Media Komunikasi dan Informasi Terpercaya Masyarakat Muslim Indonesia di Amerika Serikat Edisi Agustus 2004 1 Mewujudkan Keinginan Yang Masih Terpendam Oleh: Ari Firmandi Masyarakat muslim di Los Angeles berada dalam posisi dilematis menghadapi urgensi sudah perlu atau tidaknya pembangunan fasilitas pusat kegiatan Islami, baik itu perumahan ibadat permanen (mesjid) maupun sejenis lokasi islamic center. Di satu sisi, kita sebagai masyarakat muslim menyadari betapa pentingnya suatu tempat yang bisa dijadikan sebagai pusat pertemuan umat atau kegiatan keislaman. Namun, di lain pihak kita juga menyadari begitu banyak kendala yang menghadang di depan. Ada beberapa masalah yang perlu kita telaah dan pecahkan bersama. Diantaranya yang paling utama adalah masalah klasik yang menghinggapi tipikal pembangunan suatu fasilitas, yaitu dana. Selain dana awal perwujudan mesjid teresebut, masalah juga menghinggapi kita semua untuk bagaimana menjalani kegiatan operasional di kemudian hari ketika fasilitas tersebut telah berdiri. Indonesia Muslim Foundation (IMF) yang didirikan di tahun 1996 sebagai wadah koordinasi kegiatan keislaman di Los Angeles, juga mempunyai tujuan utama yaitu mencari dan mewujudkan tempat permanen yang akan digunakan sebagai pusat kegiatan umat Islam di Los Angeles. Dari proposal awal yang telah dibuat di tahun 1996, untuk membangun suatu tempat ibadah dengan luas lahan kurang lebih 10,000 sf dengan lokasi Los Angeles dibutuhkan paling tidak biaya $350,000. Dengan semakin melonjaknya harga tanah atau properti plus biaya konstruksi di Los Angeles, diperkirakan harga beli sekarang ini bisa mencapai nilai dua hingga tiga kali lipatnya dibandingkan dengan biaya perkiraan di tahun 1996 dengan spesifikasi yang sama. Bila memang terealisasi, berdasarkan proposal yang terbuat di tahun 1997, fasilitas ini dirancang untuk mampu menyalurkan berbagai aktivitas seperti kegiatan ibadah (shalat jumat, pengajian), sekolah Islam, perpustakaan, Islamic business center, pusat pengumpulan zakat mal/fitrah, pengurusan atau bimbingan haji, tempat pertemuan untuk perkawinan maupun perhelatan akbar lainnya. Strategi kepemilikan Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa mewujudkan niat ini. Mulai dari pemikiran opsi sewa, opsi pembelian tanah dengan menunda pelaksanaan konstruksi maupun opsi langsung pembelian tanah plus gedung dalam satu paket. Namun, dari apa yang kita sebagai umat Islam miliki sekarang ini, seperti jumlah dana yang telah terkumpul melalui sumbangan ($105,000 hingga saat ini) maupun sumber daya manusia yang tersedia, penulis memperkirakan opsi kepemilikan langsung paket tanah dan gedung akan mustahil dilakukan pada saat ini. Dengan pertambahan pemasukan gradual per tahunnya yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu $13,000/tahun, akan sangat sulit untuk bisa menyaingi lonjakan harga yang tajam di pasaran. Di lain pihak, dengan memilih opsi sewa misalnya, belum berarti misteri kepemilikan fasilitas ini akan terpecahkan begitu saja. Karena opsi sewa pun mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya tempat tidak bersifat tetap, harga sewa yang tidak tetap, nilai kepemilikan yang kurang dan kurangnya kebebasan pemakaian. Kepemilikan secara sewa ini hanya akan efektif untuk kepemilikan yang bersifat jangka pendek hingga menengah (1-5 tahun). Solusi tengah yang penulis tawarkan adalah untuk memulangkan kembali keputusan kepemilikan tersebut kembali kepada umat, sang calon pengguna fasilitas tersebut. Umat perlu dilibatkan kembali dalam pemecahan masalah ini. Tapi tentunya mereka tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa arahan yang jelas dari IMF. IMF dalam kepengurusan beberapa tahun terakhir ini tengah berupaya melakukan pembenahan internal organisasi melalui konsolidasi anggota kepengurusan. Dengan konsilidasi kepegurusan ini Insya Allah akan dapat diwujudkan suatu organisasi yang solid yang diharapkan akan mampu menghasilkan berbagai aktivitas keislaman maupun kemasyarakatan positif yang bisa bermanfaat bagi umat Islam di Los Angeles khususnya, maupun di Amerika pada umumnya. (Bersambung ke halaman 10) Umat Bersatu Potensi umat Potensi Potensi umat umat Rasa keterikatan & kepemilikan akan Islam yang menguat (2) Intensitas kegiatan keislaman akan menjadi alat pengikat dan pemersatu umat (1) Target - Keinginan untuk terus maju - Keinginan untuk tetap bersatu / berkumpul - Keinginan yang kuat akan kepemilikan akan adanya tempat Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 2 Info Indonesia Muslim Foundation Kegiatan Anak dan Remaja Oleh : Mohamad.S Indonesia Muslim Foundation (IMF) sebagai wadah induk dari Masyarakat Muslim Indonesia di Los Angeles dan sekitarnya sangat menaruh perhatian yang sangat besar atas perkembangan anak dan remaja Indonesia di Amerika Serikat, khususnya pada masalah pendidikan agama Islam dan kebudayaan Indonesia. Karena anak dan remaja inilah yang nantinya diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang mempunyai bekal yang lebih baik dari pendahulunya, baik bekal agama maupun ilmu pengetahuan. Sehingga walaupun mereka kecil dan besar di tanah air kedua ini, tapi mereka akan tetap ingat, mengenal dan mengerti akan kebudayaan bangsa Indonesia yang besar. Dialog Anak-Bapak pada Hari Anak Nasional 30-7-2004 Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Indonesia Muslim Foundation telah mendirikan Sekolah Agama Islam dan Latihan Kesenian berupa tari dan nyanyi, yang untuk sementara (mengingat keterbatasan tempat yang ada) baru dilaksanakan setiap hari Sabtu. Kedua kegiatan tersebut dilakukan di gedung Konsulat Jