Sebagaimana telah dipraktekkan sejak abad kedelapan, alkimia identik dengan Jabir ibnu al-Hayyan. Siapakah dia sebenarnya; apakah maksudnya tentang sulfur dan air raksa? Menurut buku-buku berbahasa Latin maupun Arab, Jabir dijuluki as- Sufi.2 Dalam karya-karyanya, ia mengakui Imam Ja'far ash-Shadiq (700-765) sebagai gurunya dan membicarakannya dengan penuh rasa hormat. Sementara Ja'far ash- Shadiq adalah seorang guru Sufi (mursyid) besar dan namanya muncul di hampir 19 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi semua "silsilah-riwayat" dari ajaran Sufisme serta oleh para pakar seperti Rumi dan al-Ghazali disebut sebagai alkimia. Bahkan al-Ghazali menamakan salah satu karya terpentingnya dengan Kaimiya'us-Sa'adah (Kimia Kebahagiaan). Ibnu Arabi menyatakan bahwa "Nama-nama Keagungan" disebut dengan emas dan perak. Apakah sebenarnya Batu Sofistikal, Batu Para Filosuf yang akan mengubah logamlogam dasar menjadi logam mulia? Apa yang harus kita lakukan di sini adalah menterjemahkan kembali kata-kata tertentu ke dalam bahasa Arab, melihat penggunaan teknisnya di kalangan Sufi dan mencari apa sebenarnya yang dimaksud Jabir. Menurut para Sufi, pembaharuan kembali dari satu bagian esensial kemanusiaan merupakan tujuan manusia. Pemisahan manusia dari esensinya merupakan sebab ketimpangan dan penderitaannya. Pencarian hidupnya adalah pemurnian dari unsur-unsur yang tidak berguna dan pembangkitan (unsur) emasnya. Sarana untuk mencapainya terdapat dalam diri manusia -- inilah yang dimaksud dengan "Batu Filosuf ". Kata Arab untuk batu berkaitan dengan kata "tersembunyi, terlarang". Oleh karena itu, simbol batu diadopsi sesuai dengan aturan wajar dari asonansi di kalangan Sufi. Di Barat, batu -- sesuatu yang tersembunyi dan begitu kuat, juga disebut dengan Azoth. Azoth ditelusuri oleh para Orientalis kepada salah satu dari dua kata -- adz- Dzat, yang berarti esensi atau realitas dalam; atau pada kata zibaq, yang berarti merkuri. Menurut Sufi, batu adalah dzat (esensi) yang begitu kuat sehingga ia bisa mengubah apa saja yang bersentuhan dengannya. Ia merupakan esensi manusia yang memiliki sifat ketuhanan. Ia merupakan "sinar matahari" yang mampu mengangkat kemanusiaan pada tahapan berikutnya. Kita bisa melangkah lebih jauh dari ini. Tiga unsur itu bergerak menuju penciptaan dzat setelah diproses melalui "kerja" sebagai terjemahan dari kata "amal". Unsurunsur ini adalah sulfur (kibrit, homonim dari kata kibirat, "kebesaran", "keagungan"); garam (milhun, homonim dari kata milhun, "kebaikan", "pengetahuan"); dan merkuri (zibaq, memiliki akar kata yang sama untuk kata "membuka", "membongkar").3 Jika kita tidak tahu bagaimana kata-kata ini digunakan dan juga padanannya, maka kita tidak bisa mengungkap alkimia. Ibnu Arabi sendiri mengungkapkan dua maknanya ketika ia mengatakan bahwa sulfur berarti ketuhanan; merkuri berarti alam. Interaksi dalam proporsi yang tepat akan menghasilkan Azoth, esensi yang dimuliakan. Terjemahan ke dalam bahasa Latin menghilangkan asonansi yang dimiliki karya-karya Sufi, tetapi penafsirannya berlanjut (untuk kepentingan orangorang non-Arab) pada kitab-kitab berbahasa Persia, seperti Kimiyya'us-Sa'adah karya al-Ghazali. Penyebaran ajaran alkimia juga dinyatakan telah berada pada para guru kuno, sebagian dari mereka namanya disebutkan. Mereka ini termasuk Hermes, menurut para penulis Timur dan Barat, yang oleh orang-orang Arab dikenal dengan nama Idris. Para penulis dan praktisi menerima penyebaran itu dari Hermes sampai tingkatan tertentu sehingga alkimia sering disebut dengan "Seni-Hermetik" dan demikianlah coraknya sejak mereka menerima asalnya dari orang-orang Arab. 19 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Sejarawan Arab Spanyol, Said of Toledo (w. 1069), menceritakan tradisi Thoth atau Hermes ini: "Orang-orang bijak menegaskan bahwa semua ilmu yang sangat kuno berasal dari Hermes pertama, yang tinggal di Sa'id, di bagian atas Mesir. Orangorang Yahudi menyebutnya Enoch dan orang Muslim menyebutnya Idris. Ia adalah orang pertama yang berbicara tentang bahan dari dunia yang lebih unggul dan tentang gerakan-gerakan planet. Ia membangun kuil untuk menyembah Tuhan... obat-obatan dan syair adalah keahliannya ... (Ia) mengingatkan tentang suatu bencana api dan air karena Banjir ... Setelah Banjir semua ilmu, termasuk alkimia dan ilmu sihir, dibawa ke Memphis, di bawah Hermes kedua yang lebih termasyhur."4 Hermes Ketiga yang Agung, dan sangat mungkin mewakili tiga guru yang berbeda, bukan saja penemu alkimia yang terkenal itu. Namanya muncul di antara para guru kuno dalam apa yang sekarang disebut sebagai jalan (Tarekat) para Sufi. Dengan kata lain, baik para Sufi maupun ahli alkimia mengklaim Hermes sebagai penemu ilmu mereka. Maka Ja'far ash-Shadiq sang Sufi, Jabir sang Sufi dan Hermes sang Sufi termasyhur, dianggap oleh para ahli alkimia baik di Timur maupun Barat sebagai guru mereka. Cara-cara pemusatan, penyulingan, pematangan dan pencampuran dengan namanama kimiawi, niscaya merupakan suatu pengaturan jiwa dan tubuh untuk menghasilkan seorang manusia, bukan hasil yang bersifat kimiawi. Adanya peniru yang mempraktekkan kimia fisik juga tidak diragukan. Tetapi juga benar bahwa sampai akhir-akhir ini (dan di beberapa tempat mereka masih ada), ada orangorang yang percaya bahwa hal-hal spiritual mempunyai persamaan fisikal. Siapakah Ja'far ash-Shadiq, mursyid dan guru Jabir itu? Ia tidak lain adalah Imam Keenam, keturunan Nabi Muhammad saw melalui Fathimah. Banyak orang percaya bahwa ia adalah penghubung langsung yang menyampaikan rahasia ajaran batin Islam, yang diajarkan Muhammad sendiri, yaitu Sufisme. Dalam jangka waktu lama Jabir bin al-Hayyan adalah sahabat dekat keluarga al- Barmaki, wazir-wazir Harun ar-Rasyid. Keluarga Barmaki adalah keturunan para pendeta yang tinggal di kuil-kuil Budha Afghanistan dan mereka memegang ajaran kuno yang disampaikan kepada mereka dari wilayah itu. Harun ar-Rasyid sendiri adalah sahabat para Sufi, dan ada contoh-contoh yang mencatat berbagai kunjungan kehormatannya kepada para mursyid Sufi. Anggapan bahwa ajaran alkimia berasal dari Mesir langsung dalam berbagai tulisan Thoth atau sejenisnya, tidaklah penting untuk tesis ini. Menurut tradisi Sufi, ajaran itu disampaikan melalui Dzun-Nun al-Mishri (Raja Ikan), salah seorang guru Sufi termasyhur pada masa klasik. Siapakah Hermes, atau bagaimana ia secara umum digambarkan? Ia adalah dewa yang membawa ruh-ruh orang mati ke dunia dan membawa pesan-pesan dari para dewa. Ia adalah perantara antara dunia kedewataan dengan dunia nyata. Seperti merkuri, ia bergerak dengan kecepatan sangat tinggi sehingga bisa menafikan waktu dan tempat, sama seperti yang dicapai oleh pengalaman batin. Ia adalah seorang atlet, manusia dewasa. Karena itulah ia dipandang sebagai "manusia sempurna" Sufi dari segi jasmaninya. Dalam statusnya yang lebih awal, ia tampil 19 2 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi sebagai pria dewasa, tua dan bijaksana, dianggap sebagai hasil pengembangan diri yang benar. Ia menciptakan lirik dan sebagaimana dilakukan para Sufi lainnya, menyebabkan perubahan pada para pendengarnya melalui musik. Ia mampu menidurkan raksasa melalui serulingnya, suatu tindakan yang dianggap sebagai indikasi hipnotis dari sosok Hermes sebagai suatu ciri Sufi. Kaitan hipnotis ini dengan mistisisme maupun pengobatan jelas terlihat. Pelestarian dan penyampaian ajaran kuno itu tertanam kuat dalam sosok Hermes ini. Ia mempunyai kembaran perempuan -- Sesheta -- yang dikaitkan dengan bangunan kuil dan pemelihara Kitab hikmah kuno. Seperti wujud manusia yang memberikan ilham dari para Sufi dan Kebenaran Sufi (Simurgh), ia digambarkan sebagai seekor burung. Kadangkala ia adalah seorang manusia berkepala burung Ibis, dimana kepala menunjukkan aspirasi atau pencapaian jiwa, yang terletak di kepala. Dunia ini tercipta melalui sebuah kata dari Thoth -- delapan karakter (empat disimbolkan sebagai dewa, empat sisanya sebagai dewi) yang dibuat dari sebuah suara yang diucapkannya. Sifat kelipatan delapan dari ajaran Sufi disimbolkan dengan diagram oktagonal dari kata hoo, suara Sufi. Dewa-dewi atau legenda apa pun mungkin telah berbaur dengan berbagai kepribadian Hermes, Merkuri dan Thoth, tetapi unsur-unsur utama yang menghubungkan antara manusia dan Tuhan, hikmah, musik, huruf dan obat-obatan tetap ada. Dalam sosok tritunggal itu -- orang Mesir, Yunani dan Romawi -- seperti telah disamakan dengan sosok serupa, hubungannya dengan suatu bentuk hikmah yang telah disampaikan kepada manusia dari sumber-sumber ketuhanan yang tetap terlihat. Secara pasti hal ini jauh lebih komprehensif dibandingkan format alkimia yang diberikan kepadanya pada masa berikutnya. Selama berabad-abad, orang-orang dibingungkan oleh ajaran yang terkenal dari ketiga Hermes yang agung itu. Ajaran itu terpahat di atas sebuah "Lempengan Batu Zamrud" yang oleh orang-orang Arab disebut sebagai prinsip-dalam besar dari Karya Agung. Ini merupakan otoritas puncak dari para ahli alkimia dan mungkin bisa disampaikan sebagai berikut: Kebenaran, kepastian, yang terpercaya, tanpa kesalahan. Apa yang di atas sama seperti apa yang di bawah. Apa yang di bawah sama seperti apa yang di atas. Keajaiban dan kesatuan harus diraih. Segala sesuatu terbentuk dari kontemplasi kesatuan dan segalanya lahir dari kesatuan melalui adaptasi. Orangtuanya adalah Matahari dan Bulan. Ia dilahirkan oleh angin dan dibesarkan oleh bumi. Segala ketakjuban berasal darinya dan mempunyai kekuatan sempurna. Lemparkan ia ke bumi, menyatukan kekuatan atas dan bawah. Dengan demikian engkau akan memiliki iluminasi dari semua dunia dan kegelapan akan sirna. Ini merupakan kekuatan dari semua kekuatan -- ia menguasai yang lembut dan menembus yang padat. Inilah cara-cara penciptaan dunia. Di masa depan, berbagai perkembangan yang mengagumkan akan muncul dan inilah jalannya. 19 3 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Akulah Hermes, Guru (Hikmah) Tritunggal, dinamakan demikian karena Aku memegang Tiga unsur dari semua hikmah. Dengan demikian mengakhiri pengungkapan kerja Matahari. Ini sama dengan diktum Sufi (Pengantar pada Persepsi Ja'far ash-Shadiq): "Manusia adalah mikrokosmos, ciptaan makrokosmos -- kesatuan. Semua berasal dari Yang Esa. Dengan menyatukan kekuatan kontemplasi, semua bisa diraih. Esensi ini harus dipisahkan dari tubuh, kemudian digabungkan dengan tubuh. Inilah kerja. Mulailah dengan dirimu sendiri dan akhirilah dengan semua. Di depan manusia, di belakang manusia, (adalah) transformasi." Jika bisa dipastikan bahwa ada sesuatu seperti ajaran tentang logam yang menyerupai alkimia dan bahwa terdapat alkimia spiritual tanpa percobaanpercobaan kimiawi, masih ada poin lain yang terlewatkan para komentator. Jabir (atau para pengikutnya, paling tidak sebagian mereka adalah para Sufi) sebenarnya melakukan penelitian kimiawi. Mereka mencapai berbagai penemuan yang diakui sebagai dasar ilmu kimia modern. Bagi pikiran modern, ini berarti bahwa mereka mencoba menciptakan Batu Filosuf -- mencoba perubahan metalik yang sesungguhnya. Bisakah mereka melalui tahun-tahun percobaan dan menahan kesabaran menghadapi berbagai kemunduran yang dihadapi semua ahli alkimia, kecuali kalau mereka yakin bahwa ada kemungkinan secara teoritis untuk berhasil? Apakah mereka melakukan berbagai percobaan semacam ini semata-mata sebagai orang buta, dalam masyarakat yang enggan terhadap kegiatan keagamaan individual, dengan menciptakan suatu kepalsuan yang begitu sempurna sehingga mereka benar-benar harus mencoba transmutasi logam? Ada dua cacat yang berkembang dalam menghadapi berbagai kenyataan untuk bisa dipahami. Pertama, adalah bahwa orang-orang cenderung menilai orang lain di masa lalu menurut penilaian mereka sendiri. Kedua, adalah kesulitan yang biasa dihadapi oleh teoritisi luar -- sebab ia tidak berada di dalam pintu madzhab Sufi. Para Sufi mempunyai suatu tradisi yang dipertahankan selama berabad-abad. Tradisi ini bisa dirangkum dalam istilah "amal". Suatu amal Sufistik mungkin tampak tidak ilmiah sesuai dengan standar-standar kontemporer, meskipun demikian ia diterapkan secara luas. Seorang pencari (Salik) diberi suatu tugas untuk disempumakan. Tugas ini (upaya) bisa jadi suatu problem alkimia, atau mungkin suatu upaya untuk mencapai kesimpulan dari suatu usaha yang tidak mungkin diraih. Untuk pengembangan dirinya, ia harus melakukan amalan itu dengan keimanan yang utuh. Dalam proses perencanaan dan pelaksanaan seluruh upaya ini, ia akan mencapai pengembangan spiritualnya. Upaya yang bersifat alkimia atau lainnya mungkin tidak berhasil, tetapi ini merupakan kerangka kerja dimana di dalamnya istiqamah dan penerapannya, mental dan pengembangan moralnya dilaksanakan. Sampai pada tingkatan ini, upaya itu adalah suatu tambahan. Sejauh upaya itu permanen baginya dan untuk seumur hidupnya, maka ia sama sekali bukan upaya tambahan, sebab ia menjadi jangkar permanen dan kerangka rujukannya. Upaya ini hampir seperti semangat dari setiap upaya kompetitif yang dilaksanakan dalam olah raga atau pendakian gunung atau bahkan dalam budaya lahiriah, dalam masyarakat-masyarakat lainnya. Gunung atau pengembangan otot merupakan poin-poin yang ditetapkan, tetapi mereka bukan unsur yang secara aktual diubah oleh upaya itu. Mereka hanyalah wahana, bukan tujuan. Semua konsep itu mungkin terlihat aneh, tetapi secara menyeluruh 19 4 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi didasarkan pada logikanya sendiri. Ia bukanlah kerangka kerja yang diubah melalui upaya, tetapi ia adalah wujud manusia sendiri. Jadi pengembangan wujud manusia itulah yang diperhitungkan, bukan yang lain. Ketika konsep Sufistik tentang evolusi kesadaran manusia itu dipahami, maka unsur-unsur lainnya akan masuk ke dalamnya. Dengan semangat yang sama, mungkin bisa dikatakan bahwa di beberapa sekolah, bahasa Latin diajarkan untuk mengembangkan suatu bagian pikiran. Seorang pengamat luar atau pengamat sastra mungkin akan mengatakan bahwa studi tentang bahasa Latin merupakan salah satu pekerjaan yang paling kecil manfaatnya. Semuanya bergantung pada penggunaan kata "bermanfaat". Akhir-akhir ini saya mendengar seseorang mengatakan bahwa merokok adalah "suatu mekanisme untuk mengkonsumsi tembakau". Maka dipandang dari satu sudut semata, perokok itu seperti sebuah mobil yang mungkin bisa dipandang sebagai sarana untuk membakar bensin. Dalam pernyataan ini, fungsi-fungsinya yang lain telah dikesampingkan, tetapi bagaimanapun bisa dikatakan bahwa pernyataan itu tetap benar dalam konteks yang sempit. Ada sebuah kiasan Sufi tentang alkimia yang menarik karena hubungannya dengan pemikiran Barat. Ada seorang ayah yang memiliki beberapa anak malas. Menjelang ajalnya ia mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan menemukan hartanya di ladangnya. Mereka menggali ladang itu dan tidak menemukan apa pun. Lalu mereka menanam gandum dengan hasil panen yang berlimpah. Selama beberapa tahun mereka melakukan hal itu. Mereka tidak menemukan emas, tetapi secara tidak langsung mereka semakin kaya dan sekaligus terbiasa dengan kerja keras. Pada akhirnya mereka menjadi petani yang tulus dan melupakan penggalian untuk mencari emas. Maka pencarian emas melalui cara-cara alkimia memperoleh hasil yang berbeda dari hal-hal yang mula-mula dicari. Tak ayal lagi cerita ini dikenal di Barat, sebab cerita ini sesungguhnya dikutip oleh Bacon maupun Boerhaave, seorang ahli kimia abad ketujuh belas, yang menekankan arti penting kerja untuk tujuan itu. Dalam De Augumentis Scientiarum-nya, Bacon mengatakan, "alkimia seperti orang yang mengatakan kepada anak-anaknya, bahwa ia telah menanam emas untuk mereka di kebun anggurnya. Mereka menggali dan tidak menemukan emas. Namun pekerjaan (penggalian) itu telah merubah lahan itu sesuai dengan akar-akar anggur dan menghasilkan panen berlimpah." Dalam buku Speculum Alchemiae yang ditulis pada abad ketiga belas, yang dikaitkan dengan Bacon, memberikan suatu isyarat tentang teori evolusioner alkimia, "Saya harus mengatakan kepada Anda bahwa Alam ini selalu berpotensi dan berjuang menuju kesempurnaan Emas: tetapi banyak peristiwa yang terjadi, dalam proses itu, mengubah logam." Sementara para komentator Sufi mengatakan tentang sajak-sajak evolusioner ("Manusia pertama kali lahir dalam bentuk mineral"): "Logam manusia harus diolah dan diperluas." Fungsi "Batu Filosuf " sebagai obat universal dan sumber kesejahteraan menunjukkan aspek lain dari alkimia spiritual yang sangat sesuai dengan berbagai 19 5 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi prosedur Sufi. Kenyataan yang menarik di sini adalah bahwa dalam tradisi Sufi, batu atau obat mujarab adalah suatu keadaan jiwa yang dikonsentrasikan oleh dokter dalam dirinya sendiri dan dipindahkan ke pasiennya melalui wahana jiwanya. Jika beberapa catatan Barat tentang para pasien yang bertahan hidup karena batu itu dibaca dengan asumsi demikian, maka kita bisa melihat apa sebenarnya batu itu. Setelah pikiran terpusat dan dipindahkan dengan cara tertentu (garam, merkuri dan sulfur digabungkan), hasilnya adalah batu -- kekuatan tertentu. Batu ini sekarang diproyeksikan kepada pasien yang sembuh itu. Baru (kekuatan) rahasia (sebab tersembunyi dalam pikiran) merupakan sumber dan esensi kehidupan itu sendiri. Penelitian historis mutakhir telah menemukan fakta bahwa alkimia yang menggunakan berbagai idea dan simbolisme serupa, telah dipraktekkan di Cina sejak abad kelima S.M. Para sarjana Cina, Jepang dan Barat mengklaim bahwa pengembangan alkimia di Cina pada mulanya adalah bersifat spiritual dan baru pada perkembangan selanjutnya, aspek metalurgi itu muncul. Adalah mungkin bahwa para pengrajin logam mengambil tema itu dari para pendeta Taois dan bukan dari jalan lain, sebagaimana dugaan langsung cenderung untuk mempercayainya. Banyak gagasan-gagasan alkimia, jika bukan semuanya, sebagai suatu proses spiritual adalah muncul dalam ajaran orang bijak Cina, yaitu Lao Tzu, pendiri Taoisme, yang kemungkinan dilahirkan pada tahun 604 S.M. Kita juga menemukan teori elixir (obat mujarab), yaitu tentang suatu persiapan atau cara yang bisa memberikan keabadian, pada para filosuf Cina yang dihubungkan dengan alkimia, dan dalam Atharva Veda Hindu yang berusia lebih dari 1000 S.M. Para filosuf Cina secara khusus menyatakan bahwa ada tiga alkimia, sebagaimana dicatat Profesor Read. Pertama adalah untuk menghasilkan usia panjang melalui cairan emas; kedua, adalah untuk menghasilkan suatu ramuan yang mengandung sulfur merah dalam pembuatan emas; ketiga adalah untuk mengubah logam-logam lainnya menjadi emas.5 Dr. O.S. Johnson dalam buku A Study of Chinese Alchemy, yang diselesaikannya di Universitas California, merinci beberapa bahan pokok yang telah disarikan dari sumber-sumber Cina tentang ilmu kuno ini dan kesetaraannya dengan pencarian keabadian melalui upaya pengembangan diri manusia. Ahli alkimia Cina Lu Tsu (yang dikutip William A.P. Martin, The Lore of Cathay, 1901, hlm. 59) memberikan sesuatu yang oleh sebagian penulis telah diduga sebagai upaya sengaja untuk mengaburkan perubahan "proses kimiawi". Dengan sorotan dari apa yang telah disebutkan, bahwa hal ini bisa dibaca secara langsung sebagai suatu rujukan pada pengembangan esensi manusia. Hal ini hanya membingungkan jika seseorang berusaha menemukan instruksi laboratorium, "Aku harus menanami ladangku sendiri dengan rajin. Di dalamnya ada kuman spiritual yang mungkin hidup seribu tahun. Bunganya seperti emas kuning. Kuncupnya tidak besar, tetapi benihnya bulat dan seperti mutiara bening. Pertumbuhannya bergantung pada tanah dari istana pusat, tetapi irigasinya harus dialirkan dari sumber mata air yang lebih tinggi. Setelah sembilan tahun penanaman, akar dan cabang mungkin bisa dicangkokkan ke langit yang lebih tinggi." 19 6 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Kata-kata ini Jika diterjemahkan ke dalam istilah-istilah Sufi akan terbaca: "Manusia harus mengembangkan upayanya sendiri menuju pertumbuhan evolusioner yang memantapkan kesadarannya. Di dalam dirinya, ia memiliki suatu esensi, awalnya kecil, bercahaya dan berharga. Perkembangan bergantung kepada manusia, tetapi harus dimulai dari seorang guru. Jika pikiran diolah dengan benar dan tepat, maka kesadaran akan beralih pada tataran yang agung." Bagi mereka yang tertarik terhadap hal-hal semacam kronologi, maka hal-hal sebelumnya tampaknya menjadi suatu indikasi bahwa seperti yang dikatakan para Sufi, ajaran mereka tidak ada batas waktunya dan menyentuh masa lampau yang terjauh. Dalam sajak-sajak bangsa Arya kuno sekitar 2000 S.M., ada berbagai indikasi tentang perumusan doktrin yang akhirnya dipandang sebagai doktrin Sufi dengan pengertian pelaksanaan praktek-praktek tertentu dari sublimasi dan pengembangan. Penghasilan logam juga disebutkan di sini. Para ahli alkimia Barat menyadari bahwa mereka tengah mengejar suatu tujuan internal (batin). Hal ini jelas terlihat dari nasehat dan berbagai ilustrasi kiasan yang tak terhitung jumlahnya dalam karya-karya mereka. Kiasan alkimiawi sama sekali tidak sulit dipahami jika seseorang mengetahui simbolisme Sufi. Pada abad ketujuh belas, seribu tahun setelah masa Jabir, sang Perintis (Jabir dilahirkan sekitar tahun 721 M.), para ahli alkimia Eropa menyimpan daftar para mursyid secara berurutan yang mengingatkan pada "silsilah spiritual" Sufi. Salah satu hal yang paling menarik dari fakta ini adalah bahwa rantai silsilah ini merujuk kepada orang-orang yang terkait dengan tradisi Sufistik dan Islam (Spanyol), meskipun demikian tidak mempunyai nama yang sama: Dalam catatan itu, kita menemukan nama Muhammad, Jabir, Hermes, Dante dan Roger Bacon. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa bahan-bahan Sufi adalah sumber karya iluminis Dante, seperti Divine Comedy. Akan tetapi afiliasi Sufistiknya pasti telah diketahul oleh para ahli kimia sepanjang masa. Raymond Lully, tokoh mistik Agung, berkali-kali dikutip sebagai seorang ahli alkimia. Bahkan dari karya-karyanya, kita mengetahui bahwa latihan-latihannya sebenarnya diambil para Sufi dan sebagian namanya ia sebutkan. Para Sufi iluminis (isyraqi) Arab dan Yahudi menyebutkan secara berurutan, seperti "Hermes" (menyimbolkan hikmah tertua, yang asalnya bersifat surgawi), Muhammad (beberapa anggota keluarga dan sahabatnya), Jabir atau salah satu sahabatnya, kemudian tarekat-tarekat modern. Para ahli alkimia Barat-Latin menelusuri ajaran mereka dari Hermes ke Jabir, setelah itu melalui para iluminis. Bacon adalah salah satunya, Lully adalah yang lain, begitu juga para praktisi (iluminis) Barat lainnya. Konsep Sufi untuk meraih kesatuan dari keanekaragaman dengan menyatukan jiwa kemudian menyatukan kesadaran batin, melalui seorang "guru" yang akan memberikan kunci,6 melalui penerapan yang tepat dari homonim garam, sulfur dan merkuri -- untuk meraih "cahaya", menurut para iluminis -- berulang kali ditemukan dalam doktrin alkimiawi. Hanya karena penyembunyiannya di dalam ungkapan-ungkapan alkimiawi itulah yang menghalanginya untuk diserang sebagai kemajuan manusia dalam (bentuk) 19 7 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi upaya pribadi yang berada di luar gereja. Di sini ada sebuah contoh tipikal, bagian dari suatu diagram alkimiawi yang menyimbolkan Amal/Kerja, dalam Viridarium Chymicum -- sebuah koleksi besar yang diterbitkan pada tahun 1624: Semua kerja filsafat. Hal-hal yang dulunya terbatas dalam berbagai bentuk, sekarang terlihat dalam satu bentuk. Permulaannya adalah Mursyid/Guru (secara literal berarti "yang lebih tua") dan ia membawa Kunci. Sulfur dengan Garam dan Merkuri akan memberikan kekayaan. Ungkapan samar ini bersifat simbolis dan seharusnya diterapkan pada ajaran rahasia tentang penyempurnaan diri dan alkimianisasi manusia ditekankan sejauh penults itu berani mengucapkan kalimat terakhir, dengan mengingatkan tentang hal-hal yang bertentangan dengan alkimia fisikal: Jika engkau tidak melihat apa pun di sini, maka engkau tidak akan mampu mencari lebih jauh. Engkau akan buta, meskipun engkau berada di tengah-tengah cahaya. Apa yang lebih dari sekadar menarik, baik bagi Barat maupun Timur adalah bahwa alkimia bukanlah suatu tradisi steril yang diulang-ulang, yang semata-mata bersandar pada ajaran kuno. Ia secara terus-menerus diperbaharui dari ajaranajaran orang yang berhubungan dengan kajian Sufi. Hal ini dibuktikan dengan suksesi nama-nama secara konstan yang muncul dan banyak dari nama-nama itu bisa ditelusuri sebagai memiliki hubungan dengan para Sufi, madzhab-madzhab Sufi atau yang menggunakan terminologi Sufi. Sebagai contoh, Bacon tidak hanya membaca karya-karya yang berhubungan dengan Jabir. Ia pergi ke Spanyol dan menemukan sumber itu sebagaimana yang kita ketahul dari berbagai kutipannya dari ajaran-ajaran Sufi yang disusun oleh para Sufi iluminis abad kedua belas. Lully tidak hanya mempelajari praktek Sufisme dan menjalankan latihan tertentu, tetapi melanjutkan pengetahuan ini agar menjadi sebuah nama yang terus-menerus disebutkan oleh para ahli alkimia pada masa berikutnya. Kecenderungan yang sama dilanjutkan oleh Paracelsus dan lain-lain. Paracelsus, yang mengembara ke Timur dan memperoleh latihan Sufi di Turki, memperkenalkan berbagai istilah Sufi ke dalam pemikiran Barat. Istilah Azoth-nya identik dengan istilah adz-Dzat-nya Sufi (diucapkan dalam bahasa Persia dan oleh karena itu diucapkan dengan az-zaut dalam hampir semua sajak Sufi). Paragranum sebenarnya merupakan Latinisasi dari ilmu tentang sifat batin dari segala sesuatu. Karena ada Reformasi (Gereja), Paracelsus harus berhati-hati di dalam mengungkapkan pemikirannya, sebab ia sedang memproyeksikan suatu sistem psikologis yang berbeda dari cara-cara Katholik maupun Protestan. Di satu tempat ia mengatakan, "Bacalah di dalam hati, sampai di masa datang agama yang benar akan datang!" Ia juga menggunakan analogi "anggur" dari Sufisme dalam merujuk pada pengetahuan batin. Akibatnya ia dituduh sebagai pemabuk. Hanya dari sudut pandang Sufi sajalah bagian ucapannya ini bisa diterima: "Marilah kita memisahkan diri dari semua upacara, konjurasi (hal-hal yang bersifat magis), penyucian, dan seterusnya, serta semua delusi serupa dan meletakkan hati, keinginan dan kepercayaan kita semata-mata pada batu yang benar ... jika 19 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi kita membuang egoisme, maka pintu akan terbuka bagi kita, dan dengan demikian misteri akan terungkap." (Philosophia Occulta). Ia bahkan mengutip ajaran Sufi: "Keselamatan tidak dicapai melalui puasa, memakai pakaian tertentu maupun dengan mencambuk diri. Ini merupakan takhayul dan kemunafikan. Tuhan menciptakan segala sesuatu ini murni dan suci, manusia tidak perlu menyucikannya ..." (Ibid.). Banyak para okultis (orang yang mempraktekkan ilmu sihir), disamping adanya hal ini, tetap mencoba mengikuti berbagai gagasan alkimiawi dan cabalistik (hal-hal bersifat rahasia) yang dihubungkan dengan Paracelsus. Henry Cornelius Agrippa (dilahirkan tahun 1486) adalah contoh lain dari apa yang oleh para Sufi disebut sebagai "perintis" (rahbin). Ia diduga telah menjadi seorang ahli alkimia dan magic, dan bahkan sampai saat ini ada orang-orang yang mencoba meraih kebenaran melalui sistem magis yang dikaitkan dengannya. Ia menulis tentang metode Raymond Lully, yang mengajarkan tentang Hermes dan niscaya mengetahui interpretasi Sufis tentang alkimia. Mereka yang mengikutinya dan memandangnya sebagai penipu, sama-sama menguji kembali kata-katanya dengan sorotan Sufi. Ia mengatakan tentang alkimia, "Inilah kebenaran dan filsafat rahasia tentang keajaiban alam. Untuk itu, kuncinya adalah pemahaman -- karena semakin tinggi kita membawa pengetahuan kita, maka semakin agung nilai pencapaian kita dan kita melakukan hal-hal terbesar dengan lebih mudah." Batu dari para ahli alkimia yang mengikuti "Seni" itu secara literal adalah "sia-sia dan rekaan", selama mereka mempraktekkan seni itu secara harfiah, sebab "adalah semangat batin yang ada di dalam diri kita itulah yang bisa melakukan apa saja, yang mampu dilakukan para ahli matematika yang agung, ahli magis yang luar biasa, ahli alkimia yang mengagumkan dan ahli nujum yang mempesonakan." Karena hal ini sejauh yang bisa dilakukan seorang Sufi, terutama yang dikelilingi oleh orang-orang yang ingin mempercayai hal-hal supranatural dalam suatu bentuk yang maujud, dan karena agama ortodoks memiliki kepentingan tertentu untuk mempertahankan supranaturalisme dalam bentuk yang tidak masuk akal, maka tidaklah mengejutkan jika orang-orang seperti Agrippa dianggap sebagai ahli magis atau orang gila. Catatan kaki: 1 "Batu Filosuf" adalah istilah yang terkait dengan alkimia, yang pada intinya adalah proses transformasi logam menjadi emas. Tetapi istilah ini bisa berarti transformasi spiritual (pent.). 2 alkimia pada Abad Pertengahan disebut dengan nama "Seni-Sofis". 3 Paracelsus (1493-1541) mencatat: "Merkuri adalah ruh, sulfur adalah jiwa dan garam adalah tubuh." 19 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi 4 Bandingkan dengan Asin Palacios, Ibn Masarra, hlm. 13. 5 Dr. John Read, Prelude to Chemistry, London, 1936. 6 Norton (abad kelima belas) meletakkan prinsip bahwa rahasia-rahasia 'alkimia suci' hanya bisa diajarkan secara verbal kepada para pemula yang dipilih oleh seorang guru dan diangkat secara ketuhanan -- dan arti dari 'satu juta orang sulit mendapati tiga orang yang ditakdirkan bagi alkimia'." (J. Read, op.cit., hlm. 178). 20 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi MISTERI-MISTERI DI BARAT I: RITUS-RITUS ANEH Bangkitlah sejenak dari ruang dan waktu. Tinggalkan dunia dan ciptakan sebuah dunia di dalam dirimu sendiri! (Syabistari, Raudh al-Asrar) Sabtu malam secara khusus disucikan sebagai suatu ritual yang mempesonakan dan secara khusus pula diikuti oleh sejumlah pengikut dari suatu kelompok. Dua kelompok terdiri dari dua belas orang. Mereka berpakaian warna-warna dan melakukan gerakan-gerakan rumit di dalam ruang tertutup. Sekali waktu mereka merespon dorongan musikal dari instrumen primitif yang ditabuh oleh seorang yang tampak berwibawa beserta beberapa pembantunya dan mengawasi kegiatan mereka. Dengan mengitari tempat ritual itu, seluruh jamaah memberikan respon. Sekali waktu mereka bernyanyi, kadangkala berteriak dan kadangkala membisu. Sementara beberapa orang menabuh instrumen (musik) yang mengeluarkan bunyi aneh. Tempat ritual itu dibangun secara geometris dengan perencanaan yang matang. Di sekelilingnya terdapat lencana, bendera, umbul-umbul dan dekorasi berwarnawarni yang mungkin dimaksudkan untuk membangkitkan puncak emosi individu dan kelompok. Suasana terasa menyeramkan karena beberapa perubahan mendadak dari emosi mereka. Reaksi mereka terhadap proses-proses ekstatogenik terbentuk ketika mereka begitu eksplosif sehingga seseorang akan merasa penasaran mengapa mereka tidak ikut dalam arena tertutup yang disucikan itu. Sementara kebahagiaan dan kesedihan akan muncul dalam diri para pengikutnya. Kita adalah pengamat pertandingan asosiasi sepak bola di stadion dengan lampu sorot yang terang. Apa yang luput dari perhatian pengamat adalah pengetahuan tentang apa yang sesungguhnya terjadi dan mengapa hal itu terjadi. Jika kita memiliki pengetahuan ini, kita bisa mengenali pemain, penonton, wasit dan garis putih. Jika tidak, kita akan mengatakan: disini ada seseorang yang bergulingan di tanah, yang lain meringis kesakitan dan keringat menetes dari wajahnya. Salah seorang penonton memukul dirinya sendiri, yang lain memukul orang di dekatnya. Totem itu (baca: bola) melambung ke udara dan disambut dengan teriakan membahana dari kerumunan itu. Kemudian kita melihat darah tertumpah. Bentuk-bentuk ritual lainnya adalah subyek pendekatan serupa bagi mereka yang tidak merasakan pengalaman yang mendahului pementasannya. Bahkan yang lebih penting, banyak sekali ritual serupa atau lainnya telah mengalami perubahan sepanjang zaman, sehingga semangat aslinya hilang. Bila hal ini terjadi, maka muncul suatu perubahan mekanis atau asosiatif dari faktor-faktor lain. Ritual itu diselewengkan, meskipun mungkin ada alasan-alasan yang jelas dari setiap 20 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi aspeknya. Perkembangan ini adalah apa yang kita sebut sebagai kelalaian dalam praktek sistem keagamaan/peribadatan. Berikut ini sebuah catatan orang luar tentang ritual darwis yang menggambarkan berbagai peristiwa dari sudut pandang pengamat sendiri. Dia adalah Pendeta John Subhan dari Gereja Episkopal Methodis yang menghadiri peristiwa itu di India: Malam ini adalah malam Kamis, malam yang disucikan oleh para Sufi. Marilah kita mengunjungi beberapa kuil dan melihat betapa anehnya ritus-ritus keagamaan yang dilaksanakan di depan mata kita. Kami memasuki sebuah ruangan dengan cahaya remang-remang tempat sejumlah orang berkumpul. Sebuah tanda diberikan oleh seseorang yang tampaknya sebagai pemimpin perkumpulan itu. Pintu-pintu pun ditutup. Ketika dua belas orang membentuk dua garis sejajar, suasana menjadi hening. Cahaya lampu menerpa wajah-wajah mereka di kegelapan dan hanya mata mereka yang tampak hidup. Kami semua mundur ke sudut ruangan dan dzikir segera dimulai. Diiringi tepukan tangan, sang pemimpin mulai berayun ke kanan-ke kiri. Ia memulainya dengan sangat lambat dan orang-orang itu mengikuti irama ayunannya. Setiap kali berayun ke kiri, mereka mengucapkan kata, "Hu," secara serentak, "Hu ... Hu ... Hu ..."1 Ritual darwis sama sekali berbeda dengan pertandingan sepak bola itu, karena ia tidak bersifat simbolis tetapi berkaitan dengan aktivitas batin. Jadi penggambaran di luar konteks yang biasa itu sangat sedikit manfaatnya. Suasana kegiatan Sufistik itu menghasilkan suatu persepsi bagi Sufi sendiri dan meninggalkan jejak yang bisa dikenalinya. Meskipun demikian, tidak ada gunanya untuk menyatakan bahwa seseorang bisa mengenali wujud yang sama dari peribadatan tertentu yang dipisahkan dari asal-usulnya, yaitu suatu sensasi yang dulunya adalah sensasi Sufistik. Bahan pengetahuan harus tersedia dalam bentuk yang bisa dipahami oleh pembaca, paling tidak sampai tingkatan tertentu. Karena itulah kita perlu memulai dengan persepsi batin bahwa fenomena Barat tertentu mempunyai asal-usul yang sama. Kemudian kita perlu melihat apakah bahan formal itu relatif bisa diterima sehingga seseorang bisa menggambarkan fakta itu? Untuk itu ada dua metode penting. Pertama, dengan merujuk pada fenomena serupa di Timur, jika memang ada. Kedua, dengan mencari jejak-jejak, seperti istilah-istilah dan makna-makna tersembunyi. Namun kita seharusnya menggunakan keduanya, setidaknya untuk mencermati salah satu aspek dari apa yang disebut sebagai sistem pemujaan tukang sihir perempuan di Eropa Barat. Kata witch sebagaimana kita ketahui secara luas sebenarnya bermakna wise (bijaksana). Kata ini bisa ada di mana saja dan tidak harus berupa terjemahan dari bahasa Arab atau lainnya. Sementara wise adalah nama yang digunakan dalam sistem peribadatan darwis dan para penganut tradisi lainnya yang relatif masih bertahan. Kata witch (penyihir perempuan) dalam bahasa Spanyol adalah bruja. Di Spanyol lah kita menemukan berbagai catatan awal dan relatif lengkap tentang berbagai 20 2 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi ritual dan kepercayaan orang-orang Eropa Barat. Namun gereja memandang mereka sebagai penganut Ilmu Hitam. Kita bisa menindaklanjuti kata kunci itu karena ternyata maskhara kaum darwis, meski mereka saat ini kebanyakan didapati di kantong-kantong Asia Tengah dan kadangkala di India, mempergunakan akar kata Arab BRSY Kelompok maskhara (orang-orang yang bersuka cita) juga disebut mabrusy (orangorang yang ditandai kulitnya), atau mungkin bermakna "mabuk kepayang". Dalam bahasa Spanyol, kata maja berasal dari bahasa Latin, sementara kata bruja (dilafalkan brusya) adalah kata yang muncul pada masa Spanyol Islam untuk menggambarkan keberadaan orang-orang ini. Jika kita menduga untuk sementara bahwa brusya mungkin sebuah istilah deskriptif yang diambil oleh kelompok Maskhara, kita bisa mencoba menguraikan penggunaan deskriptif gabungan dengan menggunakan metode syair Arab. Apa sebenarnya makna kata brusya itu, baik dalam bentuk akar kata maupun kata turunan (musytaq)? Menurut metode syair Arab, sejumlah kata dari kelompok bunyi yang sama diambil untuk melengkapi penggambaran suatu sistem peribadatan -- sebagaimana telah kita lihat dalam kata "Sufi". Kata-kata dalam kamus adalah suatu seleksi dari suatu substansi khayali, suatu simbol dan tanda ritual. Semuanya berada dalam pengelompokan bunyi (konsonan) umum berikut ini BRSY = Datura Stramonium (Duri Apel), dilafalkan BaRSY Alternatifnya dengan suara yang mirip: YBRUH = akar mandrake (tumbuhan beracun yang digunakan untuk persiapan pengobatan dan bisa menyebabkan kantuk), dilafalkan YaBRUUHH. Keduanya mengandung alkaline dan biasanya digunakan oleh para penyihir perempuan untuk mendapatkan wangsit, perasaan melayang dan digunakan pula dalam ritual. Apakah simbol yang berhubungan dengan para penyihir perempuan itu? M-BRSYa = sikat, sapu, pengikis (dialek Syria2) dilafalkan MIBRSYA. Dengan menterjemahkan kelompok kata itu, kita bisa menggambarkan suatu komunitas yang menghubungkan diri mereka sendiri dengan pengaturan kalimat sebagai berikut: "Berkenaan dengan mandrake (atau apel duri), mereka menggunakan simbol sapu, ditandai dengan sebuah lambang di kulit, memakai jubah berwarna-warni atau campuran". Orang-orang ini digambarkan dengan akurat dalam bahasa Arab dan di Spanyol pada Abad Pertengahan sebagai brujo (untuk laki-laki) atau bruja (untuk perempuan) yang pada saat itu dilafalkan brusyo, brusya. Jika kita menerima hubungannya dengan Maskhara, maka kita bisa menghubungkannya lebih jauh. Penggunaan mandrake oleh mereka menunjukkan homonim yang lebih lanjut -- perkataan sehari-hari mabrusy, mabrusya (hingarbingar) adalah merujuk pada tarian mereka. Tarian penyihir perempuan tradisional telah dicirikan atau paling tidak dibandingkan dengan dua bentuk tarian yang dikenal di Eropa -- tarian orang-orang Saracen (Muslim-Spanyol), waltz (yang diduga berasal dari Asia melalui negeri-negeri Balkan) dan dibka: tarian cincin Timur Tengah yang dikenal sejak dari Mediteranian sampai Teluk Persia. 20 3 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Lebih dari itu, ada berbagai fakta tentang penyihir perempuan lain. Sumbersumber Arab yang dikutip oleh Arkon Daraul berbicara tentang "Tarian Bertanduk Dua" dan mengungkapkan kunci rahasia tentang makna dari kata-kata "barbar" yang digunakan oleh para penyihir perempuan. Namun sampai saat ini, anggota persaudaraan (keagamaan) itu tidak bisa memahaminya. Berikut ini beberapa istilahnya dengan padanannya dalam bahasa Arab: Pisau ritual yang secara rahasia disebut Athame berasal dari kata adhdhame, suatu huruf darah. Athame adalah upaya menjelaskan lafal adh-dhame. Kata Sab(b)at(h) adalah kata rancu karena pertemuan dengan kata Ibrani, maka maknanya berubah dalam bahasa Spanyol menjadi orang bertanduk dua, padahal sebenarnya berasal dari az-Zabat (yang kuat). Etimologi yang lucu ini selanjutnya berkembang dalam bahasa Perancis menjadi kata s'ebattre (bersenang-senang). Asosiasi suara yang sama dan diubah menjadi kata Robin dan Robinet serta lawan kata yang sebenarnya dari bahasa Semit adalah Rabba (Tuhan), tuhan yang pelik dan misterius atau pejabat (keagamaan) dari sekte Sabat. Kata Rabbana (wahai Tuhan kami) adalah bagian dari doa Muslim yang diucapkan lima kali sehari dengan khusyu'. Akhirnya kata coven mempunyai identifikasi yang jelas dengan pengertian panyatuan atau berkumpul bersama. Bahkan dalam pembacaan ritual oleh seorang mantan anggota sistem peribadatan Spanyol-Semit kuno, kata kafan merujuk pada kain penutup kepala para anggota Maskhara ketika mereka menari. Menurut riwayat ada dalam bahan penyihir perempuan yang berasal dari Skandinavia. Melalui asosiasi pada masa berikutnya, kata ini mungkin bermakna pertemuan atau anggota, namun jelasnya kafan digunakan sesuai dengan bentuk awal, artinya kain pembungkus. Sekarang kita bisa melanjutkan pada tahapan lebih jauh -- salep (ramuan) penyihir perempuan dan apa bahan ramuannya. Pada mulanya mengapa salep itu digunakan? Dalam bahasa Arab, "salep" berasal dari kata RHM, kata yang digunakan juga untuk menunjukkan hubungan darah. Salep itu diberikan kepada penyihir baik laki-laki atau perempuan setelah upacara pembaiatan dan setelah ditandai (ditato). Marham (salep) dioleskan ke kulit dengan tujuan menetapkan suatu bentuk simbolis dari hubungan darah. Dengan "pemberian salep" itu, jika kita bisa berbicara dalam akar-akar bahasa Semit, salep (RHM) digunakan untuk membantu menciptakan kondisi hubungan darah (RHM). Salep ini digunakan di masa depan, untuk membawa penyihir perempuan itu kepada keluarganya, RHM. jadi, RHM itu membentuk hubungan mental dan farmalogikal dengan RHM. Tetapi apakah tidak terdapat alkaline atau prinsip aktif lainnya dalam salep penyihir itu? Tentu saja hampir semuanya ada. Harus diingat, bahwa penyihir membuat suatu cairan dari tubuh atau potongan tubuh bayi-bayi yang tidak dibaptis. Akar pohon mandrake berbentuk "manusia". Secara tradisional ia dianggap sebagai tiruan manusia. Manusia kecil adalah seorang anak. Seperti tanaman, kita tidak bisa mengharapkan bahwa ia telah dibaptis. Sementara ramuan dari salep itu tampaknya berbentuk "bayi yang belum dibaptis". Terlalu banyak analogi yang telah diupayakan untuk praktek-praktek sihir dalam agama Kristiani dan sistem peribadatan kafir dari jenis pra-Kristen. Jika Anda 20 4 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi membaca karya-karya tentang ilmu sihir di Eropa, Anda akan menemukan bahwa sejauh menyangkut semua penulisnya, tidak terdapat hal serupa pada abad-abad kekuasaan Muslim di Spanyol atau berbagai generasi penyerapan kebudayaan Timur di setiap tahapnya. Bahkan nama "Yang Bijak" bisa jadi merupakan terjemahan langsung dari kata arifin, gelas yang diberikan kepada orang-orang di Timur yang mempercayai kemungkinan terjadinya komunikasi langsung dengan dunia supranatural. Para penyihir modern tampaknya tidak mengetahui arti penting ukuran lingkaran mereka (diameternya sembilan kaki) dan hanya sedikit mengetahui tentang ilmu angka kuno mereka. Tetapi bahan ini tersedia di mana saja, bahkan untuk pengukuran. Secara insidentil, tradisi mereka sendiri berasal dari "Negeri Musim Panas" dan para anggotanya sendiri saat ini menganggapnya sebagai dunia Timur. Orang hitam (Moor) dan jimat mereka yang bertanduk (setan, dirancukan dengan bulan) berasal dari dunia "amal" mutakhir, karena akhir-akhir ini terdapat suatu upaya rasionalisasi sistem pemujaan mereka, dengan menelusuri berbagai festival musiman dan lain-lain. Demikian pula karena suatu perrggabungan dengan sistem peribadatan ekstatik dengan menggunakan sistem kode Arab dalam membentuk berbagai ritusnya. Siapakah yang membawa penyihir itu ke Barat? Ketika Abad Pertengahan sebagai asal dari hampir semua informasi yang kita miliki, niscaya suku Aniza yang membawanya. Kita harus kembali menelusuri gurun-gurun Arab. Klan Badui Aniza yang perkasa dan banyak melahirkan pejuang serta terkaya dalam kepemilikan unta, sangat terkenal dalam kepustakaan Arab karena kebengisannya dalam perang gurun. Perang-perang Badui adalah bahan bagi perkembangan dasar dari keksatriaan (chivalric) dan bagi epik cinta serta peperangan. Belum lagi untuk tarian dibka dan pisau penggores. Bentuk-bentuk syair yang dikembangkan oleh para penyair kesukuan itu telah mempengaruhi kesusastraan dari sejumlah bangsa setelah perluasan Islam ke Utara, Timur dan Barat. Asal-usul kehidupan Badui bisa ditemukan pada masa-masa pra-Islam. Dalam buku Days of the Arabs, setiap Hari merupakan suatu epik dari beberapa peperangan yang asal-usulnya mungkin telah dilupakan orang. Namun budaya sampingannya berupa sajak, kemuliaan atau taktik-taktik militer tetap menjadi bagian dari warisan suku. Inilah gambaran Badui dalam buku-buku cerita -- pejuang tangguh dengan kelembutannya kepada perempuan dan anak-anak menjadi kiasan serta diimbangi dengan keberaniannya berjuang sampai mati untuk mempertahankan sumber air atau sebatang pohon kurma, tetapi semua itu adalah tindakan yang mulia atau suatu kehormatan. Salah satu perang tertua dan paling berdarah pada masa itu selama empat puluh tahun dan berakhir pada abad kelima, adalah peperangan antara dua kelompok dari suku Aniza. Dimulai dengan pencurian seekor unta betina yang sakit milik seorang perempuan tua, peristiwa ini berakhir -- sebagaimana sering terjadi di masa itu -- dengan suatu mediasi. Hasil akhirnya -- sebagai ciri roman Spanyol20 5 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Islam dan mempengaruhi semua kepustakaan Barat -- adalah roman kepahlawanan Arab, yaitu The Story of el-Zir (Cerita tentang az-Zir). Sejarah membawa orang-orang ini ke Eropa sekaligus membawa sebagian besar kebudayaannya. Salah satunya adalah seorang guru darwis yang secara mendalam terlibat dengan tradisi musik, roman dan kesukuan dari kabilahnya. Suku orang tua dari Aniza itu diyakini oleh semua penyair Badui sebagai Klan al- Fakir ("yang sederhana"). Gelar ini diadopsi oleh para darwis, sementara salah satu istilah turunannya ditujukan kepada para guru yoga palsu yang berkeliling India yang mematikan rasa mereka sendiri dan berbaring di atas paku-paku, untuk tujuan yang tidak bisa diketahui dengan jelas; kecuali bahwa salah satu pandangan orang-orang yang melihatnya mungkin berharap bisa mengungguli mereka. Suku al-Fakir masih hidup di Arab Barat Laut dekat pemukiman nenek moyangnya di Khaibar, kota kuno untuk benteng kuat pada masa Muhammad. Suku Aniza mempunyai banyak legenda, salah satunya terkait dengan keharusan perkembangbiakan lahiriah mereka. Menurut cerita ini, Wail al-Fakir dan semua nenek moyang suku Aniza pada suatu "Malam Kekuatan" (kemungkinan malam kedua puluh tujuh dari bulan Ramadhan) melakukan suatu permohonan. Ia meletakkan salah satu tangannya ke tubuhnya sendin dan tangan satunya ke unta betinanya yang agung, lalu berdoa agar benih keduanya bisa berlipat ganda. Akibatnya seperti yang diceritakan kepada kita, suku Aniza itu sekarang ini menjadi subur dalam kedua bidang itu, dengan kekuatan sekitar 37.000 orang dan sekitar satu juta ekor unta. Mereka juga mempunyai kesuburan yang semakin kuat. Tradisi mereka juga telah berubah ke dalam berbagai kepercayaan dari sistem peribadatan ini yang bergantung pada keanggotaan suku Aniza. Saat ini mereka banyak tinggal di gurun Syria, karena mereka telah berjuang memperoleh pemukiman di sana lebih dari dua abad dan berakhir sekitar tahun 1600 M. Sistem peribadatan kelompok Maskhara yang terkait dengan nama mereka, paling tidak kembali kepada nama Abu al-Athahiyyah (748-kira-kira 828). Sebagai seorang pengrajin tembikar dan pemikir, ia merindukan kesembangan yang lebih sempurna antara kejayaan Baghdad pada masa Harun ar-Rasyid dengan perkembangan kemampuan batin manusia. Ia menyatakan hal itu kepada khalifah yang kemudian memberikan tunjangan hidup sebanyak 50.000 keping perak kepadanya. Ia menjadi seorang penulis dan meninggalkan sebuah kumpulan sajak mistik yang "mengangkatnya pada posisi sebagan bapak syair Arab suci". Setelah kematiannya, kelompok murid-muridnya, al-Arifin, memperingatinya dengan sejumlah cara. Untuk menandai sukunya, mereka mengadopsi kambing gunungyang asal-usulnya sama dengan nama kesukuan (Anz, Aniza). Obor di antara tanduk kambing ("setan" di Spanyol, sebagaimana hal itu terjadi pada masa berikutnya) menyimbolkan cahaya iluminasi intelek (kepala) "kambing", guru Aniza. Tanda kesukuannya (wasm) sangat mirip dengan sebuah anak panah lebar yang juga disebut kaki elang. Nama alternatif bagi Aniza adalah sejenis burung. Tanda ini -- dikenal oleh para pemikir sebagai kaki angsa -- menjadi tanda bagi tempat pertemuan mereka. Sebagian pengikutnya, terutama para gadis, ditandai dengan 20 6 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi sebuah tato kecil atau tanda lain sesuai dengan tradisi Badui. Setelah kematian Athahiyyah, sebelum pertengahan abad kesembilan, riwayat menyatakan bahwa sekelompok sektenya pindah ke Spanyol yang pada saat itu berada di bawah kekuasaan Arab lebih dari satu abad. Simbol-simbol dan berbagai kebiasaan yang terkait dengan afiliasi kesukuan itu tetap digunakan. Hal ini sesuai dengan praktek darwvis. Setiap guru mengajarkan suatu kebiasaan khas bagi sektenya dan berubah ketika sekte itu diambil-alih oleh guru lainnya. Tujuannya adalah memelihara perasaan kesukuan.3 Semua ini bukan berarti tidak ada sistem pemujaan yang lebih tua di Eropa dengan tipe serupa. Namun hal ini mungkin untuk memperlihatkan peniadaan bunyi silabel dari dua kata itu yang pada akhirnya menakutkan gereja Abad Pertengahan. Sejak saat itu ia tetap menjadi misteri menarik bagi setiap kalangan. Bahkan beberapa bagian ajaran para penyihir perempuan itu sangat dekat dengan syair Sufi Abad Pertengahan, terutama ajaran Sufi Ibnu Arabi, yang sedikit banyak perlu disampankan dalam bahasan ini. Sementara suku Quraisy adalah suku Arab paling mulia, dan klan tertinggi derajatnya adalah Bani Hasyim. Mereka dipandang berbeda, karena mereka adalah (asal) darah kenabian dan kebangsawanan. Meskipun demikian, suku yang hampir menyamai mereka adalah suku Aniza yang perkasa. Tiga penguasa pada saat ini (di jazirah Arab) berasal dari keluarga ini -- Raja Saudi Arabia, Syekh Kuwait dan penguasa Bahrain. Bahan ini menunjukkan tiga kemungkinan penting atau cara-cara dalam menilai dan menggambarkan berbagai pertemuan para penyihir Barat. Pertama, kita bisa menyebutnya sebagai keberlangsungan agama kuno (pra-Kristiani); kedua, pemasukan suatu pemujaan Spanyol Islam; ketiga, suatu perkembangan anti- Kristen: salah satu atau semuanya tentu saja bisa mengandung unsur-unsur luar. Para pendukung teori "agama kuno" telah menekankan segala sesuatu yang digunakan mereka. Bagi mereka, simbol tanduk berarti keberlangsungan suatu ritus perburuan atau kesuburan, di satu sisi berupa tarian, di sisi lain sebagai isyarat binatang. Para pengamat kependetaan menandaskan bahwa pesta itu adalah suatu sakramen terkutuk dan pemberian tanda itu (tato, dan lain-lain) adalah suatu pelecehan terhadap ajaran baptis, dan seterusnya. Seperti pemahaman kita yang berbeda-beda tentang permainan sepak bola, penafsiran itu bergantung kepada pengetahuan tentang apa yang sesungguhnya terjadi, bukan bergantung pada dugaan-dugaan kita bahwa karena sesuatu ditemukan di tempat tertentu pada waktu tertentu, maka Ia pasti sesuai dengan teori atau dugaan kita tentang apa yang sesungguhnya terjadi. "Setan, tanduk, bayi-bayi yang direbus" adalah sebuah versi. "Tuhan/dewa-dewi, tarian kesuburan, kerahasiaan untuk mempertahankan agama kuno" adalah versi lain. Versi ketiga adalah "simbol dari suku Aniza, gurunya dan berbagai halusinasi". Istilah "agama kuno" -- dua penyihir lainnya menerimanya sebagai suatu indikasi tentang asal-usul pra-sejarah dari sistem pemujaan itu -- adalah suatu ungkapan standar Sufi yang sering digunakan sebagai "kepercayaan antik", "agama kuno", 20 7 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi "tradisi kuno". Hal ini ditekankan oleh Sufi Spanyol, Ibnu Arabi, dalam puisi-puisi cintanya. Jika tradisi kuno itu benar-benar ada di Eropa sebelum abad kedelapan, ketika orang-orang Saracen (Spanyol Islam) menduduki kawasan tengahnya, maka tak ayal lagi bahwa ia telah berpenetrasi secara menyeluruh dalam aturan sistem politik, terminologi Sufi dan simbolisme kesukuan Arab dimana tingkat pengaruhnya berbeda-beda. Apa yang bisa kita temukan dengan ungkapan "kepercayaan antik", atau "tradisi kuno"? Terjemahkan kata "antik", "kuno" ke dalam akar tiga huruf QDM,4 maka kita akan mendapatkan makna puitik: QDM = konsep preseden (keutamaan). Beberapa kata turunan (musytaq) dari akar kata ini bisa kita temukan dalam setiap kamus Arab sebagai berikut: Qidam (QiDM) = keutamaan, keberadaan awal. Qidman (QiDMan) = tua, masa yang lama. Qadam (QaDaM) = tingkatan tinggi, keberanian. Qadam (QaDaM) = kaki manusia, langkah, tahapan gerak. Qadum (QaDUM) = kapak. Qadim (QADiM) = masa depan. Al-Qadim (AL-QaDiM) = Yang Maha Terdahulu (sifat Tuhan). Qaddam (QaDDAM) = ketua, pemimpin. Kata aneh ini mempunyai makna keabadian dengan pengertian bahwa ia memperlihatkan keabadian waktu. Padanannya dalam bahasa Inggris bisa jadi adalah kata precedence, yang mengandung makna "mendahului" (sehingga mengacu pada masa lalu) dan "bergerak ke depan". Kapak yang dibawa para pengembara darwis disebut qadum. Ada dua kata al-Qadim -- al-Qadim (Syekh, Pir) dari para Sufi dan al-Qadim (Tuhan). Dua kemungkinan ini, yang bermakna keabadian, di satu sisi manusia (pemimpin tarekat) dan di sisi lain sesuatu yang lebih tinggi (Tuhan), dimaksudkan untuk menyampaikan suatu konsep yang sangat pelik. Oleh karena itu, para Sufi sering dituduh meyakini bahwa para pemimpin mereka adalah Tuhan. Dengan menggunakan kata ini secara khusus dan puitis, mereka sebenarnya memperlihatkan bahwa ada dua versi yang mungkin diambil alih oleh istilah al- Qadim.5 Yang satu adalah guru yang memiliki berbagai kualitas tertentu dengan suatu sifat yang agung dan dekat dengan sifat ketuhanan yang mungkin bisa dilihat pada diri seorang manusia. Para Sufi maupun para penyihir menggunakan langkah pincang yang bersifat seremonial untuk mengungkapkan pengertian kata Arab qadam, maknanya langkah. Ada satu perbedaan penting dari versi Timur dan Barat. 20 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Di Timur, kata qadam (langkah, tahapan) diulang-ulang untuk tujuan penyampaian sandi-sandi rahasia. Sufi melangkah ke samping untuk mengingat-ingat akar kata yang sesungguhnya. Ketika ia melakukan suatu langkah pasti, baik sebagai suatu tanda pengenalan atau selama upacara, ia melakukannya untuk menegaskan penyampaian terus-menerus dari kata QDM. Dengan menerapkan kata ini dalam cara kerjanya, maka pembentuk ritual atau sistem password telah menjamin keberlangsungannya -- paling tidak di kalangan yang bisa memahami kata-kata Arab sampai pada tingkatan tertentu. Dalam pengalaman saya sendiri, ketika diajari metode membuat tanda langkah tertentu, saya diutus untuk mempelajari semua unsur kata dari pengertian "langkah". Dari kajian ini muncul kesadaran bahwa ia maju setapak demi setapak, bahwa ia bergerak maju ketika ia juga berasal dari corak kuno yang terbesar. Sangatlah jelas bahwa dalam penyampaian bentuk-bentuk lahiriah di negaranegara yang tidak berbahasa Arab, suatu penyesuaian kata-kata serupa tidak terjadi. Secara ideal, jika idea dari suatu agama kuno dengan suatu tujuan progresif diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh para penyihir atau apa pun namanya, mereka seharusnya memiliki kata semacam kata succeed. Kata sucession berarti "menyusul/datang kemudian", tetapi ia juga mengandung makna sesuatu di masa depan, sesuatu yang bisa diraih. Maka berbicara dari sudut pandang proses yang sedang digambarkan, pengertian kuno itu pastilah sudah dikenal dalam transisi Barat sebagai "penggantian".6 Perubahan dari suatu bahasa ke bahasa lainnya dimana isyarat kuno tetap ada, bertentangan dengan gagasan evolusioner dari para Sufi. Sifat metamorfosis inilah yang menyebabkan perkembangan Sufi sangat sulit dipelajari secara akademik. Singkat kata, hanya versi-versi hampir punah yang telah kehilangan mobilitasnya. Catatan kaki: 1 John A. Subhan, Sufism, Its Saints and Shrine, Lucknow, 1938, hlm. 1. 2 Di bawah kekuasaan Muslim Spanyol, ada sejumlah besar orang Syria di Spanyol. Hubungan Normandia-Syria niscaya telah berlangsung sejak tahun 844 M. ketika Sevilla dijarah. 3 Di antara para penyihir perempuan, ritual suku yang primitif diturunkan dari Aniza yang diliputi elemen Sufi. Induksi beruntun dari kaum Badui ke dalam kultus peribadatan hampir dipastikan bertanggungjawab atas pembalikan kultus demi tribalisme (rasa kesukuan). 4 Bandingkan dengan Asrar al-Qadim wa al-Qadam (Rahasia-rahasia Sufi tentang Masa Lalu dan Masa Depan). 5 Ada keanehan lain dari kosa-kata ini, yaitu sifat sugestif dan penuh makna dari kata-katanya. Kata-kata dalam bahasa Arab bagi seorang Sufi mempunyai kefasihan hebat. Kata-kata (Arab) itu sebenarnya mengandung makna yang memerlukan banyak penjelasan dalam bahasa lain. Oleh karena itu, kata-kata ini paling sesuai 20 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi untuk menyampaikan berbagai konsepsi ghaib. (Syekh al-Musyaikh, Tasawwuf al- Islami, London, 1933 [Islamic Sufism, oleh I.A. Shah], hlm. 39). 6 Para penyihir Swedia dari Mohra menyesuaikan konsep ini secara cepat ketika mereka menyebut pemimpin mereka sebagai "Pendahulu" (Antecessor). 21 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi MISTERI-MISTERI DI BARAT II: PERKUMPULAN KSATRIA Jika engkau masih terpecah-pecah, kurang mempunyai kepastian --lalu apakah perbedaan dengan apa yang engkau tetapkan? (Hakim Sanai, Taman Kebenaran Berdinding) Sekelompok Sufi tengah membentuk suatu perhimpunan yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan amal mereka bagi pengembangan manusia menuju pembebasan diri. Seperti semua kegiatan Sufi, amal mempunyai tiga bagian. Individu itu sendiri harus hidup pada tataran pribadi tertentu dan mereka memiliki ideal ksatriaan zaman Pertengahan sebagai formatnya. Selanjutnya, hal ini memberikan kesempatan bagi pembentukan elit yang bisa terlihat. Keberadaan clan kemunculan elit ini memenuhi fungsi kedua --yaitu dampaknya bagi kemanusiaan secara umum. Unsur ketiga, pengagungan terhadap guru diwujudkan dalam sosok "raja" Sufistik yang memimpin komunitas itu. Sebagai bentuk lahiriah, mereka memiliki jubah wool bertudung warna biru sebagai pakaian standar di kalangan Para Sufi. Untuk simbolisme warna, mereka mengambil warna emas dan biru, untuk menandakan esensi di dalam tubuh dan jiwa --matahari di langit atau "kilasan emas di lautan" sebagaimana dinyatakan tokoh Sufi Aththar. Satuan dasar dari Sufi adalah halaqah (perkumpulan/lingkaran). Dalam berbagai ritus peringatannya, mereka melakukan riyadhah atau gerakan-gerakan kolektif yang dikenal sebagai "tarian". Sebagai slogannya, mereka mengambil suatu motto Arab, (yaitu) tentang seorang pembawa piala (cawan). Motto ini diterjemahkan ke dalam cabang-cabang bahasa Persia dengan bentuk kalimat ber-nazham, dengan bunyi-bunyi yang hampir sama dengan motto dari Ordo Garter. Wali pelindung mereka adalah Khidr (Yang Hijau). Halaqah terdiri dari tiga belas orang. Ada dua alasan bagi penggunaan angka ini. Pertama, para Sufi ini ingin menekankan ajaran batin mereka sebagai ajaran yang sama dengan semua ajaran agama. Ia merupakan rahasia --pesan rahasia dari semua agama-- tentang arti penting pengembangan yang terorganisir. Dalam hal ini, agama lain yang paling terkait dengan para Sufi Muslim adalah Kristiani. Penerimaan identitas Kristen dan Islam diungkapkan melalui pembilangan sederhana. "Kesatuan" para Sufi dari tarekat Khidr yang menjelaskan simbolisme mereka, adalah sama dengan "tiga" tujuan praktis. Mereka membuktikan hal ini dengan menunjukkan bahwa kata Arab untuk "kesatuan" (ahad) --salah satu sifat Allah-- terdiri dari tiga huruf Arab, yaitu AHD. Oleh karena itu, tiga adalah satu, sebab perbedaan antara monotheisme dan Kristiani adalah satu dari segi terminologi. 21 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Tetapi dari manakah asal angka tiga belas itu dalam gambaran ini? Jawabannya sangat sederhana. Dalam notasi bahasa Arab, huruf Alif sama dengan satu, huruf Ha mempunyai notasi delapan dan huruf D sama dengan angka empat. Tambahkan semua angka ini dan hasilnya adalah tiga belas. Oleh karena itu, angka tiga belas menjadi angka penting bagi kelompok Sufi ini. Dengan cara berpikir seperti ini, maka halaqah selalu dikelompokkan menjadi tiga belas. Tiga belas orang laki-laki membentuk kesatuan. Organisasi ini dibentuk sekitar tahun 1200 M. Sekitar satu setengah abad kemudian (tidak seorang pun yang pasti tentang waktunya), sebuah organisasi misterius muncul di Inggris. Organisasi ini diilhami oleh raja itu sendiri. Anggotanya dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari tiga belas orang --satu kelompok di bawah Raja Edward III, kelompok lainnya di bawah Pangeran Hitam (Black Prince). (Simbol) warnanya biru dan emas, jubahnya wool bertudung, dan tujuan-tujuannya adalah ksatriaan lahiriah. Wali/orang suci pelindungnya adalah St. George, yang di Syria, dimana (sistem) pemujaannya berasal, disamakan dengan sosok Khidr yang misterius dari para Sufi. Dalam kenyataannya kelompok ini disebut dengan Ordo St. George, yang diterjemahkan langsung ke dalam ungkapan Sufi sebagai Thariqat Hadharati Khidr (the Order of St. Khidr) yang kemudian dikenal dengan nama Ordo Garter. Kata garter dalam bahasa Arab adalah sama sebagaimana kata untuk ikatan mistis Sufi, dan juga bermakna "asketisme keagamaan atau kebiarawanan". Kata untuk kesatuan dasar Sufi (halaqah) dalam ajaran Sufi bisa saling ditukar dengan akar yang sama dari mana kata garter diambil (musytaq). Catatan-catatan awal tentang Ordo Garter telah hilang. Spekulasi tentang turunan dan asal-usul dari Ordo Garter telah menggantikan sumber-sumber awal tersebut. Cerita menarik bahwa ordo tersebut dibentuk sebagai akibat dari seorang yang mencemoohkan sebuah ikat kaos kaki yang sesungguhnya, meskipun diabaikan oleh sebagian sejarawan yang serius, sesungguhnya mungkin memiliki dasar atau pijakan yang sangat menarik dalam kenyataannya. Mungkin bisa diingat kembali bahwa insiden ini diceritakan terjadi pada sebuah tarian. Jika kita melihat kenyataankenyataan dari sudut pandang kesejarahan Sufi, kita bisa menanyakan sesuatu yang mungkin tidak terjadi pada orang-orang lain. Jenis tarian apakah ini? Keseluruhan insiden tersebut tampaknya seperti suatu upaya untuk menghilangkan adanya suatu ritual tarian yang dalam beberapa cara telah terpotong dan harus dibenarkan. Sebuah versi yang telah diputarbalikkan tampaknya telah dituturkan kepada kita. Sebagai contoh, mengapa sebuah ikat kaos kaki diperlihatkan pada sebuah tarian, jika hal itu yang terjadi? Bisa jadi, karena ikat kaos kaki tersebut dipilih untuk menggambarkan "ikatan" ordo tersebut dalam bentuk visual, atau karena "beberapa ikat kaos perempuan telah terjatuh". Apakah slogan dari Ordo Garter, dan apakah ia memiliki hubungan dengan Tarekat Khidr? Sepintas, tidak ada hubungan antara "kehinaan bagi orang yang berpikir jahat tentang ordo tersebut," dan ungkapan rahasia "pembawa piala", jika kita mendekati masalah tersebut dari metode konvensional, maka kita tidak akan pernah melihat hubungan tersebut. Tetapi jika memperhatikan aspek "suara atau bunyi" dan bukan sekadar maknanya, maka akan segera muncul kenyataan yang 21 2 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi aneh. Versi bahasa Prancis dari slogan tersebut dan versi bahasa Arab serta Persianya hampir-hampir seperti menyuarakan kata-kata yang sama. Tetapi mereka yang telah membaca terjemahan-terjemahan dari syair-syair Sufi (dalam) bahasa Persia, dengan pembawa pialanya sebagai medium pencerahan Sufi, akan melihat hubungan tersebut. Proses pengadopsian suatu kata atau ungkapan asing ke dalam bahasa lainnya ditetapkan dengan baik dalam kesusastraan dan adat-istiadat. Terdapat berbagai contoh, dan bahkan sistem tersebut telah diberi nama, dengan didaftar atau dicatat pada kamus-kamus sebagai (sistem) Hobson Jobson, pujian keagamaan yang tidak ada putusnya di India, "Ya Hasan, ya Hussein," dalam bahasa Inggris diterima di bawah bunyi Hobson Jobson, suatu upaya dari para prajurit Inggris untuk meniru pujian tersebut. Kamus India standar bagi istilah-istilah Anglo-India, yang memuat banyak contoh proses (pengadopsian) tersebut, benar-benar disebut Hobson Jobson. Di Afrika Barat kata Arab al ghaita (peluit) telah diinggriskan menjadi alligator. Semua orang London akrab dengan nama sebuah kedai minuman tertentu, (yaitu) Elephant and Castle, yang pada asalnya dinamakan Infanta de Castile. Baru-baru ini di sebuah jalan di London, seorang sahabat Timur Tengah saya memberikan satu shilling kepada seorang pengumpul besi tua yang tengah mendorong gerobaknya. Orang tersebut mengulang-ulang dengan penuh semangat dengan nada datar dari seorang pedagang keliling, "Ada besi tua?" Bagi sahabat saya, cara orang tersebut mengeluarkan suara tidak bisa dibedakan dari teriakan darwis yang patuh dalam menyebut, "Oh Imam Reza!" yang diucapkan para darwis ratusan kali dalam sehari sebagai seorang darwis yang taat, yang bisa didengar oleh semua orang dari kejauhan. Nama Shakespeare kadang-kadang diubah secara tepat dan bisa diterima ke dalam bahasa Persia sebagai "Syekh Pir", yang bermakna "orang bijak kuno". Sebuah masyarakat dengan ungkapan-ungkapan rahasia, atau yang telah mengalami suatu interupsi selama ritual, pasti membutuhkan penjelasan bagi makna yang terkandung dalam suatu ungkapan "barbar", dan apa sesungguhnya datar bagi peningkatan suatu perkumpulan (ksatria). Terdapat sejumlah besar bahan lain yang menghubungkan dua gerakan ini, sebagian besar bahan tersebut bersifat pengenalan dan tidak bisa ditampilkan di sini. Meskipun demikian, mungkin bisa dikatakan bahwa suatu nama alternatif bagi cabang dari Tarekat Khidr adalah al-Mudawwira (bangunan bundar), yang terkait dengan istana Baghdad yang berasal dari Harun ar-Rasyid. Seluruh kota Baghdad dibangun pada tahun 762 M, dengan proporsi geometris tertentu berdasarkan pada roda. Kelompokkelompok Sufi tradisional, seperti orang-orang freemason dari Barat, menghubungkan pengabdian mereka dengan bangunan bundar ini. Mungkin hanya kebetulan bahwa Ordo Garter terkait dengan munculnya Meja Bundar itu, dan bahwa Raja Philip of Valois juga berkeinginan memulai suatu kelompok Meja Bundar yang baru. Sampai pada masa Edward VI (w. 1553), ordo itu menyebut St. George sebagai Bapak Orang Suci Inggris; meskipun hubungan tradisional dengan sebuah 21 3 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi perkumpulan (Ksatria) kembali kepada asal-usul Ordo Garter. Adalah mungkin bahwa dua ratus tahun setelah lembaga pertamanya, makna kata garter dipahami secara langsung karena kata ini menjadi nama sesungguhnya dari Ordo Garter. Perubahan secara terus-menerus dalam ritual dan jumlah ksatria pada akhirnya mengubah kesamaan Sufistik awal. Pada saat ini Ordo Garter masih merupakan lembaga terpenting dan paling membanggakan di Inggris. Bagi sebagian orang, adanya gagasan bahwa kemungkinan ordo itu berasal dari luar tidak bisa diterima. Meskipun demikian, mereka ini hanyalah orang-orang yang gagal menyadari bahwa apa pun asalusulnya, di Inggris lah ordo itu mencapai perbedaan terbesar dan mampu mempertahankan suatu deretan elit yang terhormat. Mereka yang telah mencari dalam Ordo Garter adanya hubungan dengan tradisi aneh dari para penyihir, mungkin tidak mencakup tanda sebagaimana yang mungkin diduga orang lain. Paling tidak, satu cabang dari sistem pemujaan pecahan di Inggris ini sangat dipengaruhi oleh penyebaran Spanyol Islam dengan tipe Sufi yang terselewengkan, dimana suatu gagasan "kekuatan magis" yang kabur telah menggantikan tema barakah. Ada alasan kuat yang sama bagi kelompok Sufi dengan menggabungkan unsur-unsur biru, emas, kemaharajaan, Khidr (St. George) dan perlindungan perempuan ke dalam formulasi mereka. Semua ini didasarkan pada sebuah kata tunggal dan manipulasinya, meskipun konsistensi serupa tidak bisa ditemukan pada Ordo Garter. Hal ini mungkin mendorong orang untuk menduga bahwa Ordo Garter merupakan penerjemahan sifat-sifat esensial dari kelompok Khidr, semua ini bisa ditemukan terangkai dalam akar kata KHDR. Unsur-unsur yang digunakan dalam susunan dan ritual-ritual dari kelompok itu semuanya ditemukan di sini: KHaDiR = menghijau (Islam sebagai induk dari kelompok itu). KHuDDiR Ia fi hi = ia mendapat berkah (Pemberkatan pada kelompok ini). KHiDaR, KHiDiR = St. George, Elias, Pelindung para Sufi, Khidr. AlKHuDRaT = lautan (lautan kehidupan dimana didalamnya Sufi menemukan kebenaran; lautan dengan Sufi sebagai ombak, banyak digunakan dalam syair; warna biru didalamnya adalah emas). AKHDaR = meragukan; perempuan yang baik (ksatriaan, merujuk pada generasi pertama ksatria Islam, dimana pada awal abad ketujuh Muhammad saw membentuk sebuah lembaga yang terdiri dari para laki-laki untuk melindungi kaum perempuan dan kafilah). KHaDRa = ketua suku. AlKHaDRa = langit, angkasa (di mana dari [arah] ini matahari muncul, isyarat lain bagi emas di tengah warna biru). 21 4 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi ALaKHaDiR = emas, daging dan anggur. (Unsur emas dari langit atau lautan --daging dan anggur yang merupakan persamaan umum dalam ritual Kristiani. Ritual Kristiani itu sendiri dipandang sebagai simbol totalitas dari seluruh perkembangan komunitas dan individu, sehingga sakramen-sakramen gereja bagi Sufi sekadar suatu bagian dari keseluruhan usaha sebagaimana yang disebutkan di atas). Lambang dari kelompok itu adalah pohon palem, yang diambil dari akar kita khadar, yang berarti memotong pohon palem. Pohon itu sendiri, sebagaimana dipahami di semua buku ini, mengandung makna barakah dan unsur dasar lainnya dalam Sufisme, dihiaskan pada jubah penobatan Hohenstaufen dari Raja-raja Sicilia dan Kaisar Roma yang Suci, yang dikenal memiliki kontak dengan Sufi. Masa Edward III di Inggris secara pasti telah menghasilkan perluasan unsur-unsur Saracenik ke dalam Eropa. Tarian nasional Inggris, the Morris, pastilah memiliki asal-usul ini. Cecil Sharp --pakar tarian rakyat Inggris-- telah menghubungkan tarian kaum Moor Eropa dan kemungkinan era masuknya ke Inggris. Tarian Morris --kemudian juga dinamakan tarian Moresc-- di Inggris, Le Morisque dan Morisco di Prancis, Moresca di Corsica ... semuanya memiliki kemungkinan berasal dari orang-orang Moor (Spanyol-Islam): tidaklah mengapa jika pada negeri kita sendiri hal itu menjadi bahasa Inggris sebagaimana (kata) "sarung tangan"... Belanda, sebagaimana yang dikatakan oleh Engel, juga terpengaruh. Sebenarnya penelitian yang rajin mungkin akan memperlihatkan bahwa dalam bentuk tertentu, tarian Morris dikenal di seluruh Eropa dan di luar Eropa. Sementara masa pengenalannya ke Inggris adalah tidak mungkin menentukan waktunya secara pasti, namun semua pakar merujuk pada masa Edward III. Mungkin ketika John of Gaunt kembali ke Spanyol adalah yang pertama ketika orang-orang Morris terlihat di Inggris.1 Tarian ini mungkin telah diimpor secara langsung dari orang Spanyol Islam pada masa-masa itu, namun mereka bisa ditelusuri pada berbagai persaudaraan Sufi jauh ke belakang. Penunggangan kuda kayu (Basque "zamalzain", dari bahasa Arab, Zamil az-Zain, kuda mainan2) hanyalah sebagian dari ritual Sufistik. Para penghibur ini bukan saja "sisa-sisa dari para penyanyi Arab", tetapi mereka juga mewakili para penyair lucu dengan berpakaian mencolok, berambut panjang dan wajah dicat dengan mempraktikkan ajaran-ajaran metafisis tertentu sampai saat ini di kalangan para Sufi. Kadang-kadang mereka menunggang kuda kayu, kadangkala dari rotan dengan berpura-pura bodoh sebagai "orang pandir di hadapan Tuhan". Salah seorang penunggang kuda kayu itu diwawancarai oleh Rumi dalam Matsnawinya. Ini berhubungan dengan BRSY (bruja: penyihir) dari para penunggang kuda Spanyol. Catatan Sufi pertama tentang perjalanan ajaran ke Inggris3 --seperti termuat dalam perjalanan-perjalanan Najmuddin (Bintang Agama) Gwats ad-Dahar Qalandar. Ia dilahirkan sekitar tahun 1232 atau mungkin lebih awal. Putranya atau penerusnya yang lain (Najmuddin Baba) "mengikuti jejak ayahnya" dari India ke Inggris dan Cina pada tahun 1338. 21 5 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Najmuddin pertama adalah murid dari Nizhamuddin Aulia dari Delhi yang terkenal dan telah mengirimnya ke Rum (Turki) untuk belajar di bawah bimbingan Khidr Rumi, Khapradari --sang Pembawa Cawan-- dari Turkistan. Perlu diingat, bahwa Tarekat Khidr (yang disepadankan dengan Ordo Garter) melakukan penghormatan kepada pembawa cawan sebagai slogannya. Cawan ini mempunyai kualitas-kualitas menakjubkan. Legenda mengatakan, bahwa darwis ini membawa penafsiran tanda Sufi hoo (yang ditulis seperti angka empat) --tanda kelompok Mason yang ditemukan pada bangunan-bangunan Gothik di Barat. Sebagai tambahan pembentukannya bagi suatu kerangka kerja "lingkaran empat persegi magis Sufi", ia juga digunakan oleh para pengikut Qalandar sebagai suatu diagram yang terdiri dari tiga posisi gerakan ibadah (berdiri, berlutut dan bersujud), yang mungkin merupakan padanan dari berbagai "instrumen" para pengikut Mason. Guru Najmuddin, Sayyid Khidr, adalah sahabat guru Sufi Suhrawardi (penulis Jalan Bunga Mawar, kadangkala disepadankan dengan Rosicrucian); sahabat Abdul Qadir, Mawar Baghdad dan sahabat dari ayah Jalaluddin Rumi (beberapa ceritanya ditemukan pada Chaucer, dan pada saat itu menulis tentang perjalanan ke Inggris tersebut). Demikian pula ia adalah sahabat guru Sufi lainnya seperti Fariduddin Shakarganj dan Shah Madar. Shah Madar mengajarkan kesatuan esensial dari semua agama terutama jalan esoterik dari Islam dan Kristiani. Ia mengikuti ajaran-ajaran Tayfuri dan rumusan Raja Ikan, Dzun-Nun al-Mishri, atau "si Hitam". Sementara Fariduddin Shakarganj berasal dari madzhab Chis(y)ti dan seorang bangsawan Afghanistan. Ia meninggal di India pada tahun 1265, di mana makamnya diziarahi oleh orang-orang dari semua agama. Keahliannya adalah pengobatan dan musik. Para musisi Chis(y)ti yang mengembara ke seluruh Asia dengan membawa seruling dan gendang mengumpulkan khalayak ramai dan menceritakan kisah-kisah dari makna Sufi, mungkin terkait dengan kelompok Chistu Spanyol atau Jester dengan memakai kostum yang sangat mirip. Para musafir Sufi yang disebut Qalandar dan Chis(y)ti pasti telah membawa tariantarian lain ke Barat, demikian pula prosedur-prosedur ritual ritmik dan hal ini sebagian terwakili pada penari Morris. Hugo of Reutlingen misalnya, dalam karyanya Weltchronik pada tahun 1349, yang dikutip oleh Dr. Nettl, berbicara tentang lagu dengan nada F mayor yang digunakan kelompok tarian yang "mengingatkan kita pada tarian Arab dari para Darwis."4 Catatan: 1 C. J. Sharp dan H. C. Macilwaine, The Morris Book London, 1907, hlm 15. 2 The Legacy of Islam, ed. Arnold dan Guillaume, Oxford, hlm. 372. 3 John. A. Subhan; Sufism and Its Saints and Shrines, Lucknow 1938, hlm. 311 dan seterusnya, kemungkinan mengutip Kitab al-Qalandaria, dimana dalam kitab ini perjalanan itu dijelaskan secara rinci. 21 6 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi 4 Paul Nettl, The Story of Dance Music, New York, 1947, hlm. 49. 21 7 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi MISTERI-MISTERI DI BARAT III: KEPALA KEBIJAKSANAAN Hari ini dan seterusnya, engkau habiskan waktu di tamanmu... Melupakan si kumbang malam, maka burung gagak adalah sahabat pilihanmu. Tetapi persahabatan semacam ini pastilah meninggalkan bekas pada jiwamu: Apakah engkau berpikir bahwa api akan padam, atau minyak dan air akan menyatu? (Divan of Bedil, terjemahan Johnson Pasha) Ketika mereka bertindak, para Ksatria Templar dituduh menyembah sebuah kepala, kadangkala disebut Baphomet atau Bafomet. Kepala ini dipandang sebagai sebuah berhala dan mungkin dihubungkan dengan Muhammad (Mahomet). Kepala itu digambarkan, tetapi tidak ada (bentuk) kepala yang secara positif bisa diidentifikasi sebagai salah satu (kepala-kepala) Bafomet ini. Kemungkinan karena bersandar pada sumber-sumber Timur kontemporer, para sarjana Barat akhir-akhir ini menduga bahwa Bafomet tidak memiliki hubungan dengan Muhammad, tetapi bisa jadi kata itu merupakan penyelewengan dari kata Arab abu fihamat (yang diucapkan Bufihimat dalam Spanyol Islam). Kata itu bermakna "Bapak Pemahaman". Dalam bahasa Arab, kata "bapak" (al-ab) bermakna "sumber, kedudukan utama", dan seterusnya. Dalam terminologi Sufi, kata ra's alfahmat (secara harfiah, kepala pengetahuan) adalah sebutan bagi seseorang yang telah melewati penyucian --perubahan kesadaran. Perlu dicatat bahwa kata "pengetahuan, pemahaman" yang digunakan di sini berasal dari akar kata Arab FHM. Selanjutnya FHM digunakan baik dari segi akar katanya dan kata-kata turunannya, yang bermakna "pengetahuan". Kata FHM dan kata turunannya bisa bermakna "hitam, penambang batu bara" dan lain-lain. Bafomet tidak lain adalah simbol untuk manusia sempurna. Kepala hitam, kepala Negro atau kepala orang Turki yang tampak sebagai tukang ramal dan tanda-tanda penginapan Inggris adalah kata pengganti tentara Salib untuk jenis pengetahuan ini. Mungkin perlu dicatat bahwa pengawal Hugues de Payen, pendiri (kelompok) Templar (bersama-sama dengan Bisol de St. Omer) pada tahun 1118 M, membawa tiga kepala manusia hitam. 21 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Penggunaan istilah ini, terutama tema "kepala yang mengagumkan", diucapkan berulangkali sepanjang sejarah Abad Pertengahan. Paus Gerbert (Silvester II) yang pernah belajar di Spanyol Islam, menurut riwayat telah membuat kepala dari tembaga, di antara banyak benda-benda "magis" lainnya yang menakjubkan.1 Albertus Magnus menghabiskan waktu tiga tahun untuk membuat patung kepala tembaganya yang terkenal itu. Thomas Aquinas yang pada masa itu adalah murid Albertus, menghancurkan patung kepala itu, yang (menurutnya) "berbicara terlalu banyak". Patung kepala itu kemudian muncul lagi. Perlu diingat bahwa para Ksatria Templar dan lulusan sekolah-sekolah magis Spanyol memiliki satu kesamaan disamping dicurigai telah melakukan bid'ah dan kekuatan-kekuatan sihir serta menjadi anggota berbagai organisasi rahasia. Mereka semua berbicara dan menggunakan bahasa Arab. Dengan bantuan bahasa pengantar ini, mereka bisa berkomunikasi satu sama lain, menyampaikan pesanpesan rahasia, membuat tanda-tanda (seperti kelelawar Majorca) untuk menggambarkan pesan tertentu. Kepala artifisial ini tidak dibuat dari kuningan. Ia bersifat artifisial karena merupakan produk "amal" dalam pengertian Sufistik. Tentu saja pada akhirnya ia merupakan kepala dari individu itu sendiri. Paling tidak seorang sejarawan bisa mendekati tanda itu ketika ia mengatakan bahwa "kepala itu mewakili daging dan darah, seperti kepala manusia biasa." Meskipun demikian, penekanan pada pernyataan itu membawa pembaca awam pada gagasan konvensional tentang artifisialitas. Seperti sebuah tujuan sulap yang baik, ia bisa mengalihkan perhatian dari cara pembuatan (patung) kepala dan kemungkinan bisa diduga bahwa "kepala" merupakan kata sandi untuk menghasilkan suatu proses pembentukan (bid'ah). Dalam bahasa Arab, kata "kuningan" dieja dengan Sufi, berhubungan dengan konsep "kuningan". "Kepala kuningan" merupakan homonim untuk "kepala emas" yang dieja dengan carayang sama. Kepala keemasan (sar-i-tilai) merupakan ungkapan Sufi yang digunakan untuk menyebut seseorang yang kesadaran batinnya telah "berubah menjadi emas" melalui riyadhah (latihan) dan amal Sufi sebagai suatu sifat yang tidak bisa dipaparkan di sini. Tiga kepala kebijaksanaan hitam, di atas perisai dari pendiri kelompok Templar, diperlihatkan di atas latar belakang emas --"Di atas emas, ada tiga kepala Moor yang hitam". Ungkapan, "Aku membuat kepala," digunakan oleh para darwis untuk menandakan pengabdian Sufistik mereka dalam riyadhah tertentu, bisa jadi telah dipergunakan oleh Albertus Magnus atau Paus Silvester, dan disampaikan dalam pengertian literalnya itu serta diyakini sebagai ungkapan untuk menyebut artifak tertentu. Albertus Magnus (dilahirkan pada tahun 1193) sangat menguasai kesusastraan dan filsafat Spanyol Islam serta Sufi. Sebagaimana dinyatakan Profesor Browne, ia telah melampaui kebiasaan dari para Orientalis Barat, karena "dengan berpakaian layaknya seorang Arab, ia menjelaskan ajaran-ajaran Aristoteles di Paris yang diambilnya dari karya-karya al-Farabi, Ibnu Sina dan al-Ghazali." 21 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Catatan: 1 Menurut riwayat dia telah memperkenalkan angka-angka Arab ke Eropa Utara pada tahun 991 dari Spanyol Islam. 22 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi MISTERI-MISTERI DI BARAT IV: FRANCIS ASSISI Meskipun engkau mengikat seratus benang --tali itu tetap satu. (Rumi) Semua orang mengetahui bahwa St. Francis Assisi adalah seorang troubador periang dari Italia yang telah mengalami konversi keagamaan dan menjadi orang Suci dengan pengaruh ajaib terhadap binatang dan burung. Menurut riwayat, para troubador merupakan peninggalan dari para musisi dan penyair Saracen. Sering diakui bahwa kemunculan dan perkembangan ordo-ordo biarawan pada zaman Pertengahan sebagian besar dipengaruhi oleh penetrasi organisasi Darwis Muslim di Barat. Dengan mengkaji Francis dari sudut pandang ini, kita mungkin akan menemukan fakta-fakta menarik. Francis dilahirkan pada tahun 1182, putra dari Pietro Bernardone, seorang pedagang barang-barang hiasan. Istrinya adalah Madonna Pica. Asalnya ia bernama Giovanni, namun ayahnya begitu terkesan pada Prancis (di mana ia banyak menghabiskan kehidupan dagangnya) sehingga "untuk rasa cintanya pada negeri yang baru saja ditinggalkannya", ia menamakan kembali anaknya dengan Francesco. Meskipun dipandang sebagai orang Italia, Francis berbicara bahasa Provencal, bahasa yang digunakan oleh para troubador. Ada sedikit keraguan bahwa ia merasakan dalam semangat troubador suatu kilasan tertentu yang lebih dalam dari penampilannya. Puisinya sendiri mirip dengan puisi cinta Rumi, sehingga seseorang tergoda untuk mencari keterangan yang bisa menghubungkan Francis dengan Tarekat Sufi Para Darwis Penari Berputar. Pada titik ini, kita menemukan cerita awal dari sejumlah cerita yang dipandang tidak bisa dijelaskan oleh para biografer Barat. Para Darwis Penari Berputar bisa mencapai pengetahuan intuitif (ilham) dengan melakukan gerakan memutar yang aneh dan dipimpin oleh seorang guru. Madzhab Rumi dari para darwis yang menari memutar itu berkernbang pesat di Asia Kecil dan pendirinya masih hidup pada masa St. Francis. Inilah cerita "berputar" yang menakjubkan itu: Francis sedang berjalan dengan seorang murid, bernama Masseo, melewati daerah Tuscany. Mereka sampai di persimpangan: satu jalan menuju ke Florence, yang lain ke Arezzo dan yang ketiga ke Siena. Masseo bertanya, jalan mana yang harus mereka tempuh. "Jalan yang sesuai dengan kehendak Tuhan." "Yang mana?" 22 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi "Kita akan mengetahuinya melalui sebuah pertanda. Aku perintahkan engkau, dengan kepatuhanmu, untuk berputar-putar seperti bocah-bocah biasa melakukannya sampai aku memerintahkan untuk berhenti!" Lalu Masseo yang malang itu mulai berputar dan terus berputar sampai ia terjatuh karena pusing. Kemudian ia berdiri dan melihat penuh iba kepada orang suci itu. Tetapi orang suci itu tidak mengatakan apa pun dan Masseo karena ingat sumpah kepatuhannya, mulai berputar lagi sebaik mungkin. Ia terus berputar beberapa kali, sampai ia beranggapan akan menghabiskan hidupnya dengan berputar, hingga akhirnya ia mendengar ucapan yang melegakan, "Berhenti, dan katakan kepadaku, ke manakah wajahmu menghadap?" "Ke Siena," jawab Masseo terengah-engah dan merasa bumi berputar-putar. "Ke sanalah kita harus pergi," kata Francis. Mereka pun berangkat ke Siena. Banyak bukti yang jelas bahwa Francis merasa sumber inspirasi troubador-nya berada di Timur dan bahwa ia terkait dengan para Sufi. Ketika ia pergi menemui Paus dan berusaha agar ordonya diterima, ia menggunakan ibarat yang menunjukkan bahwa dirinya niscaya sedang berpikir tentang pengabaian sebuah tradisi dan kebutuhan untuk membangun kembali realitasnya. Berbagai ungkapan yang digunakannya dalam ibarat itu adalah ungkapan-ungkapan Arab. Francis berbicara tentang seorang raja dan istananya, seorang perempuan yang diperistri sang raja dan putra-putranya yang tinggal di gurun. Paparan ini bukanlah berasal dari tradisi Kristiani, namun dari Saracen (Spanyol Islam). "Francis," kata Bonaventura yang mencatat pertemuannya dengan Paus Innocent, "datang dengan bersenjatakan sebuah tamsil. Ia bercerita, 'Ada seorang raja kaya dan perkasa yang memperistri seorang perempuan miskin namun sangat rupawan dari gurun. Sang raja sangat merasakan kebahagiaan bersamanya dan dengannya memiliki anak-anak yang memperlihatkan citranya dalam perkawinannya. Ketika putra-putranya dewasa, ibunya berkata kepada mereka, 'Putra-putraku, kalian jangan malu, kalian adalah keturunan seorang raja!.' Lalu ia mengirim mereka ke istana, setelah membekali mereka dengan semua perbekalan yang diperlukan. Ketika mereka bertemu sang raja, ia mengagumi ketampanan mereka. Melihat kesamaan dirinya dengan mereka, ia bertanya, 'Anak siapakah kalian?' Ketika menjawab bahwa mereka adalah putra dari seorang perempuan miskin yang tinggal di gurun, raja merasa sangat bahagia, 'Jangan takut, kalian putraku. Jika aku biasa memberi makan orang-orang asing di mejaku, maka aku akan memberikan yang lebih kepada kalian sebagai anak-anakku yang sah'." Tradisi yang mengatakan bahwa para Sufi adalah para pemeluk agama Kristen esoterik yang keluar dari gurun dan bahwa mereka adalah anak-anak dari seorang perempuan miskin (Hajar, istri Ibrahim a.s, karena asal-usul Arab mereka) sangat sesuai dengan kemungkinan bahwa Francis telah berupaya menjelaskan kepada Paus bahwa aliran Sufi mewakili Kristiani dari segi kelestarian ajarannya. Dalam pertemuan pertamanya dengan Paus, diceritakan bahwa Francis tidak banyak mengesankan dan diusir. Tetapi segera setelah itu, Paus bermimpi aneh. Ia melihat sebuah pohon palem tumbuh secara perlahan di kakinya sampai pohon itu 22 2 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi tumbuh menjadi tinggi dengan baik. Ketika ia memandang pohon itu dengan terheran-heran atas makna mimpinya, sebuah pancaran ketuhanan memasuki pikiran sang wakil Kristus itu bahwa pohon palem itu menggambarkan laki-laki malang yang telah diusirnya pada hari itu. Pohon palem adalah simbol yang dipergunakan oleh para Sufi, dan mimpi ini mungkin merupakan akibat dari penggunaannya oleh Francis sebagai kiasan selama audiensinya.1 Pada awal abad ketiga belas, Paus Innocent III, karena yakin terhadap kebenaran misi orang suci itu (Francis), mengijinkan pendirian Ordo Minor Brothers atau Ordo Franciscan. Nama Lesser Brethren (Saudara yang Lebih Kecil) dipandang menjadi suatu gelar yang didapat karena kerendahan hati yang saleh, mungkin bisa mendorong seseorang untuk bertanya-tanya, apakah ada suatu ordo yang dikenal sebagai Greater Brethren (Saudara yang Lebih Besar)? Jika ada, apakah mungkin ada hubungan di antara keduanya? Satu-satunya kelompok yang dikenal seperti ini yang merupakan orang-orang sezaman dengan St. Francis adalah kelompok Greater Brothers, sebuah sebutan untuk tarekat Sufi yang didirikan oleh Najmuddin Kubra, "Yang Agung". Hubungan ini menarik perhatian. Salah satu karakter dari guru Sufi Agung ini adalah bahwa ia mempunyai pengaruh yang aneh terhadap binatang. Gambar-gambar tentang dirinya menunjukkan dirinya dikelilingi burung-burung. Ia bisa menenangkan seekor anjing yang marah hanya dengan memandangnya --sebagaimana St. Francis dalam sebuah cerita terkenal pernah menjinakkan seekor srigala. Berbagai keanehan Najmuddin termasyhur di seluruh kawasan Timur enam puluh tahun sebelum St. Francis dilahirkan. Menurut riwayat, ketika St. Francis dipuji seseorang, ia menjawab dengan ungkapan berikut ini, "Dalam pandangan Tuhan, siapa pun tidak ada artinya." Diriwayatkan bahwa ajaran Najmuddin Kubra adalah: Al-Haqq Fahitn ahsan al- Haqiqah. (Kebenaran adalah yang bisa mengetahui Hakikat). Pada sekitar tahun 1224, yang terpenting dan ciri utama dari semua kidung St. Francis adalah gubahan: The Cantico del Sole (Kidung Matahari). Jalaluddin Rumi, pemimpin Darwis Penari Berputar dan penyair terbesar Persia, menulis beberapa syair yang dipersembahkan untuk Matahari, Matahari Tabriz. Bahkan ia menyebut sebuah kumpulan syairnya dengan "Kumpulan (Syair) Matahari Tabriz". Dalam puisi ini kata "matahari" berulangkali digunakan. Jika memang benar bahwa St. Francis berusaha menjadikan syair-syair (Rumi) itu sebagai sumber puisi troubador-nya, maka kita bisa menduga bahwa ia pernah mengunjunginya atau berusaha mengunjungi Timur. Kita juga menduga bahwa ia disambut baik oleh orang-orang Saracen jika ia memang bisa menemui mereka. Lebih jauh lagi, ia diharapkan telah menghasilkan puisi Sufistik sebagai akibat dari perjalanannya ke Timur. Sekarang kita bisa melihat apakah fakta-fakta ini sesuai dengan sejarah dan juga dipahami oleh orang-orang sezamannya? 22 3 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Ketika ia berusia tiga puluh tahun, Francis memutuskan untuk pergi ke Timur, terutama Syria yang merupakan jantungAsia Kecil di mana tarekat Darwis Penari Berputar didirikan. Karena terhalang oleh masalah keuangan, ia kembali ke Italia. Kemudian ia kembali pergi, kali ini ke Maroko. Ia berangkat bersama seorang teman dan melintasi seluruh Kerajaan Aragon di Spanyol, meskipun tidak seorang pun bisa mengatakan mengapa ia melakukan hal itu dan sebagian biografer benarbenar dibuat bingung. Spanyol sangat dipengaruhi oleh berbagai gagasan dan madzhab-madzhab Sufi. Ia tidak bisa mencapai Maroko karena sakit. Pada musim semi tahun 1214 ia pulang. Kali ini ia berangkat menuju Pasukan Salib, dimana pengepungan kota Damietta tengah berlangsung. Sultan Malik al-Kamil berkemah di seberang Sungai Nil --dan Francis pergi untuk menemuinya. Ia disambut dengan baik dan teori yang ada mengatakan bahwa ia pergi ke sana untuk mengkristenkan Sultan. Seorang sejarawan berkata, "Sultan bukan saja melepaskan kepergian Francis dengan kekaguman terhadap sifat-sifat luar biasa dari orang itu, tetapi menerimanya sepenuh hati, memperlakukannya dengan ramah dan memberikan jaminan keamanan yang memungkinkannya untuk datang dan pergi, dengan ijin sepenuhnya untuk mengajar murid-muridnya serta mengikat perjanjian bahwa ia akan sering mengunjunginya." Kunjungan kepada orang-orang Saracen ini, menurut dugaan para biografer, karena didorong keinginan untuk mengubah agama Sultan. Bahkan diceritakan bahwa, "dua perjalanan tanpa tujuan ini berakhir secara aneh dan mempengaruhi jalan hidupnya." Perjalanan-perjalanan ini akan menjadi aneh jika perjalanan tersebut bukan perjalanan seorang troubador yang tengah mencari akar-akar kehidupannya. Keinginannya untuk mencapai Maroko dikaburkan dengan kata-kata sebagai berikut, "Adalah tidak mungkin menceritakan apa yang terjadi dalam ceritanya yang tidak terkait itu yang mungkin telah mempengaruhi gagasan baru ini pada pikiran Francis." Pada masa itu, pasukan Saracen dan istana-istana para pangeran mereka merupakan pusat kegiatan Sufi. Hampir bisa dipastikan bahwa di tempat inilah Francis menemukan apa yang sedang dicarinya. Alih-alih mengubah agama para pasukan di kamp Muslim, tindakan pertama Francis dalam menyeberangi kembali Sungai Nil adalah berupaya mencegah orang-orang Kristen untuk menyerang musuh. Melalui isyarat yang lazim, hal ini dijelaskan oleh para sejarawan sebagai akibat mimpi orang suci itu tentang kehancuran yang akan menimpa pasukan Salib. "Peringatannya disambut dengan kemarahan, sebagaimana yang telah diramalkannya. Namun pada bulan November berikutnya, ramalannya itu benarbenar terbukti ketika pasukan Salib dipukul mundur dengan kekalahan besar dari tembok-tembok benteng Damietta. Simpati Francis dalam keadaan demikian niscaya terbagi, karena tidak mungkin ia melepaskan perasaan pribadi terhadap sikap Sultan yang toleran dan bersahabat serta menerimanya dengan sangat ramah." 22 4 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi "Kidung Matahari" yang diangkat sebagai puisi Italia pertama itu digubah setelah perjalanan Francis ke Timur, meskipun karena latar belakangnya sebagai troubador, tidaklah mungkin para biografernya mempercayai bahwa dirinya tidak menggubah puisi semacam itu sebelum karya ini: Adalah tidak mungkin menduga bahwa selama tahun-tahun ini (sebelum 1224, ketika ia menulis kidung itu), sebagai pemimpin para troubador muda di Assisi pada awal kehidupannya dan telah menyeberangi hutan serta padang, Francis menyanyi untuk dirinya sendiri setelah konversinya dan masih dalam bahasa Prancis, kidung yang niscaya tidak sama dengan kidung-kidung yang telah ia nyanyikan sepanjang jalan di antara para sahabatnya yang menikmatinya --kidungkidung yang bercerita tentang perang dan cinta-- adalah tidak mungkin bagi kita untuk menduga bahwa ini merupakan pertama kali pada masa akhir itu bahwa ia menciptakan kidung-kidung secara bersamaan untuk memuji Tuhan. Tetapi ditegaskan bahwa sajak-sajak mentah dan kasar ini merupakan awal dari puisi ketuhanan di Italia. Suasana dan lingkungan Ordo Franciscan lebih dekat dengan organisasi darwis dibandingkan dengan organisasi lainnya. Selain cerita-cerita tentang St. Francis yang diyakini sama dengan (cerita-cerita) para guru Sufi, semua jenis ceritanya bersesuaian. Metodologi khusus yang disebut "doa suci" oleh Francis, menunjukkan suatu afinitas dengan "dzikir" darwis, yang berbeda jauh dengan (gerakan) memutar itu. Pakaian ordo ini (jubah bertudung dan lengan jubah yang lebar) adalah pakaian dari para darwis Maroko dan Spanyol. Seperti guru Sufi Aththar, Francis mengubah jubahnya dengan baju tambalan. Ia melihat malaikat agung dengan enam sayap, sebuah kias yang biasa digunakan oleh para Sufi untuk mengungkapkan rumusan Bismillah. Ia membuang salib-salib yang dipakai untuk kekebalan diri oleh kebanyakan biarawan. Tindakan ini mungkin atau tidak sesuai dengan apa yang diceritakan. Tindakan ini mungkin menyerupai tindakan darwis yang secara seremonial menolak sebuah salib dengan kata-kata, "Anda mungkin mempunyai salib, tetapi kami mengetahui makna salib," yang masih diucapkan sampai saat ini. Secara kebetulan, hal ini mungkin asal-usul dari kebiasaan (ordo) Templar yang diisyaratkan oleh banyak saksi bahwa ksatria "menginjak-injak salib". Francis menolak untuk menjadi seorang pendeta. Seperti para Sufi, ia menyebarkan ajarannya kepada orang-orang awam. Demikian pula, bahkan seperti para Sufi, namun bertentangan dengan gereja, ia berusaha menyebarkan ajarannya kepada semua orang dalam bentuk afiliasi tertentu. Ini merupakan "kemunculan kembali di Gereja, karena ketetapan hirarkisnya yang sepenuhnya demokratis -- masyarakat Kristen, sebagaimana dibedakan dengan domba sederhana yang harus diberi makan dan jiwa yang harus diperintah." Apa yang mencolok dari aturan-aturan yang diletakkan oleh Francis adalah bahwa seperti para Sufi dan berbeda dengan kalangan Kristen biasa, para pengikutnya tidak berpikir pertama tentang penyelamatan mereka sendiri. Prinsip ini ditekankan berkali-kali di kalangan Sufi, yang memandang penyelamatan pribadi sebagai ungkapan kesombongan. 22 5 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Ia "memulai dakwahnya di mana saja dengan mengucapkan salam, yaitu --menurut pengakuannya telah diwahyukan Tuhan kepadanya--Assalamu'alaikum. Tentu saja ini adalah salam Arab." Disamping berbagai gagasan, legenda dan praktik-praktik Sufi, St. Francis mempertahankan berbagai aspek ajaran Kristen dalam ordo tersebut. Akibat dari pencampuran ini menghasilkan suatu organisasi (ordo) yang tidak sepenuhnya matang. Seorang komentator abad kesembilan belas meringkas perkembangan yang tidak bisa dihindarkan itu: Dari semua pencerahan selama enam abad selanjutnya itu, kita bisa melihat ke belakang dan menyaksikan Inquisisi membayang suram di balik jubah pendeta Spanyol dan melihat sekelompok rahib yang berjubah tambalan, para pengemis congkak dan kurang ajar, muncul di balik wajah asli Francis. Ini semua menjelaskan kepada kita betapa banyak kejahatan bercampur dengan kebaikan dan betapa musuh dari setiap kebenaran dengan cerdik telah mencampur biji tar dengan biji gandum. Catatan: 1 Thariqat (pohon kurma [palem]) merupakan kata sandi untuk "Sufisme". Lihat anotasi "Tarekat." 22 6 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi MISTERI-MISTERI DI BARAT V: AJARAN RAHASIA Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang beijalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal?" Tiba-tiba ia meniupnya. "Katakan kepadaku, ke manakah perginya --maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya." (Hasan al-Bashri) Apa pun menurut sebutan dari Timur maupun Barat, dengan suatu cara atau lainnya, kita adalah para pewaris berbagai kekuatan dan kelemahan filsafat Arab Abad Pertengahan. Salah satu kekurangan metode ini adalah upaya menerapkannya di luar bidangnya yang paling mencapai sukses. Tentu saja bidang ini adalah kumpulan, perbandingan, verifikasi dan penafsiran Hadis-hadis Nabi saw. Pengambilan teknik ini beserta tradisinya itu sendiri merupakan perluasan berbagai metode keilmuan yang diperoleh orang-orang Saracen sendiri dari para teolog Yunani Kristen, dan perluasan ini berlangsung cepat. Teknik bisa dipelajari dengan mudah, sebab teknik ini berarti mengumpulkan fakta-fakta dan menumpuknya satu sama lain dengan tujuan membentuk susunan yang lengkap. Ada faktor lain yang berdampingan dengan sistem ini di negeri-negeri Saracen, yaitu pembentukan madrasah-madrasah dan praktik keilmuan tertentu dimana guru, pengajaran dan murid, paling tidak dari satu pengertian, membentuk suatu kesatuan. Bagian dari metode ini tidak disampaikan tanpa perubahan, sebab metode ini tidak menyerahkan dirinya sendiri kepada pelembagaan, dimana format (dari metode tersebut) tengah berkembang secara cepat di Barat. Bahkan sebelum orang-orang Moor terusir dari Spanyol adalah kitab-kitab rnereka itulah yang paling banyak diterjemahkan, dan "jalur tunggal" pengetahuan ini diterima bersama-sama dengan bahan-bahan yang telah disaring dari sumber-sumber Mediteranian Timur yang lebih awal. "Kaleng untuk nanas diimpor, dan resep-resep ramuan didasarkan pada nanas kalengan itu. Pengembangan dan pengepakan nanas adalah sesuatu yang lain yang di semua kawasan hanya sedikit mendapat perhatian," ucap seorang Sufi modern tentang tema ini. Karena unsur pribadi dari seorang guru dengan berbagai pencapaian khusus bertentangan dengan kebutuhan dari sebuah organisasi yang berkelanjutan, maka konsep ini ditinggalkan. Metode ini dengan susah-payah tetap bertahan hidup di kalangan orang-orang independen yang sering disebut sebagai para penganut okultisme dan mengajarkan sebuah doktrin yang berbahaya bagi institualisme -- suatu ajaran yang tidak dapat diterima karena kebutuhan terhadap seorang guru paripurna, seorang guru yang mengetahui hal-hal yang tidak terdapat dalam bukubuku. Setelah kejatuhan Konstantinopel, bahan-bahan asli Yunani --lagi-lagi dalam bentuk buku-- menyediakan banyak bahan-bahan "jalur tunggal", lebih banyak 22 7 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi kasus-kasus buah nanas. Lembaga murid terikat pada konsep untuk mempertahankan lembaga kerahiban dan akademi, memandang produk-produk lanjutan dalam bentuk pribadi-pribadi agung karena kekaguman dan penghormatan. Tujuan dari lembaga ini sebenarnya bukan untuk menghasilkan orang-orang semacam itu. Mereka berpikir sebaliknya dan bukan untuk tujuan itu. Mereka dijuluki orang-orang suci. Ini merupakan fungsi organisasi keagamaan. Di sisi lain, gerakan intelektual mengkhususkan diri untuk menghasilkan lebih banyak intelektual dan pencerahan melalui penggunaan akal, mempergunakan sedikit banyak apa yang pada saat ini kita sebut sebagai rnesin, tetapi hampir dipandang sebagai sebuah bentuk penampilan suci, terutama karena nilainya yang baru. Orang-orang Saracen sendiri bukannya tidak bersalah dengan menyebarkan pendekatan intelektual secara murni, meskipun secara umum hal ini mereka pandang sebagai sebuah tahapan dan bukannya sebuah dedikasi. Jejak-jejak dari berbagai jenis pemikiran dan reaksi masih kuat kita rasakan. Ada (kalangan) skolastik taat, kalangan gei:eja saleh dan kalangan ilmuwan murni. Kemudian ada orang yang begitu membenci organisasi sehingga berlebihan menentangnya dengan menyerukan kembali kepada peramal yang tidak tahu bacatulis dan yakin bahwa seluruh kebesaran manusia dicapai dengan ilham. Sementara ilmu-ilmu psikologis dan ilmu-ilmu lainnya mengikuti dengan menunjukkan ketidaklayakan dari ilmu-ilmu lainnya. Dalam banyak kasus, hal ini telah menjadi suatu nada tunggal yang bisa merujuk pada perdebatan dari suatu gagasan tertutup dan memiliki sifat dogmatisme keagamaan dan semua dogmatisme lainnya. Bahkan dalam filsafat Arab formal (seringkali berarti Yunani), seringkali ada kandungan agung --nada-nada ajaran atau penekanan batin yang pengambilannya diabaikan oleh kalangan skolastik Barat dari tipe universitas. Di Timur, tradisi seorang guru dan para muridnya tetap berlanjut, disamping ada lapisan skolastisisme yang tipis. Sudah diakui bahwa "gerakan intelektual yang dicanangkan oleh Ibnu Rusyd (pada abad kesebelas) tetap menjadi faktor yang hidup dalam pemikiran Eropa sampai lahirnya ilmu eksperimental modern."1 Sejak abad kedelapan, orang-orangArab telah mengkaji dan menyesuaikan pemikiran Yunani dengan pemikiran mereka sendiri. Seperti orang-orang Barat pada masa selanjutnya, mereka semua bekerja berdasarkan buku semata-mata, dengan asumsi bahwa sebuah buku bisa memuat keseluruhan ajaran. Ibnu Rusyd menegaskan hak seorang pemikir untuk menyerahkan segala sesuatu pada kemampuan akal, kecuali hal-hal yang berkaitan dengan supranaturalisme. Ia adalah seorang dokter, komentator Aristoteles dan seorang astronom. Ia juga mempelajari musik, yang tertuang dalam sebuah monograf (laporan tertulis) yang diterbitkan berkaitan dengan komentar terkenalnya atas karya Aristoteles dan diajarkan di Paris, setelah disensor oleh gereja. Sarjana Cordoba ini dikenal sebagai Averroes di Barat dan ia mempunyai pengaruh luar biasa terhadap para pemikir Yahudi. Seperti gurunya, Ibnu Tufail, ia telah menurunkan suatu sistem Sufi yang sejalan dengan sistem filosofis yang diperbolehkan. Ibnu Tufail (di Barat 22 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi dikenal dengan Abubacer, sesuai dengan nama pertamanya, Abu Bakr) juga seorang ahli fisika, filosuf dan terutama seorang wazir di Pengadilan Granada. Ia menulis roman luar biasa yang berjudul Cerita tentang Hayy bin Yaqzan. Menurut para mahasiswa Barat, karya ini merupakan cikal-bakal dari cerita Robinson Crusoe. Sementara Alexander Selkirk sekadar berperan sebagai pelempar berita dengan menentukan topiknya. Karya ini didasarkan atas sebuah cerita dari Ibnu Sina (980- 1037), yang ajarannya hampir seluruhnya bersifat filosofis. Ia juga seorang dokter, filosuf dan ilmuwan. Tetapi Ibnu Sina sendiri mengikuti jejak filosuf besar lainnya, yaitu al-Farabi (Alfarabius), yang gagasan Sufistiknya telah dicap sebagai Neoplatonik. Ia meninggal lebih dari dari seribu tahun yang lalu. Semua nama ini adalah bagian vital dari warisan pemikiran modern. Menurut sebagian besar orang, reaksi menentang upaya-upaya Abad Pertengahan untuk membentuk suatu gagasan tentang kehidupan dan kreasi yang koheren tidak memberikan sesuatu yang lebih baik kepada kita selain kesiapan yang berlebihan untuk mempercayai segala sesuatu. Pikiran ilmuwan yang kritis, penuh keinginan terhadap penemuan, akhir-akhir ini diakui sebagai suatu sikap terlalu ambisius. Ilmuwan yang harus menjaga pikiran dan konsentrasinya terpaku pada suatu bidang kajian yang semakin menyempit, sebenarnya berada dalam keadaan rawan, dan sekarang ia mengakuinya. Ia justru terlalu terpusat atau terlalu lebur. Kadangkala perkembangan intelektualnya menang dengan mengorbankan penyesuaian emosionalnya. Bahaya ini telah lama tampak bagi para Sufi yang tertarik pada karya ilmiah. Salah satunya, Anwar Faris mengatakan: Latihan kembar identifikasi dan pelepasan berguna dalam melatih diri. Terlalu banyak identifikasi menghasilkan suatu atrophia (berhentinya perkembangan) pada kemampuan pelepasan. Fanatisme merupakan akibat wajar darinya. Seseorang akan terikat kepada sesuatu dan tidak bisa melepaskannya. Ketika Ibnu Sina menulis karya tentang mineral, ia biasa mengkaji dunia mineral secara umum dan khusus. Ia memusatkan pada contoh-contoh individual, kemudian melepaskan perhatiannya dari hal ini dan meluruhkan dirinya ke dalam keseluruhan. Demikianlah ia melakukan keseimbangan dengan konsentrasi dan pelepasan dari bidang-bidang lain untuk pemikiran dan hakikat. Obat superfisial dalam hal ini dinyatakan dalam ungkapan, "Insan Kamil", yang oleh orang-orang Moor dipandang sebagai suatu refleksi manusia sempurna dari segi batin. Joseph McCabe (The Splendour of Moorish Spain, London, 1935) merujuk pada penampilan lahir dari manusia yang terlatih dalam lingkungan Spanyolnya: ... semua, kecuali segelintir pujangga yang aneh, sekarang melihat bahwa garis utama kemajuan manusia terletak pada perluasan semangat ilmiahnya untuk seluruh kehidupan. Tetapi harus tetap diingat bahwa hal ini hanyalah sebagian dari ideal Arab tentang kehidupan. Bagi kebanyakan pemikir, tampaknya akan sia-sia mempersoalkan jika ilmu tidak mengandung bahaya tertentu dengan membuat manusia menjadi keras, serba perhitungan, terlalu rasional, dingin, tidak peka terhadap keindahan dan seni. Mahasiswa-mahasiswa mereka untuk bidang ilmu pengetahuan biasanya juga sebenarnya seorang penyair dan musisi. Bahwa ada suatu antagonisme antara kehidupan intelektual dan emosional, bahwa keduanya tidak bisa dilatih oleh orang yang sama, tampaknya menjadi suatu paradoks bagi mereka. 22 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Pandangan hidup ini, yang masih kurang bersifat Sufistik, secara luas tidak diadopsi oleh Barat yang baru bangkit. Pada masa pencerahan, ideal budaya telah diupayakan, tetapi tidak dalam bingkai tesis tentang perubahan mental, keseimbangan dan perluasan persepsi. Seni, berbagai kajian dan teori diadopsi secara parsial, dan dikaji, direproduksi bahkan dikembangkan. Visi batinnya hilang, dan dengan susah-payah bertahan pada berbagai tempat untuk dicemooh oleh kalangan skolastik dan pemuja seni murni yang tengah berjaya. Bahan-bahan itu dikaji dan dikembangkan dalam berbagai fragmen sebagai filsafat, astronomi dan kedokteran. Banyak sekolah yang tengah berkembang di Eropa Utara, di bawah tekanan atau pengawasan kalangan gereja yang ketat, merasa perlu menghilangkan berbagai sentimen non-Kristiani dari bahan-bahan ini. Hal ini semakin membatasi vitalitas dari bahan-bahan itu. Dari Sicilia, melalui "Para Sultan Baptisan" Jerman dari keturunan Hohenstaufen, Eropa Utara menerima suatu bentuk pengetahuan semacam ini, tetapi tanpa ragu telah diproses dengan cara serupa. Meskipun demikian hal ini tidak menghalangi pengambilan arsitektur Sufi bagi benteng Hohenstaufen yang besar maupun simbolisme Sufi pada jubah penobatan Raja Roger I. Tidak terlalu berlebihan untuk mengatakan bahwa mereka yang mempertahankan pemikiran Sufistik segera dicap sebagai penganut okultisme. Para penganutnya menerima tuduhan itu, akibatnya adalah suatu keyakinan yang terselewengkan atau tepatnya menyedihkan dalam praktik mursyid, pencerahan batin dan keberhasilan pribadi melalui okultisme. Roger Bacon mengutip "Rahasia-rahasia Hikmah Iluminis (Isyraqi)", sebuah buku Sufi karya Ibnu Sabin, yang bersesuaian dengan Frederick II von Hohenstaufen. (Hitti, op. cit., hlm. 587, 610). Sudah nasib Bacon untuk dianggap sebagai seorang okultis, bukan karena ajarannya sebagaimana yang diterima secara resmi, tetapi karena ia telah mengingatkan teori "transmisi hidup" terhadap mereka yang membenci dogmatisme. Oleh karena itu, mereka sendiri terlempar dalam pemikiran liar skolastik. Sekarang para pewaris spiritual mereka menerima label okultis dan masih mengembara --seperti bangsa Indian yang belum terjamah dan sesungguhnya menyebut diri mereka sendiri sebagai orang-orang buangan. Barat (yang semuanya berarti Gereja) telah mengambil apa yang dianggap diperlukan dan menutup pintu dengan apa yang tampaknya final. Buku-buku dibakar dan Spanyol mengklaim kembali atas keimanan yang benar (Kristen). Di sisi lain, dari ambang pintu itu tertinggal sekelompok orang, barang-barang dan berbagai gagasan aneh. Diantaranya adalah bahan-bahan untuk teka-teki di masa depan, tidak aneh bagi seorang Sufi --para troubador, permainan kartu, pantomim, masyarakat-masyarakat baru. Ada celah-celah pada pintu itu yang memungkinkan sesuatu keluar masuk, meskipun sangat kecil. Pada akhir abad kedelapan belas, Napoleon menjarah Mesir. Bersama pasukannya, Jenderal ini mendirikan Ordo Para Pencari Hikmah, oleh sebab itu dikenal sebagai Sufiyin --para Sufi. 23 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Bahkan dalam sebuah buku yang mungkin dengan tepat diberi judul The Melange (Bunga Rampai), ia menjelaskan bagaimana meletakkan sumber-sumber hikmah rahasia "piatu (orphan)" Barat diantara para ahli Timur. "Ini merupakan sumber mata air. Selama berabad-abad kita mengikuti sungai lebar tetapi berlumpur." Mengapa dan dengan proses apa sungai itu berulang kali berlumpur, pada akhirnya tampaknya dipahami oleh kalangan "Sufiyin", yang dalam mikrokosmos mengulangi nasib para pendahulunya --meskipun tidak melalui kesalahan mereka sendiri. Mereka beranggapan bahwa semua yang mereka butuhkan untuk diimpor ke Barat adalah doktrin dan metodologi itu, tanpa melalui guru. Hanya enam tahun setelah tanggal permulaan orde itu, "Penegasan dari Para Ahli Hikmah Prancis", mengakui kegagalan itu: "Kita harus menghentikan daripada melanjutkan secara berulang-ulang untuk mempraktikkan berbagai ritual, dan operasi yang tanpa kehadiran seorang guru, tidak bisa menghasilkan manusia sejati. Proses itu rumit dan hanya bisa dipahami oleh persepsi-persepsi superior terhadap kebutuhan. Rahasia yang dimiliki guru itu digunakan untuk menghasilkan dan mengembangkan perubahan kepada orang lain yang akan menggantikan tempatnya. Tanpanya, komunitas tidak bisa maju dalam arti sebenarnya, meskipun ia mungkin mempertahankan bentuk lahirnya." Paling tidak Ordo "Sufiyin" (Sophiens) itu telah belajar sesuatu. Fragmenfragmennya tampaknya tetap bertahan hidup dengan susah-payah, sebab beberapa tahun kemudian, menurut riwayat, hidup di India. Apakah pintu itu tertutup bagi kebaikan? Tampaknya demikian. Bukan saja Barat telah memiliki ilmu, seni dan bahan-bahan lain yang memadai untuk dimanfaatkan, tetapi mereka juga memiliki senjata propaganda. Perjuangan geo-politis dengan sangat baik digambarkan oleh Profesor Toynbee,2 digabungkan dengan mentalitas gerakan Salib, meneruskan untuk menodai segala sesuatu yang berbau Saracen; orang-orang Arab bukan saja dipandang sesat, kafir dan menyebalkan, tetapi juga kejam dan membahayakan. Barat mewarisi tradisi ini, yang secara mantap diperkuat oleh berbagai peristiwa. Pertama adalah bahwa orang-orang Arab Spanyol harus dipukul mundur dari perbatasan-perbatasan Prancis. Kemudian orang-orang kafir (Muslim) yang menguasai Tanah Suci (Jerusalem). Lalu orangorang Turki mempersiapkan diri untuk menggoncang gerbang-gerbang Wina. Mohammedanisme (Islam) menyatu dalam pikiran Barat yang menghadirkan suatu ancaman dan kejahatan yang harus dibendung dan diserang balik. Tahapan akhirnya dengan baik dimasuki oleh berbagai kepentingan misioner yang bertujuan mengalahkan Islam untuk kejayaan Gereja yang lebih besar. Keberadaan imperium Turki hanya membuktikan bahwa musuh kafir itu masih menjadi ancaman. Bagaimanapun, sedikit yang diketahui dari orang-orang yang dalam banyak kasus sekarang ini menjadi anggota dari komunitas-komunitas yang tergantung itu, apakah matahari terbenam atas mereka atau tidak. Hanya orang-orang aneh saja yang tertarik pada filsafat Timur. Orang-orang aneh bisa ditemukan dalam setiap komunitas. Apakah seseorang menoleh ke Turki atau menjadi pribumi? Bangsa yang tidak tahu kesehatan dan bahkan tidak menerima Injil serta bangsa terjajah tampaknya sulit untuk mengajarkan sesuatu. Bagaimanapun, biarkan mereka menata rumahnya sendiri. 23 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Meskipun ada orang-orang yang melihat di balik pandangan temporer tentang perkembangan manusia, meskipun mereka tidak akan pernah yakin bahwa lingkungan di mana mereka menemukan dirinya adalah juga bersifat temporer sebagaimana sekarang kita mengetahuinya. Proses itu dimulai secara dini, lebih awal dari yang bisa diyakini. Arus Sufistik telah bekerja. Kita harus kembali ratusan tahun silam ke Majorca untuk menemukan jejak kehidupan ganda yang dipimpin oleh para penganut mistik pada waktu itu tokohtokoh Kristen berperan ganda sebagai guru Sufi. Brother Anselm of Turmeda adalah seorang penganut mistik Majorca pada zaman kegelapan --dan seorang saint (orang suci) bagi kalangan Kristen. Tetapi ini jauh dari segalanya. Di kalangan orang-orang Spanyol Muslim, ia adalah Sufi (wali) Abdullah at Taijuman. Apa yang telah diajarkannya? Bukunya, Pertikaian Keledai dengan Brother Anselmo, merupakan suatu bentuk terjemahan harfiah dari sebagian Ensiklopedia Ikhwanush Shafa. Karena nama Arabnya secara harfiah berarti "Hamba Allah", "Sang Penerjemah", maka tidak ada alasan mengapa ia tidak berusaha menyebarkan ajaran-ajaran Sufi melalui penerjemahan. Seorang sarjana Spanyol modern (Angel Gonzalez Palencia, dalam Hispania, XVIII, 3 Oktober 1935) memberikan perhatian kepadanya dan menyebutnya el estupendo plagiario --tetapi pada Abad Pertengahan, pengetahuan tidak dipandang sebagai milik pribadipribadi, terutama pengetahuan yang diterbitkan oleh sebuah kelompok rahasia seperti Ikhwanush Shafa. Sementara hak salinan belum dikenal. Kaitan hidup antara ajaran Arab dan Kristen diteruskan oleh pribadi aneh lainnya, yaitu seorang pastor pembelot. Pada tahun 1782, Pastor Juan Andres, seorang Jesuit terbuang, menerbitkan sebuah buku terkenal Origen, progresos y estado actual de toda la literatura. Ia berusaha memperlihatkan hutang Eropa pada pengetahuan Arab-Spanyol. Ia menunjuk pada difusi ilmu, bahkan mengakui hutang St. Thomas pada sumber ini. Ia melihat bahwa puisi Spanyol muncul dari perkembangan bahasa Arab di Spanyol, termasuk roman-roman Provencal dan troubador serta bait lirik Italia, begitu pula perkembangan novel, fabel dan musik dari Alfonso the Sage yang berbahasa Arab. Bagaimana pemeluk Jesuit yang membelot itu mengetahui semua hal ini? Pada masa itu tidak ada dokumentasi yang tersedia untuknya. Meskipun demikian, dengan cara yang tidak bisa dijelaskan, ia menemukan fakta-fakta tentang warisan Arab --terutama di bidang tasawuf-- terhadap Barat yang pada masa berikutnya semuanya dipilah-pilah, hampir setiap pokok bahasan, sebagian besar melalui kajian berbagai dokumen Arab Spanyol. Bahkan kemungkinan asal-usul sistem Jesuit berasal dari madzhab-madzhab Fathimiyah di Mesir3 hampir tidak bisa bersandar pada persepsi yang diperlihatkan oleh mantan Pastor Andres, sebab ia bukanlah suatu madzhab Sufi. Apa ada suatu arus dari ajaran yang tersembunyi, suatu bentuk ajaran kuno yang telah disadap oleh penganut Jesuit buangan itu? Sebenarnya memang ada. Pengaruh Timur pada zaman kegelapan (Eropa) diserap dalam beberapa tingkatan. Yang terpenting adalah pengaruh dalam bidang teologi dan okultisme. Lully, Assisi, Scot dan puluhan tokoh lainnya mengajarkan versi teologis. Tetapi kita hanya perlu melihat sepintas daftar nama-nama termasyhur 23 2 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi dalam pencerahan okultisme Eropa untuk melihat apakah sifat dasar dari ajaran rahasia yang mereka turunkan, betapapun kacaunya bentuknya. Raymond Lully, menurut para pengamat okultisme, adalah seorang ahli alkimia dan orang yang tercerahkan. Menurut penganut yang taat, ia adalah seorang misionaris Kristen. Menurut tulisan-tulisannya sendiri, ia adalah seorang penyadur kitab-kitab dan latihan-latihan Sufi. Roger Bacon, seorang tokoh okultisme lainnya, menulis tentang pencerahan spiritual Sufi. Paracelsus yang mencoba memperbarui pengobatan Eropa, menghadirkan gagasan-gagasan Sufi. Ia juga merupakan salah satu tokoh dari para "ahli magis" dan alkimia. Geber (Jabir) adalah seorang Sufi Iraq yang sangat termasyhur --ia juga ahli alkimia. Ia dikenal sebagai guru okultisme. Tokoh yang juga tergolong dalam tradisi okultisme adalah Albertus Magnus, yang merupakan pemikir skolastik dan ahli magis, pernah belajar di sekolah-sekolah Arab dan telah mengilhami St. Thomas Aquinas. Beberapa Paus yang diduga sebagai ahli magis atau penerus suatu ajaran rahasia adalah lulusan dari sekolah-sekolah Arab --seperti Paus Gerbert, Paus Silvester II. Laurence, Uskup Malfi, dituduh telah belajar ajaran rahasia dari Silvester. Demikianlah proses tersebut berlanjut. Dalam organisasi-organisasi itu ceritanya sama. Jika Ordo Franciscan memperlihatkan asal-usul Sufi, demikian pula Ordo Rosicrucian dan Mason. Terminologi para penyihir kontemporer di Inggris mengandung ungkapan-ungkapan Arab yang tidak diterjemahkan. Penghormatan, "Blessed Be!" (Berkatilah) memang tidak begitu berarti, tetapi memberikan suatu contoh terjemahan langsung dari penghormatan Sufi, "Mabaruk basyad" --permohonan barakah terhadap seseorang atau majelis. Oleh karena itu, ajaran rahasia dalam setiap ungkapannya yang bisa kita ketahui, berubah menjadi sangat sedikit selain dari simplisitas bagi siapa saja yang memiliki kesabaran atau pengetahuan umum tentang apa yang ada di sisi pintu ketika ia tertutup, semuanya berabad-abad yang lalu. Disamping semua drama dan penemuan yang gempar, selalu ada kehidupan dalam setiap ilmuwan ketika getaran kesadaran tumbuh dalam dirinya. Mungkin ini merupakan akibat dari suatu pemikiran kecil yang bekerja dalam batin, dengan sabar mengumpulkan serpihan-serpihan informasi yang diabaikan, tiba-tiba menyeruak ke dalam cahaya yang menyilaukan. Para penemu, ilmuwan dan sejarawan merasakan pengalaman ini. Miguel Asin Palacios, pakar Arab Spanyol yang termasyhur, meskipun seorang Kristen yang taat, merasakan getaran ini ketika menggeluti karya madzhab Isyraqi (iluminis) dari para filosuf Sufi dan menyadari apa yang telah mereka berikan pada dunia --bahkan yang tertinggi mencapai dunia Katholik. Adalah pada abad kesembilan, Ibnu Masarra dari Cordoba mengajarkan kepada sekelompok murid pilihan apa yang ia ketahui tentang tingkatan tinggi yang mampu dicapai oleh kesadaran manusia. Dari permulaan-permulaan ini, para penganut Isyraqi menyediakan substansi bagi berbagai kiasan Dante; ajaran-ajaran dari madzhab yang dikenal sebagai kelompok Agustinian pada Abad Pertengahan; hikmah dari beberapa pendiri filsafat modern --Duns Scotus dan Roger Bacon dari Inggris, Raymond Lully dari Majorca, St. John of the Cross termasuk mereka yang 23 3 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi dianggap Suci. Solomon ibnu Gabirol, seorang pemikir Yahudi dari Malaga, mendasarkan karyanya Fount of Life pada karya Masarra. Selanjutnya, karya ini mengilhami madzhab Franciscan (Hitti, History of the Arabs, hlm. 580). Ketika ia semakin mendalami berbagai manuskrip langka yang terabaikan dan hampir-hampir tak tersentuh sejak pengusiran orang-orang Moor, kebahagiaan Profesor Asin semakin memuncak. Di dalam naskah Maghribi dari para Sufi Spanyol seribu tahun silam yang aneh dan kadangkala keras, bukan saja terkandung gagasan tentang filsafat Isyraqi --tetapi dalam banyak kasus, ia menemukan berbagai kutipan harfiah yang dikutip dalam karya-karya para mistikus dan filosuf yang namanya sangat terkenal di kalangan orang-orang saleh Eropa. Meskipun demikian, Asin tidak sendirian dalam penemuan ini, karena Profesor Ribera telah mencatat fakta-fakta ini, seperti pernyataan dari mistikus besar Majorca, Lully yang telah menulis karya utamanya "Kitab tentang Pecinta dan Kekasih", dengan menggunakan pola karangan yang biasa dipakai oleh para Sufi. Semua ini semakin terasa mencolok karena kaum Sufi Isyraqi termasuk Sufi paling masyhur, namun paling rahasia dari semua madzhab Sufi lainnya. Tokoh-tokoh intelektual agung seperti Suhrawardi, Ibnu Arabi dari Murcia dan al-Ghazali secara tegas menyatakan dalam berbagai karya umumnya, agar tidak menyampaikan data utama yang bisa mengantarkan jiwa manusia kepada transformasi sebenarnya dan menyempurnakan "Kimia Kebahagiaan", sebagaimana diistilahkan al-Ghazali. Keanehan itu menunjukkan bahwa kontradiksi antara gnostisisme dan agnostisisme sebenarnya bertemu dalam jalan Sufi, dan hal ini membingungkan orang-orang luar (eksternalis) yang berupaya menembus berbagai pengalaman dari madzhabmadzhab Isyraqi itu. Hal ini sampai sekarang masih membingungkan sebagian orang. Tetapi ada bukti bahwa pada tingkatan-tingkatan terdalam dari rahasia Sufi terdapat suatu komunikasi timbal balik dengan para mistikus Barat Kristen. Sementara pengaruh filsafat iluminis secara mendasar juga mempengaruhi Timur -- para penganut mistik Persia, Turki dan Afghanistan mengikuti para iluminis. Arkon Daraul (A History of Secret Societies, NewYork, 1962) telah memperlihatkan bahwa proses iluminisme sebagai tuan rumah bagi 'suatu rahasia di dalam suatu rahasia' berlanjut sampai saat ini. Kalangan iluminis Inggris, Prancis dan Jerman membentuk suatu masyarakat rahasia, kelompok Alumbrados Spanyol dan berbagai lingkaran perintis lainnya, tetap menyebarkan berbagai ajaran dari para sarjana Spanyol ini. Sebelum beralih pada pembahasan tentang apa itu iluminisme, kami akan membicarakan apa yang dikatakan oleh para pengikutnya tentang asal-usulnya. Di sini lagi-lagi kita menjumpai teori doktrin rahasia itu dalam perkembangannya secara utuh. Kitab rahasia Hikmah Isyraqi (Pencerahan) menyatakan, bahwa filsafat itu identik dengan ajaran-ajaran batin dari semua (filosuf) kuno --Yunani, Persia dan Mesir-- dan merupakan ilmu Cahaya serta Kebenaran terdalam. Melalui latihan spiritualnya, manusia bisa mencapai suatu maqam (status) yang pada keadaan biasa hanya bisa diimpikannya. Roger Bacon mengulangi penegasan ini berkali-kali. Dari dia lah gagasan itu disebarkan ke seluruh Eropa, yang melahirkan berbagai madzhab rahasia, beberapa 23 4 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi diantaranya murni sementara lainnya hanyalah gadungan. "Pengetahuan ini," ujar Bacon, "dicapai oleh Nuh dan Ibrahim, demikian pula para guru Chaldea dan Mesir maupun Zoroaster, Hermes dan para filosuf Yunani seperti Pythagoras, Anaxagoras dan Socrates --dan para Sufi." Suhrawardi yang menulis kitab rahasianya seratus tahun sebelum Bacon --atau lebih tepatnya Bacon mengutip karyanya, sebagaimana Baron Carra de Vaux telah memperlihatkannya (Journal Asiatique, XIX hlm. 63). Di antara liku-liku aneh dalam sejarah, kita mungkin bisa melihat Bacon dijuluki sebagai seorang Rosicrucian, penganut jalan Salib Mawar --suatu kesalahan penerjemahan dari ungkapan-ungkapan Sufi "Jalan Mawar". Tidak bisa dipungkiri bahwa para pemeluk agama yang fanatik dan lainnya akan menyerang balik para sarjana Barat yang menggali berbagai ajaran Sufi sebagai dasar kerja yang telah dikagumi dan disambut hangat selama berabad-abad oleh semua pemeluk Kristen ortodoks. Oleh karena itu, Asin menjawab (Obras Escogidas, I, Madrid, 1946) dengan semua penekanan yang ada padanya: "Sebuah tesis doktoral yang baru-baru ini diterbitkan --Character and Origins of the Ideas of the Blessed Raymond Lully, Toulouse, 1912-- karya Mr. Probost, dengan keberanian yang kekanak-kanakan, menyebut Menedez y Pelayo, Ribera dan saya sebagai pendusta dan romantik karena mempertahankan adanya pertalian Arab dalam sistem pemikiran Lully. Anak muda amatiran ini tidak mengetahui studi saya, Psychology Accordimg to Mohiedin Abenarabi (Psikologi menurut Muhyiddin Ibnu Arabi), yang diterbitkan dalam Actes du XIV Congres des Orientalistes tujuh tahun yang lalu, dimana di dalamnya saya telah memperlihatkan secara dokumenter salinan kiasan 'Cahaya-cahaya'." Bahkan pada masa itu, sebelum berbagai kajiannya tentang Iluminisme para Sufi tuntas, Asin telah siap dan ingin menunjukkan berbagai dokumen untuk membuktikan pernyataannya itu. Dalam karya orang-orang seperti Asin, pendulum itu berayun ke belakang dan pengaruh Sufi bisa dikenali. Tetapi adanya penemuan bahwa para pemikir Kristen menggunakan kitab-kitab dan cara-cara Sufi. Sementara terminologi Sufi itu telah menimbulkan berbagai akibat yang tidak bisa dihindari, yang dinyatakan dalam berbagai penjelasan dimana sekarang ini mengalir dari sel-sel skolastik modern. Sekarang dinyatakan bahwa Sufisme bisa menghasilkan pengalaman mistik yang sebenarnya, karena para Sufi mengagungkan Yesus. Lebih jauh lagi, Sufisme secara mendasar dipengaruhi oleh ajaran Kristen pada masa awalnya. Implikasinya adalah bahwa idea-idea Sufistik tidak perlu ditolak. Jika St. John of the Cross dan Lully bisa mempergunakannya, maka niscaya ada kebaikan tertentu padanya. Kalangan skolastik menelusuri kembali bagian dari keyakinan mereka dan menulis kembali sejarah mereka untuk mengungkapkan berbagai fakta yang tidak mengenakkan. Satu-satunya bahaya dalam kegiatan ini adalah bahwa, karena bahan-bahan baru diketahui, pembentukan sikap resmi kembali adalah suatu keharusan. Hal ini menjadi semacam latihan mental. Mereka yang tidak menganut keyakinan teologis yang kuat akan sibuk menelusuri kembali Sufisme dari "kebetulan-kebetulan" dalam doktrin-doktrin kuno. Kontak dengan para Sufi, yang terbukti sama sekali tidak menyeramkan, mendorong perkembangan menarik lainnya dalam pemikiran Barat, sebagai suatu 23 5 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi proses yang masih berlangsung. Perkembangan ini dengan tepat bisa diistilahkan sebagai pengakuan. Suatu kesadaran terhadap kesamaan pemikiran Sufistik dengan intuisi dari berbagai idea Barat telah membawa banyak orang kepada suatu titik dimana mereka memusatkan perhatiannya pada sistem tersebut. Melalui pemikiran Sufistik terungkap dua alasan --pertama karena dasar-dasar praktik Sufi inheren dengan pikiran manusia ("Hanya ada satu Jalan yang Benar") dan karena semua jenis pelatihan Barat merupakan benih-benih gagasan yang disampaikan para Sufi dari Spanyol, Sicilia dan di mana saja. Berbagai sentimen Sufistik Khayyam dan lain-lainnya yang hampir ternaturalisasikan di Barat, merupakan sumber lain dari penggabungan aliran ini. Kita memiliki berbagai aspek penggabungan tersebut dalam buku ini dan dipilih untuk menggambarkan hal itu bukan sebagai suatu penjabaran yang lengkap. Pengajaran dari satu akhir ajaran rahasia yang berkesinambungan itu, yang mana kitab-kitab filosuf hanyalah suatu bagian tanpa kunci, argumen-argumen tanpa aksi, disebarkan ke Barat melalui para Sufi Isyraqi Spanyol dan kemungkinan juga melalui Timur Dekat. Salah satu salurannya telah kita ketahui --dari Andalusia penyebaran idea ini telah ditelusuri oleh Asin dan para sahabatnya sampai kepada Roger Bacon dan Raymond Lully. Yang lainnya mengikuti jejak dalam karya Alexander Hales dan Duns Scotus. Ia telah melihat pengaruh yang menentukan terhadap kalangan skolastis Barat yang disebut sebagai Agustinian. Catatan tradisional tentang bagaimana dan dari mana ajaran-ajaran itu disampaikan, secara parsial terkandung dalam Kitab Hikmah Isyraqi (Pencerahan), yang ditulis oleh Suhrawardi sang martir (asy-Syahid). Ia hidup mulai tahun 1154 sampai 1191, seorang Timur yang tinggal di Aleppo dan dibunuh oleh kalangan ortodoks karena tekanan keponakan Salahuddin, tidak mampu mempertahankannya. Oleh karena itu, ia dikenal dengan nama Suhrawardi al- Maqtun (Suhrawardi the Murdered). Ia adalah salah satu guru Sufi terbesar dan madzhabnya mengilhami Dante sebagaimana telah ditunjukkan oleh Asin. "Syekh yang Terbunuh" itu tidak menurunkan teori Isyraqi dalam Sufisme dan tidak menurunkan tradisi silsilah para guru dari masa lampau. Tetapi dalam pengantar kitabnya, kita memiliki sketsa berbagai ajarannya tentang masalah ini. Semua salinannya dibakar, tetapi sebagian berhasil diselamatkan terutama di Timur. Sebagaimana hampir semua kitab Sufi, karya ini ditulis untuk memenuhi permintaan yang berulang-ulang, seperti yang ia nyatakan --ditulis untuk para teman dan sahabatnya. Filsafat selalu ada, dan selalu ada filosuf sejati di dunia ini. Berbagai perbedaan antara para filosuf kuno dan modern terletak pada bukti dan demonstrasi. Aristoteles adalah seorang guru besar, tetapi ia tetap bergantung kepada para pendahulunya. Diantaranya adalah Hermes, Aesculapius dan lainlainnya dalam rentetan yang sangat panjang. Mereka mungkin terbagi ke dalam berbagai tingkatan, sebagian lebih tinggi dari yang lainnya, sesuai dengan tingkat penalaran, pemikiran, kepercayaan, dan seterusnya. Arti penting filosuf begitu besar, sehingga jika ditemukan seorang filosuf yang benar-benar sempurna, maka ia adalah wakil Tuhan di bumi ini. Tetapi filosuf batin selalu lebih unggul dibandingkan filosuf skolastik. Tidak pernah ada suatu masa dimana seorang dalam Teosof (Arif billah) yang agung tidak hadir di dalamnya. Filosuf spekulatif tidak memiliki hak atau mengklaim kekuasaan. Kekuasaan ini mungkin bukan kekuasaan politik, tetapi jika hikmah dan kekuasaan secara material digabung, maka masa itu 23 6 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi akan tercerahkan. Akan tetapi filosuf mungkin akan tetap dikenal karena kebajikannya yang tulus meskipun ia memiliki kekuasaan di dunia ini. Bagi filosuf, yang terbaik adalah memadukan pandangan batin dengan pengalaman, dibandingkan dengan hanya menguasai salah satunya. Tidak seorang pun bisa mengambil manfaat dalam mengkaji Sufisme, kecuali jika ia telah membebaskan dirinya dari berbagai kebiasaan mental dalam filsafat formal. Orang yang belum berkembang semacam ini seharusnya hanya mengunjungi filosuf yang dikenal secara umum. Dalam Sufisme, persepsi tertentu harus dikembangkan dan pengernbangan selanjutnya bergantung pada persepsinya. Hal ini sejalan dengan metode skolastik dimana berbagai pengalaman dibentuk dan berbagai idea membentuk idea lainnya. Jika cara Sufi ini tidak diikuti, maka seseorang tidak bisa dipandang sebagai filosuf sejati. Ajaran-ajaran kuno Mesir dan Yunani berkaitan langsung dengan Sufisme, dan bersama ajaran-ajaran ini niscaya pengungkapannya harus mengambil tempat serta berhubungan dengan pengalaman, artinya pengembangan berbagai persepsi dalam Sufisme. Terminologi dari para penganut iluminisme menunjukkan bahwa teori itu mencakup hikmah kuno dari bangsa Semit maupun Persia. Oleh karena itu, ia menunjukkan tema kesatuan esensial dalam filsafat "Tunggal" pada tataran teori dan praktik. Dalam skolastisisme formal, pembagian (atau tepatnya pembedaan) antara akal dan inspirasi niscaya begitu penting sehingga bagi pembaca yang belum tahu pada awalnya sulit untuk memahami bahwa kedua hal itu dipandang tidak bisa dipisahkan jika ingin mencapai kebenaran menurut madzhab iluminisme itu. Oleh karena itu, Sufi menekankan bahwa langkah kesadaran ini harus dilakukan. Catatan: 1 Profesor Philip Hitti, History of the Arabs, hlm. 584. 2 A. J. Toynbee, A Study of History, Vol. III: Masa-masa kepahlawanan -- Kontakkontak Antar peradaban dalam Ruang, Oxford, 1956, hlm. 216 dan seterusnya, di bawah sub-bab "Pengepungan Dunia Islam oleh Barat, Persia dan Tibet". 3 Berbagai korespondensi itu tercatat dalam karya otoritatif Ameer Ali, Short History of Saracens. 23 7 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi HUKUM YANG LEBIH TINGGI Ada tiga tanda-tanda kedermawanan sejati: tetap tabah tanpa menolak, memuji tanpa merasa dermawan, dan memberi sebelum diminta. (Ma'ruf al-Karkhi) Salah satu hasil yang paling menarik dari kesusastraan Sufistik Barat adalah puisi panjang the Kasidah, yang ditulis oleh seorang pengembara Sir Richard Burton seratus tahun yang silam. Ia sendiri adalah seorang Sufi dan "kasidah" ini digubah pada perjalanan pulangnya dari Mekkah. "Kidung tentang hukum yang lebih tinggi" yang muncul dalam edisi-edisi kecil itu telah membangkitkan minat yang besar. Bahkan Lady Burton yang tidak terlalu simpatik terhadap keyakinan heteredoks suaminya itu mengakui bahwa dirinya telah membacanya berulangkali dan selalu berlinang air mata karena terhanyut maknanya. "Bahkan jika sekarang aku membacanya, ia akan lebih membuatku kurus. Ia biasa menjauhkannya dariku karena ia begitu mengesankan bagiku." Tentu saja puisi tersebut merupakan gubahan berat dan sarat dengan ajaran Sufi. Dalam prakata untuk kasidah tersebut, Burton menyebut dirinya sendiri sebagai "penerjemah", dan menisbatkan karya tersebut kepada seseorang yang bernama Haji Abdul Yazdi. Ia merangkumnya sebagai berikut: Prinsip-prinsip yang mengabsahkan istilah tersebut, yaitu Hukum yang Lebih Tinggi, adalah sebagai berikut: "Penulisnya menegaskan bahwa kebahagiaan dan penderitaan dibagi dan disebarkan di dunia ini." "Dengan tetap menghargai orang lain, ia menjadikan pelatihan diri sebagai tujuan tunggal yang bisa menentramkan kehidupan manusia. "Ia menyatakan bahwa rasa cinta, simpatik dan rasa welas asih sebagai pemberian Tuhan merupakan kebahagiaan tertinggi manusia." "Ia berupaya untuk menunda keputusan dengan kecurigaan yang layak terhadap 'fakta-fakta yang ada, takhayul-takhayul yang tiada berguna'." "Akhirnya, meskipun tampaknya merusak, secara esensial ia bersifat membangun kembali." "Hanya pengagum Omar Khayyam yang bisa menulis Kasidah tersebut," ucap Justin Huntly McCarthy. Bahkan menurut Lady Burton, puisi tersebut ditulis delapan tahun sebelum Fitzgerald memperkenalkan Omar Khayyam kepada Burton, Swinburne dan Rosetti. Tentu saja faktor yang menyebabkan kedua penyair tersebut sama adalah karena keduanya sama-sama Sufi. Meskipun hanya beberapa ratus salinannya yang muncul, Kasidah tersebut (Gemerincing Bandulan Unta) dimasukkan ke dalam biografi Lady Burton tentang "Sarjana ahli ketimuran terbesar yang pernah dimiliki Inggris namun dilupakan". 23 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Akibatnya karya tersebut menjadi sangat terkenal dan niscaya mempunyai pengaruh besar terhadap mereka yang mempelajarinya. Dengan meringkasnya, Isabel Burton memperlihatkan bagaimana garis-garis besar pemikiran Sufistik bahkan bisa mempengaruhi seseorang yang taat menganut Kristiani dan tidak simpatik terhadap komitmen penulisnya: "Ini merupakan puisi dengan kekuatan yang luar biasa, tentang alam dan nasib Manusia, bersifat anti-Kristiani dan Pantheistik. Begitu banyak kekayaan pengetahuan Ketimuran secara langka bisa dipadatkan menjadi begitu kecil layaknya sebuah kompas." Apa yang telah dilakukan Burton adalah mengulas metode-metode pemikiran Barat, teori-teori dan filsafat-filsafat modern dalam bentuk syair dari sudut pandang Sufi. Selebihnya (seperti Omar Khayyam) ia mengajukan pertanyaanpertanyaan kepada dirinya sendiri, tetapi ia tidak memberikan jawaban secara pasti. Ini merupakan teknik dari pengajaran Sufi yang mengajukan pertanyaanpertanyaan dan kemudian menunggu, untuk melihat apakah para pendengarnya akan mencari penjelasan atau tidak. Pesan Sufi memiliki sebuah arti bagi para pemikir Barat dan bahkan diakui sebagai esensi dari kehidupan Burton. Kehidupan Burton digambarkan sedemikian rupa oleh seorang pengagumnya: "Bagiku, raison d'etre-nya yang besar adalah kasidah 'Gemerincing Bandulan Unta'. Adalah sulit menilai sesuatu pada kejutan pertama dari kekaguman, tetapi bagiku tampaknya ia layak disejajarkan dengan puisi-puisi terbesar di Bumi dan di hadapan segalanya " Ia merupakan puisi panjang, sebanyak dua puluh halaman dan merupakan suatu ulasan penulis terhadap orang yang diduga bernama Haji yang mana terhadapnya ia memperlakukannya sebagai seorang ayah dan (untuk itu) lebih panjang. Burton mengikuti metode para guru Sufi dalam catatan-catatannya, dan ini merupakan bagian dari karya tersebut yang dengan sangat jelas memperlihatkan bahwa Burton mencoba untuk memproyeksikan ajaran Sufi di Barat. Sampai pada tingkatan ini ia harus dipandang sebagai bagian dari proses yang telah berlangsung --pertukaran antara Timur dan Barat yang dikaji dalam buku ini. Dalam Sufisme ia menemukan suatu sistem aplikasi bagi keyakinan-keyakinan manusia yang salah jalan, "yang akan membuktikannya semuanya benar, dan semua salah; yang akan menyatukan perbedaan-perbedaannya; akan mempersatukan kepercayaan-kepercayaan masa silam; akan menyebarkan masa kini, dan akan mengantisipasi masa depan dengan suatu perkembangan yang berkelanjutan dan tidak terputus". Hal ini harus melalui suatu proses "yang tidak bersifat meniadakan dan membedakan, tetapi sebaliknya, secara kuat bersifat positif dan membangun". Seperti semua Sufi, ia sering menggunakan metode dalam mendekati subyeknya dari sejumlah sudut yang berbeda dan kemudian meninggalkannya, membiarkan pembacanya untuk menyempurnakan proses tersebut. Alasan untuk hal ini adalah bahwa seorang Sufi hanya bisa dicapai dengan melewati tahapan kemuridan dan amal-diri (amal an-nafs). Yang terpenting, Burton yang menulis pada suatu masa ketika ilmu dan akal berada dalam luapan kegembiraannya yang luar biasa dengan penemuan-dirinya, menegaskan bahwa "terdapat hal-hal yang oleh akal atau instink manusia dewasa, dalam keadaannya yang tidak berkembang, tidak bisa dikuasainya; tetapi akal adalah hukum bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, kita tidak terikat untuk meyakini atau berupaya meyakini, sesuatu yang bertentangan dengan akal." 23 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Kasidah tersebut dibuka dengan gurun, kegelapan, para peziarah dalam perjalanan mereka ke Mekkah: Saat telah dekat, sang Ratu (malam) bergeser Surut 'tuk memerintah malam berikutnya; Bermahkotakan kilatan Bintang dan bersinggasanakan lingkaran cahaya kelabu. Malam telah lewat, sementara para pengembara tersebut mengalami berbagai emosi, dan Burton meninggalkan kafilah para peziarah tersebut, kehidupan manusia yang belum/tidak berkembang. Ia menyusuri jalan lain, Jalan Sufi: Teman-teman di masa mudaku, pada akhirnya berpisah! Kita berharap suatu saat kita bertemu lagi, Namun diri-manusia yang sama tidak akan pernah bertemu; waktu akan menjadikan kita sebagai orang-orang lain ... Pergilah, lenyaplah dari kehidupanku sebagaimana gemerincing bandul unta menghilang. Sekarang puisi tersebut berbicara tentang pertanyaan-pertanyaan abadi yang selalu diajukan manusia, ketakutan-ketakutan mengerikan yang mengepungnya. Ia mengutip Hafizh ("Puisi Cinta dan Anggur") dan Omar Khayyam, yang "ingin menceritakan akal mandul dan tua dari tempat tidurnya, dan mengawini putri- Anggur di persemayamannya". Dengan mengambil pencariannya terhadap tahapan yang lebih lanjut dalam gaya Sufi yang tipikal, ia memperlihatkan bahwa terdapat sesuatu yang masih lebih dalam di balik khayalan mereka: "... alangkah bodohnya seseorang yang mempercayai satu kata yang ia ucapkan!" Ia mengutip Sufi yang mengatakan bahwa seseorang yang mengetahui bahwa dirinya memiliki jiwa berhak untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang ini, dan ia memperlihatkan bahwa pesimisme yang seolah-olah tampak pada seorang Sufi kadang-kadang menyembunyikan sesuatu yang lain dan mengungkap absurditas keakuan: Dan inilah semuanya, karena kita dilahirkan untuk menangis dan sesaat kemudian mati! Maka lantunkan kidung kedangkalan yang hidupnya masih bekerja pada huruf "Aku". Penegasan Sufi tersebut membawa Burton kepada Yesus. Ia telah meratapi kesedihan dosa-dosa kita, mengapa secercah surga tidak diberikan kepada manusia? Mengapa telinga tidak pernah bisa mendengar dan mata tidak pernah melihat keindahan dalam kerajaan surgawi? Manshur (al-Hallaj), sang Sufi Syahid yang dipenggal lehernya di depan umum oleh kekuasaan tirani, sekarang ditempatkan berdekatan dengan Yesus dan mengatakan, "Akulah kebenaran! Akulah kebenaran ... mikrokosmos tinggal pada-Ku!" Manshur telah bersikap bijak, "tetapi lebih bijak mereka yang menghantamnya dengan lemparan batu." Makan, minum dan menikah merupakan sesuatu yang mungkin terdengar sangat baik, tetapi ini tidak memperlihatkan suatu pembedaan antara manusia dan babi. Sang asketik (zahid), betapapun fanatiknya ia, jawab Burton, ketika ia mengikuti 24 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi bumi, bahwa secara utuh ia percaya pada kehidupan yang akan datang, sekadar menyesuaikan diri dengan dunia ini. Betapa ia lebih bijak dari Musa (yang mengabaikan pahala dan siksa di masa datang), yang memperlihatkan keadaan masa datang --masa depan ketika ia tidak mengetahui masa lalu dan baginya, masa kini hanyalah impian. Sang Sufi sama sekali tidak menyukainya: Manusia, betapakali pahamnya engkau tentang Kehidupan? Namun selamanya terbungkus dalam kandungan, kuburan. Engkau terlalu banyak berbicara tentang Kehidupan yang Akan Datang. Surga dan Neraka engkau bicarakan dengn penuh kegembiraan. Perasaan tentang arti pentingnya seseorang, meskipun menurut Sufi mungkin diperlukan pada cara-cara tertentu, harus digerakkan kepada pemikiran yang benar, jika tidak maka manusia tidak ada gunanya --meskipun tampaknya ia tidak demikian bagi orang-orang yang tidak berguna. Dunia telah tua dan kau masih muda, dunia besar dan kau kecil; Wahai debu sesaat, berhentilah dari keserakahan! Bagian yang mengikuti teguran ini mengkaji pertentangan dalam pemikiran manusia tentang kehidupan, terutama tema kesedihan yang mewarnainya. Ilustrasi-ilustrasi diambil dari Hindu, Budha, Mesir kuno; penciptanya dipandang sebagai seorang manusia yang membesar, pembuat tembikar, penemuan, yang bermain-main dengan apa yang semata-mata merupakan sentimen manusia. Cara dunia ketuhanan bekerja atau berencana tidak bisa dijelaskan dalam bahasa manusia: Manusia, berhentilah menangis, bersedih, dan meratap; nikmatilah kecerahan mentari; Kita menari di atas tebing curam Kematian, tetapi apakah tarian tersebut berkurang keceriaannya? Dengan menyeleksi ucapan-ucapan dari para guru kuno, Sufi Inggris tersebut memperlihatkan bahwa semata-mata pengalaman hidup tidak mengajarkan apa pun. Budha dan Confusius dikutip dan Tuhan buatan manusia sekali lagi diserang. Adapun zahid dan agamawan yang bersahaja dan semata-mata menegaskan bahwa ia memilih memanggil Tuhan "Sang Pencipta", diserang oleh Sufi sang Pemenang Anggur tersebut. Suatu makhluk yang selalu berubah dan terbatas tidak bisa mengukur kedalaman-kedalaman Kekuatan tak terhingga dengan "kaki terikat". Gema Sufistik tengah merambah mendekati agnostisisme yang mana kadangkadang para Sufi dituduh melakukannya. Hanya di sinilah, pada bidang sempit antara keimanan dan kekafiran ini, kebenaran tersebut bisa ditemukan. Rasa takut kekanak-kanakan dari kemanusiaan yang hilang mencari Tuhan yang sesungguhnya, menjadikannya dalam citra mereka sendiri, kemudian "memohon Tuhan untuk melanggar hukum-hukum-Nya". Dalam satu bentuk atau lainnya kita menemukan Brahmana yang murung di India, ramalan-bintang Chaldea, Zoroaster yang dualis, Jehovah(nya) Yahudi --"Adon atau Elohim, Tuhan yang menghantam, sang Manusia Perang". Ia menyapu masa lalu dewa-dewa Yunani, kemanusiaan24 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi kemanusiaan yang adil dan lemah, kepada Odin dari Utara. Dengan melihat agama sebagai gerakan manusia yang tengah berkembang, Burton menyaksikan kematian Pan-Besar; sang Nabi Nazareth datang dan mengambil tempat duduknya di bawah matahari: "Pengabdian terhadap tuhan trinitas (the riddle god), satu adalah tiga dan tiga adalah satu.1" Dan, tentu saja, kepercayaan yang menyedihkan tentang dosa-warisan. Setelah Kristiani, Islam. OrangArab yang jangkung, pemakan kadal, menyapu negeri-negeri Jamshid, dan tradisi-tradisi kuno Persia yang agung telah pergi. Inilah j alan jalan dari agama-agama yang terorganisir: "mereka tumbuh, mereka berkuasa, mereka bertempur, dan (akhirnya) jatuh, sebagaimana gemerincing bandul unta melengking tinggi dan kemudian hilang menyeberangi dunia." Tidak ada yang baik maupun buruk, sebagaimana ia diukur dengan standar-standar yang biasa. Inilah yang ditegaskan Burton, tanpa tambahan penjelasan Sufistik seperti biasanya, bahwa apa makna sesungguhnya dari hal ini hanya bisa dialami kesadaran batin Sufi. Begitu ia dinyatakan dalam kerangka kata-kata yang terbatas, maka ia terkesan merusak. Tetapi ia menulis dalam genggaman nyala semangat Sufistik dan untuk itu ia memaksudkan dirinya sendiri kepada para Sufi semata. Ia menyatakan, yang baik bagi manusia adalah apa yang disukainya, yang buruk adalah apa yang membahayakan. Gagasan-gagasan ini berubah bersama tempat, ras dan waktu. Setiap kejahatan yang dulunya adalah sebuah kebajikan, setiap kebaikan yang pernah disebut dosa atau kejahatan. Baik dan buruk saling terjalin. Hanya Khizr (Khidr, sang Sufi paripurna) yang bisa melihat di mana yang satu mulai dan yang lain berakhir. Kalangan literalis yang mengklaim bahwa keadaan awal manusia adalah ideal, sekarang berada di bawah keganasan api; Burton mengambil amunisinya dari pengetahuan modern tentang evolusi. Sebelum manusia menjelajahi bumi, penderitaan dan aniaya adalah sifat yang berlanjut. Binatang primitif saling mencabik. Sebelum itu, bumi yang indah berubah membara panas dan membeku keras; matahari merupakan bulatan api yang berputar; bulan hanyalah bangkai batu yang dulunya bagian dari dunia. Manusia awal hanyalah makhluk polesan: Jubah pilihannya adalah bulu kasar alat pilihannya adalah lempengan batu. Hiasan terbaiknya adalah tato kulit dan lubang-lubang untuk menggantung ceceran tulang-belulangnya. Yang berjuang demi perempuan dan makanan yang bisa membangkitkan nafsu. Dan demikianlah Nafsu yang tumbuh menjadi Cinta kala Khayalan menyalakan api yang lebih murni. Manusia primitif belajar dari berang-berang dan semut bagaimana cara membangun; dan ketika ia mampu menguasai api maka sang penguasa binatang buas tersebut menjadi seorang penguasa manusia. "Kesadaran lahir ketika manusia telah merontokkan bulu, ekor dan telinga runcingnya". 24 2 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Warisan kebinatangan masih ada pada manusia dan ini bisa dilihat pada perilaku seseorang terhadap yang lain. Dalam penyelewangan sejarahnya yang dikenal, manusia tidak bisa menerima suatu penjelasan tentang dirinya sendiri atas dasar kepercayaan terhadap cerita-cerita dan fabel-fabel secara harfiah. Kemudian, jika tradisi tidak benar, apa yang benar? Apa yang kita pikir sebagai kebenaran sama sekali bukan demikian. Jenis kebenaran (seperti) ini bersifat berubah secara temperamental. Burton menjelaskan hal ini dalam komentarnya terhadap puisi "Haji", "Persepsi, jika bisa dipahami dengan benar, menghasilkan kebenaran obyektif dan universal; sementara refleksi dan sentimen, yang bekerja pada dataran moral atau bagian otak pusat dari para phrenologis, hanya memberikan kebenaran subyektif, bersifat pribadi dan individual." Kebenaran obyektif merupakan tujuan Sufi, dan jelas terlihat bahwa Burton mencoba menekankan kepada pendengarnya akan arti penting mencari kebenaran tersebut. Semata-mata teori, pengamatan-pengamatan yang diulang-ulang, tidak berarti apa-apa. Untuk itulah Burton berteriak kepada pendeta untuk membaptis yang mati, sebagaimana yang dilakukan kalangan Marcionite, dengan mengikuti pernyataan dari Paulus (Corrintinus I, XV, 29): "Apa lagi yang akan mereka lakukan dengan membaptis (orang) mati, jika yang mati sama sekali tidak bangkit? Lantas, mengapa mereka membaptis yang mati?" Kebenaran tidak bisa ditemukan dengan cara-cara yang umumnya digunakan untuk mencarinya: Ya, mungkin benar, tetapi (Kebenaran) tidak di sini, manusia harus mencari dan menemukannya di sana. Tetapi aku maupun engkau tidak bisa mengatakan di mana, dan ibu pertiwi pun tidak bisa mengungkapnya. Perjuangan menemukan kebenaran, dalam bentuknya yang sejati, sebagian dicapai tanpa melakukan perjuangan sama sekali. Inilah paradoks Sufi yang termuat dalam baris-baris berikut: Cukuplah berpikir bahwa Kebenaran itu bisa ada; marilah kita duduk di mana mawar-mawar berkembang; Sungguh ia yang tidak tahu bagaimana untuk tahu adalah juga ia yang tidak tahu bagaimana untuk tidak tahu. Bahkan makna keimanan itu sendiri oleh Sufi harus didekati dengan cara yang oleh orang kebanyakan terlihat sebagai cara yang aneh (eliptikal). Seperti gurugurunya, Burton mendekati hal ini dengan (sesuatu) yang tampaknya paradoks. Semua keimanan katanya, mengandung kepalsuan dan kebenaran. "Kebenaran adalah kepingan-kepingan cermin yang ditebarkan pada pecahan-pecahan yang sangat banyak; sementara masing-masing (orang) meyakini bahwa pecahannya yang kecil tersebut adalah keseluruhan (kebenaran) yang dimilikinya. "Jenis keimanan yang tidak mendorong manusia untuk mencari keimanan sejati begitu sering mandeg dan tetap karena ia (sebenarnya) semata-mata yang pada saat ini bisa 24 3 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi disebut pengondisian. Keimanan palsu ini tetap kokoh. "Mengapa? Karena khayalankhayalan bodoh manusia masih tetap ada dan akan tetap ada sampai manusia yang lebih bijak menertawakan mimpi-mimpi siangnya di masa mudanya." Ini sama persis dengan pemikiran Rumi, ketika ia bertanya kapan pendengarnya akan berhenti mengejar keindahan masa kanak-kanak. Sekarang tentang pembahasannya. Setelah Burton meninggalkan ajaran konvensional tentang jiwa, orang yang fanatik menyerang balik dengan kecaman keras atas materialisme, yang ia pikir merupakan sesuatu yang diperjuangkan oleh Sufi: "Huh!" ucap sang zahid, "kita tidak mampu menjangkau ajaran dari madzhab yang menjijikkan. Yang menjadikan manusia sebagai robot, akal sebagai sekresi, dan jiwa sebagai kata." Burton membiarkannya sejenak. Keimanan adalah akibat peristiwa kelahiran, keimanan yang biasanya dikenal manusia adalah hasil dari lingkungannya. Burton lagi-lagi menghadapkan satu pemeluk agama dengan lainnya; Hindu meremehkan (bangsa) Prancis; Muslim mengecam Polytheisme; orang Budha menyebut pemeluk Confusius sebagai anjing; Tartar menyatakan bahwa perhatian terhadap keadaan masa depan (akhirat) mengkhianati efisiensi dan tugas-tugas manusia di dunia. Dan Sufi menimpali: Anda semua benar, Anda semua salah," kita mendengar ucapan Sufi yang tak acuh, "Karena masing-masing meyakini sinar redup lampunya sebagai cahaya cemerlang matahari." Dengan melihat ke depan, karena ia tidak menemukan tanggapan dari orang-orang sezamannya, Burton mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa, setelah menyampaikan pesannya, di masa-masa mendatang ketika hikmah hinggap kepada manusia, "Gema-gema dari sebuah suara yang telah lama membisu akan segera membangunkan jiwa yang peka." Ketidaktahuan manusia atas kebodohan dirinya sendiri adalah musuh sejati. Ia harus mencari kebenaran dalam jalan yang benar, harus menyenangkan hati, "... berikrar melepaskan Mengapa dan mencari Bagaimana." Pergilah menempuh jalanmu dengan terang, jangan takut menceritakan kisahmu yang sederhana: "Bisikan-bisikan angin-Gurun; gemerincing bandul unta". Letupan Burton tentang aktivitas Sufi dalam Kasidah, yang diterbitkan enam puluh tahun yang silam, disejajarkan dengan terjemahan dan adaptasi Wilberforce Clarke terhadap (buku) The Gifts (Hadiah-hadiah). Kasidah ini menjelaskan pijakan dalam memperlihatkan bahwa filsafat darwis berbeda dari penilaian Barat yang biasa terhadapnya pada saat itu. Karya ini paling tidak memberikan dasar bagi kajian lebih lanjut terhadap gagasan-gagasan Sufi, jika bukan praktik-praktiknya. Dengan menghubungkan penilaian Sufi pada perasaan-perasaan Barat modern, Burton telah 24 4 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi mempersiapkan suatu jembatan dimana dengannya orang Barat yang (beriman) berpikir akan bisa menerima konsep-konsep Sufi esensial. Cartwright tetap meninggalkan sebuah buku yang sama pentingnya, sebuah buku dengan samaran roman semu-Ketimuran (pseudo-Oriental) yang menghadirkan beberapa pengalaman sejati menjadi seorang Sufi. Karena sistem kerja dan pemikiran yang menyeluruh dari Sufisme tidak banyak digunakan di Barat, dan karena prasangka atau perbedaan pemikiran, sampai akhir-akhir ini tampaknya sulit untuk "menaturalisasikan" dirinya dimana ia sangat dibutuhkan, diharapkan bahwa beberapa karya sastra asli yang bersifat Sufi bisa ditemukan pada bahasa-bahasa Eropa Barat. Buku-buku teks di Timur umumnya ditulis dalam bentuk puisi atau pujaan ketuhanan, dan bagian aktif dari pengajaran diberikan oleh seorang guru yang fungsi utamanya adalah benar-benar menjadi seorang guru, yaitu ada di antara murid-muridnya. Cartwright melakukan hal terbaik lainnya: ia menulis sebuah catatan tentang pengalaman-pengalamannya pada sebuah sekolah semacam ini. Buku The Mystic Rose from the Garden of the King (Mawar Mistik dari Taman Sang Raja) pertama kali muncul pada tahun 1899. Anehnya buku tersebut tampak seperti sebuah khayalan. Penulisnya adalah Sir Fairfax L. Cartwright, seorang anggota jajaran diplomatik. Buku tersebut dicetak ulang pada tahun 1925, dan didalamnya memuat dua sumber penting dari pengalaman-pengalaman Sufi bagi mereka yang bisa memahaminya. Bagian yang dicurahkan bagi cerita-cerita dimaksudkan untuk menguak tabir antara pemikiran biasa dan batin yang selalu bertanya tentang dirinya. Bagian lainnya menjelaskan serangkaian pengalaman batin, yang diberi nomer dan menggambarkan realisasi seseorang yang berbedabeda terhadap unsur ekstra yang mungkin dicapai manusia sebelum ia sampai pada titik dimana ia bisa menggunakan persepsi ini. Seperti Burton, Sir Fairfax merasa perlu menisbatkan, pada edisi pertama, hal-hal yang menyangkut buku tersebut kepada orang Timur, "Syekh Haji Ibrahim dari Karbala". Ia menggunakan khayal dan lingkungan Timur, karena buku ini benarbenar mencurahkan diri bagi proyeksi pemikiran Sufi melalui obyektivisasi isinya. Seperti cerita fabel pada awal buku ini, ia memungkinkan pembacanya untuk melepaskan dirinya dari asosiasi dan sampai tingkatan tertentu untuk ikut serta ke dalam realitas yang ingin disampaikan penulisnya. Pembaca tidak benar-benar berpikir tentang dirinya sebagai seorang darwis atau "raja Timur". Sampai tingkatan ini ia bisa dengan aman menikmati gagasan-gagasan dalam teori itu dan lebih dari itu ia akan menolak jika idea-idea tersebut ditampilkan dalam pola kebudayaannya sendiri. Buku ini bukan pengganti bagi pengalaman Sufi, tetapi ia memuat bahan-bahan yang disesuaikan dengan pikiran Barat yang mencoba memahami suatu cara berpikir, sementara dalam kebudayaannya kurang mempunyai dasar-dasar yang (bisa) disepakati. Gagasan bahwa pengalaman ekstatik (kebahagiaan spiritual) adalah identik dengan Sufisme atau mistisisme sejati dari jenis apa pun merupakan salah satu dari berbagai poin yang disanggah oleh Cartwright: "Orang yang merasa (akan) mencari pelipur lara dengan mabuk, tetapi mabuk mungkin bisa diakibatkan oleh anggur yang baik atau oleh anggur yang buruk; 24 5 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi anggur yang baik akan membawanya naik ke dalam suatu keadaan ekstase material dan membuatnya melupakan kesedihannya; anggur yang buruk akan menyebabkan keadaannya semakin buruk dari sebelumnya. Begitu juga dengan anggur spiritual; jika ia murni maka ia akan mengangkat sang murid yang meminumnya ke dalam ranah perenungan sempurna tentang kebenaran, tetapi jika ia palsu dan tidak murni, maka ia akan melemparkan jiwanya lebih jauh ke belakang dari titik yang telah dicapainya." Tamsil alkimia, sebuah cerita Sufi tradisional dimana didalamnya kerja besar peralihan (spiritual) dituntaskan, diberi bentuk baru dalam buku tersebut. Buku tersebut penuh dengan tamsil dan salah satu yang terbaik adalah adaptasi Barat terhadap "cerita tentang butir-butir pasir", yang tidak kehilangan apa pun dalam bentuk (lahiriah) yang ia berikan: Sebuah arus air yang gemercik mencapai sebuah gurun pasir dan ternyata tidak mampu menyeberanginya. Air tersebut lenyap ke dalam butiran-butiran pasir yang halus, semakin lama semakin cepat. Arus air tersebut berteriak lantang: "Aku tak mampu menyeberanginya, tetapi aku melihat sebuah jalan!" Ini merupakan keadaan murid yang membutuhkan seorang guru, tetapi tidak bisa mempercayai siapa pun, suatu keadaan manusia yang menyedihkan. Suara Gurun menjawab, dalam lidah alam yang tersembunyi seraya berkata: "Angin bisa menyeberangi gurun, begitu juga engkau bisa melakukannya." "Tetapi ketika aku mencobanya, aku terserap ke dalam pasir; dan meskipun aku melontarkan diriku ke gurun itu, aku hanya bisa menembus sedikit jarak." "Angin tidak membenturkan dirinya ke gurun pasir." "Tetapi Angin bisa terbang, sedangkan aku tidak." "Engkau berpikir dengan cara yang salah; mencoba terbang dengan dirimu sendiri adalah rancu. Biarkan Angin membawamu menyeberangi gurun." "Tetapi bagaimana hal itu bisa terjadi?" "Biarkan dirimu terserap ke dalam Angin." Arus air tersebut menolak karena ia tidak ingin kehilangan individualitasnya dengan cara seperti itu. Jika melakukannya, ia mungkin tidak eksis lagi. "Cara berpikir seperti ini," ucap sang Pasir, "adalah suatu bentuk logika, tetapi ia tidak merujuk pada realitas sama sekali. Ketika angin menyerap uap (air), ia membawanya menyeberangi gurun, dan kemudian membiarkannya jatuh kembali laksana hujan. Hujan ini kemudian menjadi sebuah sungai kembali." "Tetapi, tanya si Arus air, "bagaimana bisa diketahui bahwa hal ini benar adanya?" "Memang demikian dan engkau harus mempercayainya, atau engkau benar-benar akan disedot oleh pasir-pasir itu, dan setelah beberapa juta tahun akan menjadi kubangan." 24 6 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi "Tetapi jika itu benar, apakah aku akan menjadi sungai yang sama seperti keadaan hari ini?" "Bagaimanapun, engkau tidak bisa tetap menjadi arus air yang sama seperti sekarang ini. Pilihan tidak terbuka untukmu; tampaknya ia harus dibuka. Angin akan membawa esensimu, bagian terbaik dari dirimu. Ketika engkau menjadi sungai lagi di gunung-gunung di balik gurun tersebut, manusia mungkin akan memanggilmu dengan nama yang berbeda; tetapi engkau sendiri, secara esensial akan tahu bahwa engkau adalah sama. Sekarang engkau menyebut dirimu sendiri serupa dan semacam sebuah sungai hanya karena engkau tidak mengetahui bagian manakah dari sungai tersebut yang menjadi esensimu." Maka, Arus air tersebut menyeberangi gurun dengan menyerahkan dirinya ke jarijari Angin yang menyambutnya dengan hangat, mengumpulkan ke atas secara perlahan dan hati-hati, kemudian menurunkannya dengan lembut, ke puncakpuncak gunung di sebuah negeri yang jauh. "Sekarang," ucap si Arus air, "Aku telah memahami jati diriku." Tetapi ia memiliki satu pertanyaan, ketika ia semakin deras, terlontarlah pertanyaan itu, "Mengapa aku tidak bisa memahami hal ini melalui pikiranku sendiri; mengapa Pasir yang harus menyatakannya kepadaku? Apa yang terjadi jika aku tidak mendengarkan nasihat Pasir-pasir tersebut?" Tiba-tiba sebuah suara kecil berbicara kepada Arus air itu. Suara ini datang dari sebutir pasir yang halus, "Hanya Pasir yang tahu, karena mereka telah melihat hal ini terjadi; selain itu, mereka memanjang dari sungai ke gunung. Mereka membentuk garis penghubung dan mereka memiliki fungsi yang harus dijalankan sebagaimana segala sesuatu memilikinya. Jalan di mana arus kehidupan harus melanjutkan dirinya dalam perjalanannya telah tertulis di Pasir-pasir itu." Catatan: 1 Kata "riddle" merujuk pada penggunaan Sufi terhadap kata tsulatsi mujarrad (three-letter roots). "Tiga adalah satu" berarti, tiga huruf "AHD" secara bersama sama menghasilkan kata "kesatuan". 24 7 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi KITAB TENTANG PARA DARWIS Jika kau tidak mengerti hal-hal ini, tinggalkanlah, jangan bergabung dengan orang kafir dalam kepalsuan-kebodohan ... tetapi semua orang tidak memahami rahasia-rahasia Jalan tersebut. (Syabistari, Secret Garden, terjemahan Johnson Pasha) Jika memang ada buku-teks darwis standar, maka pastilah buku tersebut adalah "Hadiah-hadiah Pengetahuan" --Awarif al-Ma'arif-- yang ditulis pada abad ketiga belas dan telah dikaji oleh anggota-anggota dari semua Tarekat. Penulisnya, Syekh Syahabuddin Suhrawardi (1145-kira-kira 1235) dengan menguasai semua gabungan teori, ritual dan praktik di masanya, mendirikan sekolah-sekolah pengajaran yang dekat dengan istana Persia dan India, dan merupakan Imam dari para Imam Sufi di Baghdad. Kitab tersebut menarik bagi kita karena ia memaparkan tahapan-tahapan lahir dan awal yang mempunyai daya tarik untuk memahami kumpulan tulisan darwis, mempunyai muatan-muatan pemikiran dan amalan dasar dari para mistikus ini, dan (juga) karena Letnan Kolonel Wilberforce Clarke. Kolonel Clarke sendiri seorang darwis, kemungkinan ia anggota Tarekat Suhrawardiyah. Ia telah menerjemahkan lebih separo dari (kitab) Gifts (Hadiah-hadiah), untuk pertama kalinya ke dalam bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 1891. Dan sebagai penerjemah pertama dari Orchard karya Hafizh, Kisah Iskandar karya Nizhami dan Amalanamalan karya Hafizh, ia adalah pengikut yang baik dari tradisi para Sufi yang unik seperti Raymond Lully. Secara keseluruhan, karya Clarke bisa dianggap sebagai upaya untuk mempresentasikan pemikiran darwis kepada seorang pendengar Inggris yang mengira darwis sebagai orang gila dan bertemperamen sangat fanatik. Para darwis tersebut (sebagian) ada di Sudan. Mereka dianggap sebagai orang-orang biadab. Yang lain dikenal di Turki --tetapi tentu saja Turki lebih cenderung di luar batas tersebut. Clarke menjadikan teks-teks tersebut lebih up to date dengan kutipankutipan dari Sir William Jones, Malcolm, the Secret Garden karya Syabistari, Darvishes ("Para Darwis")-nya Brown dan bahan-bahan lain. Ia menyatakan bahwa Hafizh yang agung telah "disalahartikan dan disalahpahami" oleh penyair Emerson dan lain-lainnya. Ia tidak segan-segan mencetak kutipan-kutipan mereka semua untuk memperlihatkan kesalahan dalam terjemahan. Ia melakukan ini untuk meluruskan anggapan tentang Para darwis, bukan demi reputasi akademiknya. Ketika menyusun kembali bahan-bahan tersebut dengan mengerjakannya sedemikian rupa untuk merefleksikan, dengan informasi tambahan agar gambaran tersebut bisa dipahami oleh pembaca Inggris, Clarke mendapatkan penjelasan bahwa Sufisme sebagai suatu kegiatan semi-terorganisir dalam konteks Islam. Adalah sulit untuk melihat bagaimana hal ini bisa dilakukan dengan lebih baik, 24 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi karena kebutuhan yang menggejala di Inggris terhadap masalah-masalah keagamaan untuk bisa dihadirkan dengan cara yang serupa dari jenis praktik Protestan yang berlaku. Sekarang buku ini hampir tidak mungkin ditemukan. Ia menyatakan bahwa Islam melarang kerahiban (monastisisme). Orang-orang yang pada masa berikutnya dikenal sebagai para darwis, pada tahun 623, mengambil sumpah persaudaraan dan kesetiaan di Arab. Mereka memilih nama Sufi, yang bermakna wool (suf), saleh/suci (sufiy) dan makna-makna lainnya. Mereka ini merupakan inti dari Para Sufi Muslim, yaitu empat puluh lima orang Mekkah yang melakukan baiat bersama-sama dengan sejumlah yang sama dari Madinah. Praktik orang-orang ini diungkapkan dalam berbagai cara. Khalifah pertama dan keempat (Abu Bakar dan Ali) membentuk majelis-majelis khusus untuk melakukan latihan-latihan (spiritual). Hal ini sejalan dengan Uwais, pendiri tarekat pertama yang menekankan kehidupan yang ketat dan sederhana pada tahun 657. Bangunan-bangunan pertama didedikasikan bagi gerakan tersebut di Syria pada abad kedelapan Masehi. Sejauh itulah penyebaran ungkapan-ungkapan lahir dari Sufisme Islam. Clarke mencatat bahwa ajaran Sufistik serupa yang melihat Sufisme sebagai sebuah gerakan yang tidak terputus, menggunakan tamsil "anggur" untuk memperlihatkan perkembangan gradual dari ajaran tersebut sampai Ia menjadi wacana publik, sebelum kembali ke dalam wacana khas dirinya sendiri pada abad ketujuh belas. Hal ini dinyatakan dengan: Benih Sufisme telah ditaburkan pada nrasa Adam disesuaikan pada masa Nuh bersemi pada masa Ibrahim mulai berkembang pada masa Musa mencapai kematangan pada masa Isa, dan menghasilkan sari anggur pada masa Muhammad. Dengan mengutip serangan-serangan yang ditujukan kepada Sufisme karena "paham liberalnya" yang mempesona dan karena diambil dari sistem-sistem luar, Clarke menegaskan kesatuan dan individualitas esensialnya. Ia menyatakan bahwa Sufisme tidak diperkenalkan dari Yunani atau India. Ia menjelaskan makna dari penegasan seorang darwis, "Kami tidak takut neraka, tidak pula mengharap surga," yang terdengar sangat ganjil, karena terungkap dari mulut seseorang dengan segenap penampilannya yang menunjukkan sebagai seorang agamawan. Ia sangat memahami pengalaman Sufi, bahwa setiap tahapan perkembangan batiniah selalu memperlihatkan suatu misteri baru atau perubahan persepsi dan pemahaman. "Jejak-jejak ajaran Sufi," ujarnya, dan untuk masanya dianggap sangat berani, "ada di setiap negeri --dalam teori-teori Yunani kuno; dalam filsafat-filsafat modern Eropa; dalam mimpi orang bodoh maupun terpelajar; di wilayah subur dan ketandusan gurun." 24 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Tetapi pencerahan hanya bisa datang pada sebagian kecil manusia, tidak menjadi soal berapa banyak potongan ilusi kebenaran yang mungkin telah menghapus keraguan sang Pencari. Guru Sufi merupakan pembimbing yang sempurna dan agung. "Meskipun ia ada, tidaklah mungkin ditemukan". Gurulah yang mencari murid, bukan sebaliknya. "Guru-guru palsu dan para murid yang terpedaya dan mengejar fatamorgana di gurun --dan kembali dengan putus-asa, adalah korban tipu daya khayalnya sendiri." Masalah calon Sufi terletak pada pengenalannya terhadap guru, sebab ia belum cukup terlatih untuk mengetahui siapa sebenarnya dirinya? "Kesempurnaan tidak akan terungkap kecuali bagi yang sempurna". "Siapa yang akan mengatakan harga permata, kecuali kalau bukan ahli permata?" Oleh karena itu, beberapa sistem darwis seringkali merosot seperti ajaran lainnya. Clarke mengutip Muhammad (saw), "Karena orang-orang 'bodoh' yang saleh, punggungku patah. " Keinginan guru adalah memenuhi kebutuhan sejati dari seorang murid, dan agar sifat-sifat dasarnya bisa diubah menjadi sifat-sifat yang terpuji sehingga mudah memperoleh pemahaman. Karena harus mempergunakan cara-cara tertentu untuk mengatasi keadaankeadaan mental yang tidak diinginkan, menurut gambaran Clarke, darwis niscaya tidak pernah menghindari godaan dengan tujuan untuk lari dari kejahatan sematamata untuk menjauhinya. Ia mempergunakan (amalan-amalan) lahiriah agama, dan berusaha meneguhkan diri berjalan sesuai dengan pengetahuan tradisional, sebagai jaminan agar ia tidak tersesat. Pada saat yang sama ia sadar bahwa, "Surga, neraka dan semua dogma agama adalah tamsil (metafor), hanya jiwalah yang mengerti maknanya." Inilah yang dinamakan "para ahli hati, orang-orang kebatinan". Bagi mereka, kejahatan hanyalah ketiadaan. Wujud itu sendiri, jika dicapai secara menyeluruh, akan menghilangkan kemungkinan peniadaan, yang disebut sebagai kejahatan. Melalui pencerahan Ilahiyah, manusia melihat dunia sebagai ilusi (dalam pengertian bahwa ada realitas yang lebih besar sehingga dunia hanyalah suatu gumpalan penyimpangan). Karena itulah ia menyebut dunia sebagai keburukan. Ia mencoba meruntuhkan ketiadaan, dalam ungkapan Sufi yang digunakan oleh Clarke. Tidak mungkin memahami puisi Sufi kecuali jika seseorang menyelami imajinasi dan kedalaman perasaan yang hampir-hampir tidak bisa dipercaya dan tersembunyi di dalam tamsil. Dengan demikian, buku Clarke menyajikan beberapa istilah teknis yang telah diterangkan dalam the Secret Garden sebagai petunjuk bagi para calon Pencari (Salik). Dengan menyeleksi secara cerdik poin-poin yang paling sulit bagi pembaca Barat, Clarke menerangkan penggunaan tamsil anggur. Sebagai contoh, ekstase dan keterpesonaan bukanlah keadaan-keadaan yang pasti berkaitan dengan keadaan mabuk sebagaimana disebutkan oleh para Sufi. Sebab akal menjadi tumpul karena alkohol, ucap sang Sufi, memusuhi logika yang aneh dan dianggap sebagai perkembangan yang berakibat pada kelumpuhan dari apa yang oleh kebanyakan orang dianggap sebagai pemikiran. Bagi Sufi, proses-proses pemikiran otomatis (fungsi-fungsi asosiatif) hanya berguna pada bidang-bidang kerja mereka - -yaitu skolastisisme dan pemikiran mekanik. 25 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Keyakinan pada kebenaran diri sendiri yang merupakan ciri khas pemikiran Victorian menjadi sasaran kritik Clarke. Untuk itu, ia menyeleksi materi-materi Sufistik dengan penekanan-penekanan yang mungkin bermakna di masanya. Pemusatan terhadap "diri" ini, atau yang dianggap "diri sendiri" merupakan Tabir Cahaya. Tabir Kegelapan adalah keadaan jiwa manusia jahat yang mengetahui bahwa ia jahat. Menjauhi "diri" semacam ini laksana "pengunjung kedai minum", itulah sang darwis. Ia bukan seorang mukmin maupun kafir, dalam pengertian yang biasa dipahami akal. Resensi yang patut dipuji terhadap bagian-bagian esensial dalam (kitab) Hadiahhadiah itu secara substantif dimulai dengan sosok Syekh --Pembimbing darwis. Sebagai murid, langkah utama sang darwis dalam kehidupannya yang baru adalah mencari pribadi semacam ini. Menurut ungkapan Sufi, fungsi pembimbing ini adalah menghilangkan penyakit pikiran, sehingga kenyataan (obyektif) yang abadi bisa dipahami. Dengan suatu langkah yang secara memadai bisa mengantisipasi psikologi modern, (kitab) Hadiah-hadiah itu sejak awal menekankan perlunya seorang pembimbing untuk meninggalkan alasan-alasan subyektif mencari kepemimpinan (duniawi). Sementara pembimbing tidak boleh (bertujuan) menjadi seorang mursyid, atau berkeinginan mempunyai pengikut. Seorang pemimpin sejati akan menunda untuk menerima para pelamar sebagai murid sampai ia yakin bahwa dirinya tidak memiliki subyektivitas semacam itu. Mursyid harus mampu menentukan kapasitas murid. Ia harus membimbing muridnya sesuai dengan kemampuannya. Jika ada sedikit harapan, ia harus mempergunakan cara-cara yang keras dengan teguran. Ia memerintahkannya untuk mengikuti polapola pikiran tertentu untuk mengubah konsentrasinya yang tumpang-tindih terhadap hal-hal tertentu. Jika ia tidak memiliki persepsi ini, maka Syekh itu tidak bisa menjadi seorang Mursyid sama sekali. Seorang Mursyid tidak boleh mempunyai keinginan sedikit pun terhadap hartabenda murid. Ia hanya boleh menerima harta dari seorang murid jika terpaksa menggunakannya untuk kemaslahatan umum. Ketika seorang murid ingin mendermakan harta miliknya kepada Syekh, maka guru darwis tersebut mungkin mengambilnya, sebab ia bisa menggantinya dengan pengajaran yang dibutuhkan murid. Tetapi jika murid masih menginginkan harta tersebut, ia dibolehkan untuk membelanjakannya sebagian. Dorongan untuk bersikap tulus dalam diri murid merupakan salah satu perhatian utama Syekh; begitu juga pemutusan terhadap berbagai kecintaan yang tidak diinginkan pikiran. Bagian penting dari kegiatan ini adalah sedekah dan pembagian barang-barang material. Murid seharusnya memilih hidup fakir dibandingkan hidup dengan kekayaan, meskipun bagi seorang Sufi, kefakiran dan kekayaan adalah sama. Syekh harus memberikan keramahan dan cinta kasih. Ia mengurangi keteganganketegangan murid sejauh mungkin dalam rnenjalankan berbagai latihan. Kesengsaraan yang terlalu berat mungkin bisa menghalangi murid dalam mengintegrasikan dirinya pada upaya awal darwis. 25 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Pengaruh ucapan Syekh terhadap murid sangat penting. Pengaruh ini laksana benih, dan hanya dari benih yang baik tanaman yang baik bisa tumbuh. Kotoran jiwa dari seorang pelajar bisa bersumber dari sang Syekh lantaran ia berkeinginan untuk mempengaruhi pendengarnya atau bangga terhadap dirinya sendiri. Syekh tidak berbicara kepada seorang murid tanpa suatu alasan obyektif "Pembicara obyektif adalah jika makna (pembicaraan tersebut) bagi pembicara maupun pendengarnya sama". Nasihat diberikan kepada murid dalam bentuk hikmah atau tamsil, terutama jika berupa kritik. Perkembangan batin seorang murid merupakan rahasia Mursyid. Harapan murid terhadap perkembangan batin itu merupakan hal yang tidak dibolehkan. Syekh akan menjelaskan bahwa tindakan mengharapkan keadaan-keadaan tertentu itu akan menutup jalan baginya. Murid harus menghormati sang Syekh dengan khidmat. Di sinilah terletak harapannya. Tetapi, sebaliknya, Syekh tidak boleh mengharap untuk dihormati oleh muridnya. Hak-hak murid selalu dihormati oleh Syekh. Syekh yang mempunyai aktivitas mengajar tersebut tidak banyak menghabiskan waktunya untuk berhubungan dengan komunitasnya. Ia mempergunakan waktunya untuk berdzikir dan melakukan penyendirian (khalwat) dan pergerakan (jalwat). Guru memiliki cara-cara latihan (riyadhah) khusus. Cara-cara ini bersifat pribadi, bagi dirinya dan orang lain, untuk pengabdian terhadap aktivitas tersebut. Ia harus melepaskan dirinya dari masyarakat sedemikian rupa. Ia juga terlibat dalam amalan-amalan pengabdian dan kebajikan khusus, termasuk amalan-amalan keagamaan. Kemudian Clarke menguraikan bagian yang membahas kewajiban-kewajiban murid setelah menjelaskan fungsi-fungsi Syekh, yang berbeda dari versi aslinya. Poin penting yang pertama ditekankan adalah arti penting seorang guru bagi murid. Penerimaan seorang guru sangat sejalan dengan penerimaan Tuhan, dan menyerupainya sejauh yang bisa diterima. Sebaliknya, hak murid untuk mendapatkan bimbingan dari seorang Syekh diperoleh karena sikap yang benar terhadap gurunya. Syekh mempunyai hak untuk dimuliakan. Murid harus memperhatikan lima belas Aturan Perilaku: 1. Ia harus memberikan kepercayaan penuh kepada Mursyidnya dalam memberikan instruksi, pengarahan dan penasbihan. 2. Ia harus menghadap gurunya dengan hati-hati dan akrab. 3. Ia harus patuh kepada Syekhnya. 4. Ia tidak boleh melawan, baik lahir maupun batin (kepada gurunya). 5. Ia harus menyesuaikan keinginannya dengan keinginan gurunya. 6. Ia harus memperhatikan pemikiran-pemikiran Syekhnya. 7. Ia harus menceritakan mimpi-mimpinya kepada Syekhnya untuk mendiagnosa pemikiran-pemikirannya. 8. Ia selalu mengharap nasihat-nasihat gurunya. 9. Ia harus merendahkan suaranya di depan Syekhnya. 25 2 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi 10. Ia tidak boleh membiarkan egonya tumbuh. Ia memanggil gurunya dengan sebutan 'Wahai Sayyid' (pangeran), atau 'Maula' (guru). 11. Ia memanggil gurunya dengan panggilan yang sesuai dengan zamannya. 12. Ia tidak boleh membicarakan tahapan-tahapan pemikiran dan pengalaman yang bukan miliknya, ia juga tidak boleh berbicara terlalu banyak kepada gurunya tentang tahapan pemikiran dan pengalamannya sendiri. 13. Ia harus merahasiakan mukjizat-mukjizat gurunya yang mungkin ia ketahui. 14. Ia harus mengungkapkan pengalaman-pengalamannya sendiri kepada Syekhnya. 15. Ia harus berbicara kepada Syekhnya dengan cara yang bisa dipahaminya. Setelah sampai pada tahapan dimana kebiasaan-kebiasaan sebuah komunitas darwis mungkin bisa dikaji, Clarke meringkaskan artikel Suhrawardi yang kelima pada bagian ketiga. Ketika seorang darwis sampai pada sebuah halaqah (Sufi), ia berusaha sampai ke kelompok ini sebelum sore hari. Ia memberikan salam doa, kemudian bersalaman dengan orang-orang yang hadir. Pemberian, bisa jadi berupa makanan, disampaikan kepada para pemukim. Para darwis terbagi menjadi dua kelompok -- para pemukim dan pengembara. Kedarwisan itu sendiri sering dipandang sebagai suatu keadaan khas atau tahapan menjadi seorang Sufi, bukan suatu keadaan yang tetap. Dalam pengertian ini, ia tidak bisa dibandingkan dengan organisasi kerahiban, katakanlah, dalam Kristiani atau Budhisme. Seorang darwis mungkin tinggal selama tiga hari di halaqah tersebut sebagai tamu. Setelah itu, ia bisa tinggal jika bisa menemukan pekerjaan di daerah tersebut dan memberinya kedudukan yang sesuai untuknya. Mereka yang terlibat dalam suatu tahapan pengabdian sinambung, tidak memberikan pengabdian lahiriah terhadap halaqah tersebut. Ada tiga tingkatan atau kondisi para darwis yang bisa ditemui pada komunitas pemukim itu. Kelompok pertama, pada tahapan yang paling awal, adalah "Para Pengabdi" (Ahli Khidmat). Mereka melayani para pemukim reguler dan mereka ini berada pada tahapan paling awal. Mereka berada pada suatu tahapan sebelum mereka bisa menerima latihan-latihan batin, dan hanya bisa melaksanakan latihanlatihan lahir, disertai dengan "tujuan-tujuan" batin dan bukan merupakan proses pengembangan sesungguhnya, meskipun para pengabdi tersebut menganggapnya demikian. Hanya melalui pengabdian inilah mereka akan benar-benar layak untuk mencapai tingkat pengabdian sejati. Para anggota kelompok awal (Ahlus-Suhbah) seringkali orang-orang yang lebih muda, yang menghabiskan waktunya duduk (berdzikir) di majelis-majelis rumah dan melaksanakan kegiatan-kegiatan kebajikan yang dimaksudkan untuk memberikan (pengetahuan) kepada kelompok yang mengungkapkan realitas dan kemampuan mereka melakukan amalan tersebut. Orang-orang yang berkhalwat (Ahlul-Khalwat) umumnya orang-orang tua, yang menghabiskan sebagian waktunya menyendiri, menyesuaikan diri dengan riyadhah yang sesuai dengan tahapan (spiritual) mereka. 25 3 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Seringkali majelis darwis seperti ini tidak memiliki guru tunggal di antara mereka. Jika demikian, mereka mengalami hambatan. Mereka hanya mampu mempersiapkan dirinya untuk berhubungan dengan seorang guru. Mereka melatih kepercayaan, kesabaran dan perenungan. Mereka harus makan bersama, sehingga bisa berhubungan secara lahiriah maupun batiniah. Mereka harus selalu berjuang bukan saja untuk sependapat antara satu dengan lainnya, tetapi juga harus selalu dalam keadaan kesamaan menyeluruh antara sesamanya. Tidak ada organisasi atau kepemimpinan berjenjang (hirarkis) yang mungkin dalam majelis mereka. Perjalanan fisik maupun metaforis, bisa jadi merupakan bagian penting dari aktivitas darwis. Seorang darwis mungkin mengembara di "negerinya" sendiri (secara batiniah) dan menjelajahi negeri lainnya (secara lahiriah). Beberapa Syekh menghabiskan waktunya tidak lebih dari empat puluh hari di satu tempat. "Melalui penyamakan atas kulit-kulit yang mati, dampak-dampak penyucian, maka kehalusan dan keindahan teksturnya tampak; begitu juga melalui 'penyamakan' perjalanan, dan dengan meninggalkan kerusakan alamiah serta kekerasan batin, akan muncul kehalusan pengabdian yang tersucikan dan perubahan pembangkangan menjadi keimanan." Tetapi para darwis mungkin tidak bepergian sama sekali. Mereka yang tidak memiliki guru kadang-kadang hampir selalu bepergian secara berkala. Ada program-program perjalanan yang detail dan cara seorang darwis menerapkan pengalaman itu. Program-program ini umumnya dikenal sebagai Dua Belas Aturan Perjalanan. "Tarian" para darwis, masalah yang sangat banyak disalahartikan, terbagi dalam auidisi dan gerak. Darwis sejati bukanlah seorang musisi, dalam pengertian bahwa ia tidak memainkan alat musik sebenarnya. Di luar (lingkungan darwis) para musisi atau para pelayan mungkin melakukannya. Para penguasa doktrin Islam, "ulamaulama lahiriah", melarang kegiatan-kegiatan seperti ini, tetapi mereka diperbolehkan dan didorong dalam lingkungan-lingkungan tertentu dan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan oleh para wali darwis dan pembimbing-pembimbing spiritual. Namun ada bahaya besar yang bisa mengakibatkan penolakan "amal" itu secara menyeluruh dan sangat berkaitan dengan penggunaan musik serta gerakan (tarian) tanpa memahami makna semua itu. Dalam keadaan tertentu setiap gerakan sangat berbahaya ketika dilakukan sambil mendengarkan musik, berbeda dengan kebiasaan mendengarkan dalam situasi yang lebih wajar, ketika gerakan justru diharapkan. Jubah (khirqah) memiliki arti simbolis yang penting bagi seorang darwis. Ia menjahit jubahnya sendiri, umumnya dibuat dari lembaran-lembaran (kain) sederhana. Pemberian sebuah jubah merupakan tanda pelimpahan kekuatan atau barakah yang dianugerahkan dari seseorang kepada yang lain. Suksesi keguruan ditandai dengan pewarisan sebuah jubah. Disamping tradisi rahasia lainnya, para darwis merujuk pada penobatan yang dilakukan Muhammad dari Ibunda Khalid dengan sebuah jubah yang tidak disukai oleh siapa pun. Jubah itu adalah jubah hitam kecil, dengan garis-garis kuning dan merah, model Badui. Jubah Sufi berwarna biru tua atau putih. Pemilihan seorang wakil ditandai sebagai berikut: 25 4 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi "Ketika Syekh melihat pengaruh-pengaruh kesucian dan tanda-tanda pencapaian tingkatan luar biasa dan (layak) memberikan pengajaran pada diri seorang murid serta ingin mengangkatnya sebagai penerusnya --ia mengenakan Jubah Kesucian kepadanya disertai dengan kemuliaan dirinya sendiri, sehingga hal ini bisa mempengaruhi kesinambungan tarekatnya dan kepatuhan masyarakat." Di antara banyak hal lainnya, tradisi penganugerahan jubah ini membagi para darwis ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama memakai jubah yang diperbolehkan oleh Syekh, kelompok kedua tidak memiliki jubah tertentu, sebab mereka sedang menjalankan sebuah "amalan"; kelompok terakhir memilih jubah mereka sendiri, sebab pilihan mereka telah menjadi suatu pilihan mutlak, keharusan, dan utuh (obyektif). Bahan-bahan yang dipaparkan Clarke merupakan bahan-bahan teoritis yang dianggap terbaik disertai ajaran perkenalan. Kompleksitasnya semakin tinggi karena ternyata banyak dari tahapan-tahapan dan pengalaman-pengalaman tersebut bergantung pada beberapa faktor. Sufisme bukanlah proses yang statis atau sederhana. Usaha untuk membakukan setiap tahapan bisa menyebabkan generalisasi yang serius dan penyelewengan berkelanjutan. Karena itulah bahan tersebut harus dipandang sebagai (upaya) ilustratif, tetapi bukan tanpa suatu gerak batiniah. Pengetahuan digambarkan dalam naskah kuno darwis, sebagaimana digunakan pada masa kini maupun masa kuno, seperti pengetahuan secara umum. Pembagian pengetahuan dan tingkatannya merupakan masalah penting dalam "kerja" Sufi, sebab setiap tahapan ditandai dengan pengetahuan yang tepat. Asumsi umum bahwa pengetahuan bisa dibagi menjadi dua jenis --informasi dan pengalaman-- tidak diterima oleh para Sufi. Sebagai contoh, ada dua bentuk, yaitu akal (aql) --akal orang kebanyakan dan akal ahli agama. "Akal pertama cocok untuk dunia ini dan masalah-masalahnya, sedangkan akal yang kedua untuk akhirat. Hal ini ditandai dengan suatu petunjuk yang kadang-kadang disebut sebagai pencerahan." Maka dari itu, ada pengetahuan biasa yang dibedakan dari pengetahuan batin atau pengetahuan mendalam. Pengetahuan pertama mungkin ditandai dengan kesalehan (lahir), sedangkan pengetahuan kedua ditandai dengan persepsi terhadap kerjakerja dari suatu aktivitas ketuhanan. Ada bentuk pengetahuan lainnya, yaitu pengetahuan teologis yang berurusan dengan hal-hal seperti perintah dan larangan. Pengetahuan-pengetahuan ini dikejar oleh tiga jenis cendekiawan. Pertama adalah orang yang arif billah (orang yang memiliki ma'rifat tentang Allah), yang memiliki tiga bentuk pengetahuan tersebut. Golongan cendekiawan kedua adalah orangorangyang memiliki hikmah tentang akhirat. Golongan ketiga adalah orangorang yang pandai tentang dunia ini (saja). Ia hanya mengetahui bentuk-bentuk lahir dari pengabdiannya. Pengetahuan sejati itu adalah semacam gizi, seperti makanan. 25 5 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Pengetahuan mendalam (ma'rifat) ditandai dengan tiga bentuk subordinat pengetahuan. Pertama, adalah hikmah tentang cara kerja setiap kata atau sarana. Kedua, adalah pengenalan terhadap setiap perantara melalui proses pemikiran. Orang yang bisa mengenali secara langsung makna-makna peristiwa dan tindakan, tanpa proses refleksi biasa adalah orang arif, bijak, Sufi yang "telah sampai" atau telah matang. Ada bentuk-bentuk pemahaman dan pemahaman ulang pengetahuan. Hal ini digambarkan sebagai: Ilmu Hikmah Batin; Hikmah Ilmu; Ilmu tentang Rahasia Hikmah. Ini merupakan istilah-istilah yang paling sederhana dimana proses penjernihan pengetahuan dan hikmah bisa dilakukan. Apa yang disebut sebagai keadaan mistikal (hal) dan hubungannya dengan tahapan seorang pengembara, merupakan masalah pokok yang dibahas oleh Clarke pada bagian berikutnya. Pengalaman mistik, yang dalam sistem lainnya dipandang sebagai "menjadi-semua" dan "akhir" dari semua pencarian, bagi seorang darwis tidak lebih dari suatu pengantar pada pencapaian hubungan sejati dengan realitas obyektif. Cara pencapaian dan interaksinya dengan penerimanya akan menentukan apakah cara tersebut menghasilkan suatu kemajuan valid. Ini merupakan pertimbangan terpenting, sebab pertimbangan ini secara tegas membedakan Sufisme dari semua aliran mistik, baik yang dihasilkan melalui obatobatan, maupun sebab ekstatogenik (hal-hal yang mengakibatkan rasa bahagia, baik spiritual maupun badaniah, yang luar biasa) lainnya. "Tahapan" (maqam) merupakan tingkat pengetahuan permanen terhadap kebenaran (obyektivitas) yang telah dicapai. Oleh sebab itu, ekstase merupakan/atau bisa menjadi instrumen bagi penentuan maqam. "Hal adalah suatu anugerah, sedangkan maqam merupakan pencapaian". Keadaan mistikal (hal) itu, menurut para Syekh Khurasan, "merupakan dampak dari amalan-amalan. Laksana kilat, ia muncul dan hilang dengan cepat." Perwujudannya diikuti oleh kerahasiaan. Ia diubah atau mengubah kesadaran yang bisa memberikan kepuasan (ridha). Adalah keharusan untuk menyadari idea tentang tahapan kemajuan atau perkembangan kronologis pada keadaan-keadaan ini, dan Junaid telah mengingatkan hal ini. Ia mengatakan, "Dari satu hal seseorang mungkin bisa maju ke hal yang lebih tinggi. Dari sana, ia memperoleh informasi yang bisa membantunya untuk memperbaiki hal yang sebelumnya." Ada penjelasan dari setiap hal yang memungkinkan untuk maju ke hal lainnya, dan juga memungkinkan penetapan kemajuan dari (setiap) tahapan. Tanpa suatu 25 6 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi metodologi tertentu, hal bersifat sporadis dan berulang-ulang. Karena itu tidak berguna. Kemudian konsepsi darwis tentang sifat Tuhan dijelaskan, meskipun tampaknya dalam (naskah) aslinya, semuanya ada di permulaan kitab tersebut. Sufi tidak menyembah sesuatu pun kecuali Allah, Yang Mahaunik dan Mahatunggal. Namun sifat Tuhan sebagaimana dipahami Sufi itu tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata lahiriah yang digunakan untuk tujuan-tujuan lain. Sebagai contoh, "tempat tinggal" Tuhan bukanlah di mana Tuhan itu berada. Jawaban atas persoalan tersebut terletak pada "Dia". Dia berada pada masa "Dia". Dia menjadikan segala sesuatu menyerupai dan terpenuhi dengan khazanah "Dia". Tidak ada kemungkinan untuk memperdebatkan eksistensi atau tempat Tuhan, sebab Tuhan tidak bisa diukur dengan takaran yang ada. Pengetahuan ini merupakan hasil dari apa yang disebut keyakinan, yang memiliki modus operandinya sendiri, bukan seperti pengetahuan intelektual. Oleh sebab itu, Sufisme memiliki ilmunya sendiri untuk mendekati persoalan tersebut. Ilmu ini berdasar amal (praktik), bukan pemikiran (spekulasi). Dalam membahas masalah-masalah yang biasanya disebut "akhirat", kitab tersebut menekankan adanya bahaya-bahaya dari asumsi bahwa bentuk wujud ini merupakan sesuatu yang bisa dipahami dengan persepsi-persepsi mentah yang biasanya kita gunakan untuk pengukuran kasar. Upaya-upaya untuk merasionalkan hubungan antara (dunia) yang kita kenal dengan konsep tentang akhirat hanya akan berakhir dengan kegagalan. Ketika akal melampaui batas-batasnya, maka berakibat kesalahan. Demikian pula ada batas bagi fungsi efisien dari imajinasi dan khayal. Gambaran imajinatif yang ditimbulkan oleh nama seseorang tidak begitu jauh yang mungkin terlihat mendekati realitas atau tidak. Ada dua kekuatan utama yang biasa digunakan oleh mereka yang tidak memiliki pandangan batin untuk melawan mereka yang memilikinya. Kekuatan pertama adalah kekuatan penguasa, yang mampu membunuh, menghukum dan menyiksa. Kekuatan kedua adalah dari "golongan terpelajar", yang menggunakan tipudaya, kemunafikan dan kesesatan. "Kesigapan" merupakan istilah teknis yang berkaitan dengan sikap tetap waspada (muhasabah), sadar akan kehadiran Tuhan, dan memandang bahwa Tuhan selalu mengawasi. Hal ini menyebabkan kesadaran (terhadap) diri sendiri, terhadap apa sesungguhnya jati dirinya dan terhadap apa yang dilakukannya. Dalam kondisi seperti ini, seorang pengabdi mempertahankan perhiasan lahir maupun batin dari aturan-aturan (agama). Pengetahuan batin berdasar pada perenungan, penyaksian (muraqabah). 25 7 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi Mereka yang berada pada tahapan ini menyatakan, "Kemarin telah mati, esok belum lahir, dan hari ini berada dalam penderitaan kematian." Pemusatan perhatian terhadap latihan-latihan yang terkait dengan masa lalu atau masa depan itu berada dalam suatu kehancuran. "Keselamatan dan keamanan manusia bergantung pada keterlibatannya dalam hukum waktu biasa". Salah satu ilmu khusus Sufi disebut Ilmu tentang Kondisi (ilm al-hal). Penggunaan ilmu ini berbeda-beda sesuai dengan kemampuan pemakainya. Tidak ada ilmu Sufi yang lebih agung darinya, sebab ilmu ini merupakan metodologi dimana tingkatantingkatan hal dikaji dan diterapkan. Ilmu tersebut mencakup interaksi dari keadaan-keadaan jiwa dan hubungannya dengan kejadian-kejadian lahiriah yang ada di sekitarnya. Ilmu Yakin (ilmul-yaqin) merupakan pengungkapan kebenaran (realitas obyektif) melalui keadaan-keadaan khusus dari pengalaman, bukan melalui penalaran sebagaimana kita memahaminya dalam dunia konvensional. Ada tiga jenjang Ilmu (praktik dan persepsi) Yakin, yang dikiaskan dengan Matahari sebagai obyektivitas: pertama, mencari petunjuk dari kecemerlangan dan memahami terik panas matahari; kedua, dengan benar-benar melihat tubuh matahari; ketiga, meluruskan cahaya mata dengan cahaya matahari itu sendiri. Ada tiga tahapan "keyakinan" sebagaimana yang dirangkum oleh Suhrawardi: Ilmul-Yaqin, ilmu yang diketahui, teruji dan terbukti; Ainul-Yaqin, keadaannya mewujud dan tersaksikan; Haqqul-Yaqin, suatu cara ganda dimana ada penyatuan antara yang menyaksikan dan yang disaksikan. Di luar tingkatan ini, kata-kata tidak bisa mewakilinya, dan seorang darwis bisa dituduh pantheisme dan lainnya. Upaya untuk menjelaskannya akan menghasilkan rangkaian kata, "Penyaksi menjadi mata, mata menjadi penyaksi." Suatu penyimpangan makna yang muncul dari upaya dalam menyebarkan proses tersebut melalui istilah-istilah formal, akan dilestarikan oleh pembaca yang tidak mampu memahaminya melalui akal telanjang, memahami arti sesungguhnya dari ungkapan tersebut. Ajaran tentang esensi, dan hubungannya dengan kepribadian dan diri, merupakan bagian terpenting dari kajian darwis. Untuk tujuan-tujuan penggambaran, ada dua jenis esensi: Pertama adalah esensi dari suatu benda yang merupakan esensi batin (dzat) dan hakikat dari benda tersebut. Hakikat di sini bermakna realitas obyektif, makna batin. Orang yang biasa melihat atau memikirkan penggunaan lahiriah semata dari suatu benda, tidak akan tahu fungsi utama dari benda tersebut. Sebagai contoh, sebuah lampu memberikan cahaya. Ia mungkin digunakan untuk memanaskan, atau untuk hiasan. Tetapi fungsi-fungsi lain dari realitas sesungguhnya tidak bisa dimengerti oleh orang awam. Jika melalui suatu perluasan imajinasi, ada 25 8 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi pengukuran ilmiah yang meyakinkan bahwa lampu tersebut mengeluarkan garis (komunikasi) cahaya tertentu, mungkin aktivitas ini merupakan ungkapan dari realitas sejati atau esensi dari lampu tersebut. Kemudian ada esensi manusia, yang disebut esensi rasional (spirit manusia) yang dikenal sebagai "kecerdasan". Ini merupakan keutuhan barakah dari seseorang. Pemahaman terhadap cara kerja dan wujud dari unsur-unsur ini merupakan suatu pemahaman yang sangat sensitif. Pengetahuan tentang esensi ini diisyaratkan dalam kehidupan keagamaan. Oleh sebab itu: "Isyarat-isyarat tentang pengetahuan esensi tersebut ditemukan pada mata rantai dan (merupakan) syarat bagi ma'rifat kepada Allah." Penegasan ini menunjukkan bagaimana semua pengajaran darwis tidak didasarkan kepada konsep tentang Tuhan, tetapi didasarkan kepada konsep tentang esensi. Ada sebuah slogan yang merangkum hal ini, dan dengan jelas menetapkan bahwa konteks keagamaan dari pemikiran darwis semata-mata merupakan wahana bagi realisasi-diri: "Ia yang mengetahui diri esensialnya akan mengenal Tuhannya." Pengetahuan tentang diri esensial merupakan langkah pertarna, dimana sebelum langkah tersebut diambil tidak ada pengetahuan sejati tentang agama. Para Sufi dituduh sesat, sebab mereka pertama kali menerapkan diri mereka sendiri terhadap persoalan ini, dengan mempertahankan konteks keagamaan sebagai suatu tahapan kerja praktis, dan bukannya sebagai suatu indikasi final dan kebenaran obyektif Cara-cara penilaian terhadap berbagai tahapan dan kondisi-kondisi dari esensi serta menjernihkannya secara terus-menerus tersebut merupakan suatu bagian esensial dari kegiatan darwis itu sendiri. Di sinilah seorang darwis membedakan dirinya dari seorang teoritisi semata. Seorang teoritisi akan berkata, "Aku akan memikirkannya," tetapi seorang darwis akan berkata, "Aku akan mempersiapkan diriku untuk memahaminya, tanpa menggunakan pemikiran yang terbatas dan menyimpang, suatu proses kekanak-kanakan. "Penabiran" atau pemutusan dari penggunaan spirit manusia (esensi) yang tepat disebabkan oleh suatu kematangan yang tidak imbang dalam sentimen tertentu sehingga menciptakan suatu bentuk pemenjaraan (pengondisian) karakteristik dari hampir semua orang. "Tabir-tabir" atau "sifat-sifat yang tidak terpuji" ini ada sepuluh: 1. Keinginan. Keinginan-keinginan yang didasari kebodohan terhadap apa yang seharusnya, dan didasarkan pada asumsi-asumsi tentang apa yang baik bagi seseorang. Kecermatan, jika digunakan dengan benar, merupakan penangkal bagi keinginan yang tidak wajar. Ini merupakan tahapan dari "Aku ingin gulagula". 2. Pemisahan. Ini merupakan suatu bentuk kemunafikan, ketika seseorang menggunakan rasionalisasi untuk membenarkan pemikiran dan tindakan yang terpusat kepada dirinya sendiri, dan bukan pada realitas terakhir. Penangkalnya adalah ketulusan. 3. Kemunafikan. Dengan cirinya merasa bangga terhadap diri sendiri, mengagungkan harta-benda, kebebasan semu dan kekerasan. Hal ini hanya 25 9 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi bisa diatasi dengan pembiasaan sifat-sifat yang tercela di mata masyarakat, tetapi terpuji dalam pandangan Tuhan. Sifat-sifat tersebut meliputi pengabdian secara benar, kerendahan hati dan kefakiran. Sifat-sifat ini hanya dikenali melalui penilaian yang tepat terhadap nilai sesungguhnya dari lawan-lawannya. 4. Keinginan untuk dipuji dan dicintai. Narcissisme (kecintaan terhadap diri sendiri secara berlebihan), yang bisa menghalangi penilaian obyektif terhadap diri sendiri; mengurangi faktor penyeimbang yang bisa berakhir pada kehinaan diri. 5. Ilusi-ilusi tentang arti penting sifat-sifat ketuhanan. Hal ini hanya bisa diimbangi dengan keagungan sifat-sifat Allah. 6. Ketamakan dan kekikiran (bakhil). Sifat ini bisa menimbulkan kedengkian, yang terburuk dari semua sifat yang ada. Sifat ini hanya bisa dihilangkan jika kekuatan yang pasti (yakin) telah hadir. 7. Loba dan keinginan untuk mendapatkan sesuatu lebih banyak. Sifat ini berbahaya, sebab ia menjadikan seseorang seperti rama-rama, yang secara nekat membentur-benturkan dirinya sendiri, pada nyala lilin. Sifat ini hanya bisa dilawan dengan kecerdasan dan kesalehan. 8. Tidak bertanggungjawab. Sifat ini diakibatkan oleh keinginan untuk meraih sesuatu yang telah direncanakan pikiran. Ia selalu bergerak, seperti bola dunia yang berputar secara terus-menerus. Ia hanya bisa dihilangkan dengan kesabaran. 9. Cepat lelah. Ini disebabkan kurangnya kemantapan tujuan dengan manifestasinya yang wajar. Sifat ini menghalangi manusia untuk menyadari bahwa ada suatu rangkaian tujuan yang akan menggantikan tujuan-tujuan sesaat dan wantah. "Sifat yang membinasakan ini tidak mungkin dihindari, kecuali dengan memantapkan rasa syukur yang teratur". Latihan-latihan (spiritual) dipergunakan untuk menanggulangi kecenderungan ini. 10. Kelalaian. Kemalasan parah disebabkan oleh kurangnya kesadaran terhadap tuntutan-tuntutan situasi atau pribadi. Kesigapan dipertajam melalui obatobat yang diterapkan oleh "Para Dokter Esensi" --yakni para darwis. Perlu dicatat bahwa umumnya, psikoterapi kontemporer berusaha mengobati beberapa kondisi ini, tetapi hanya untuk membimbing pikiran kepada suatu bentuk yang oleh ajaran psikologis dianggap wajar. Menurut darwis, kondisi-kondisi yang harus disembuhkan adalah akibat dari keadaan jiwa yang timpang, yang mencari keseimbangan dan perkembangan. Dari sudut pandang ini, adalah tidak mungkin untuk berusaha memperbaiki suatu keseimbangan murni tanpa suatu gerak ke depan secara dinamis. Psikolog berusaha menjadikan roda yang melengkung tersebut berputar secara mulus. Darwis berupaya menjadikan roda tersebut berputar dengan tujuan bisa menarik kereta. "IlmuYakin tentang Ruh" --Bagian III dari kitab darwis dan ditempatkan pada bagian kesebelas pada versi (terjemahan) Clarke-- melibatkan suatu bentuk pengungkapan dimana banyak teori bertemu didalamnya. Jika bab ini dikaji menurut terminologi teknis Sufi, menunjukkan bagaimana kemajuan jiwa manusia menuju realisasi sesuai dengan simbol-simbol agama. Kata-kata seperti "malaikat", "Adam dan Hawa", "barakah" di sini digunakan dengan cara sedemikian rupa untuk menunjukkan bagaimana para pemikir Sufi menafsirkan ajaran keagamaan untuk memberikan suatu pandangan batin yang tepat terhadap proses-proses yang 26 0 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi disimbolkan oleh apa yang secara umum telah diterima sebagai cerita-cerita historis, legenda atau fenomena supranatural. Apa pun kebenaran literatur tentang penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam, Suhrawardi mengajarkan pemahaman Sufi tentang peristiwa tersebut sebagai suatu proses mistikal berkelanjutan. "Dalam setiap diri manusia, suatu contoh lain yang terjadi --melalui penyatuan ruh dan esensi-- terbentuk dari contoh Adam dan Hawa" Apa yang disebut "hati" adalah kombinasi dari Adam dan Hawa, jiwa dan dzat. Unsur laki-laki berasal dari jiwa universal. Unsur perempuan berasal dari esensi universal. Dengan esensi inilah manusia (Adam) melakukan hubungan dengan dirinya sendiri dan muncul dalam bentuk Hawa. Karena Hawa muncul dari Adam, maka ia mewakili esensi khusus, batin, pengetahuan sejati tentang esensi, yang dihasilkan manusia dari sumbersumber daya batinnya. Karena penjelasan psikologis ini, sebagai akibat dari pengalaman-pengalaman aktual dengan sifat yang beruntun, para darwis dipandang sesat oleh para teolog ortodoks, karena mengabaikan penafsiran harfiah dari kitab-kitab suci. Tetapi realitas historis atau versi kerakyatan dari cerita-cerita dalam kitab suci tidak menarik perhatian seorang darwis. Ia telah melampaui wahana tersebut. "Bagi Adam, semua nama diketahui." Semua benda yang tercipta merupakan hasil dari suatu perpaduan antara dua prinsip yang disebut esensi dan jiwa, "Berdasar tindakan aktif, tindakan dan kekuatan pasif, kelemahan, sifat laki-laki dan perempuan muncul. Dalam jiwa yang tumbuh dan esensi universal, kebiasaan bercinta dibenarkan melalui jalinan temperamen. Melalui wahana perkawinan, ras-ras dunia lahir dan melalui tangan bidan Nasib muncul di dunia yang kasat mata." Ada penjernihan-penjernihan sinambung terhadap realitas sejati, masing-masing proses tersebut muncul sebagai kemutlakan dalam bidang pemahamannya sendiri. "Nafas adalah akibat ruh, ruh adalah keteraturan." Para malaikat, sebagaimana yang ditegaskan oleh guru-guru darwis lainnya, merupakan perkembangan-perkembangan yang lebih tinggi dari jiwa. Sebagian (dari yang disebut malaikat) di sini dikatakan sebagai wujud dari sifat keindahan (Jamal), sedangkan yang lain dari sifat keperkasaan (Jalal). Ajaran tentang "pengumpulan dan pembubaran" (jam' dan tafriqah) sebagaimana dijabarkan dalam bagian ini membahas hubungan antara kehidupan di dunia dan kehidupan dalam dimensi lain. Orang arif, Sufi paripurna, berada di dunia ini, tetapi ia tidak ada di dalamnya. Ia berada pada suatu keadaan harmoni yang benar dengan rangkaian-rangkaian dimana didalamnya eksistensi yang tampak ini hanyalah suatu bagian kecil. Ia menyatu dalam tubuh dan bukan tubuh, sebagaimana keduanya digambarkan dalam pengungkapan biasa. Ia memahami cara-cara sesuatu terjadi yang menghasilkan kepercayaan pada eksistensi penciptaan dan kemitraan yang mendasarinya. 26 1 www.tris.co.nr Mahkota Sufi – Menembus Dunia Ekstra Dimensi "Penyinaran dan penyembunyian" merupakan istilah ganda yang berkaitan dengan perwujudan dan kurangnya pemahaman terhadap Tuhan dalam diri manusia. "Penyinaran" berarti penembusan matahari realitas Tuhan terhadap awan-awan kemanusiaan. Awan-awan tersebut merupakan segi yang tersembunyi dari obyektivitas (hakikat) ini. Roman Majnun ("orang gila") dan Laila yang terkenal itu digunakan untuk mengiaskan kekuatan "penyinaran" dan ketidakmampuan sang pengembara (orang gila) untuk menahan kecemerlangan dari penyinaran tersebut karena tidak melalui persiapan yang semestinya. Suku orang gila tersebut meminta kepada beberapa anggota suku Laila agar Majnun diperbolehkan untuk disinari oleh "kecantikan Laila." Suku Laila menjawab bahwa hal itu tidak berbahaya, "Tetapi Majnun tidak mampu menahan kilauan kecantikan Laila." Mereka membawa si gila tersebut, dan satu sudut tenda Laila dikuakkan untuknya. "Tatapannya langsung terjatuh pada lipatan gaun Laila --dan ia pun tersungkur tak sadarkan diri." Pencerahan tidak bisa diterima oleh seseorang yang tidak siap untuk menerimanya. Paling jauh ia akan terlempar dalam suatu keadaan ekstatik dimana dalam keadaan tersebut ia lumpuh, sebagaimana yang terjadi di atas, dan tidak mampu merasakan hubungan tersebut. Karena itulah, meskipun para penyair darwis berbicara tentang keadaan "gila karena cinta", mereka menekankan bahwa kegiatan ini merupakan akibat dari peninjauan, bukan akibat dari pengalaman langsung. Ditengarai bahwa pengalaman murni tersebut pastilah penuh makna, bukan suatu bentuk kemabukan yang tidak berguna. Para mistikus yang "mabuk" adalah mereka yang berhenti sebentar pada tahapan ini, dan mencoba untuk menghasilkan kembali pengalaman tersebut secara berulang-ulang, atau mendekatinya di atas kertas (tulisan) atau dalam seni emosional. Inilah tahapan dimana di dalamnya banyak eksperimentasi dalam mistisisme menjadi terhenti. "Kegairahan" (wajd) dan "eksistensi" (wujud) merujuk pada dua keadaan dimana yang pertama merupakan pengantar bagi yang kedua (Junaid). Dalam kegairahan (spiritual), seseorang tenggelam dalam suatu perasaan (sensasi) yang berlawanan dengan keadaan yang sebelumnya ia kenal. Ia juga mencapai suatu bentuk pemahaman yang berbeda dengan pemahaman biasa sebelumnya. Seseorang mengalami keadaan ini ketika masih berada pada tahapan tersebut dan secara primitif terkait dengan kualitas-kualitas inderawi serta hanya memiliki sedikit pemahaman terhadap perspektif yang lebih dalam. Wujud merupakan nama yang diberikan pada keadaan "kematangan" dalam wujud sejati, sebagaimana dibedakan dari wujud lahiriah yang wantah, bisa terlihat oleh orang yang mengabdi tersebut. 26 2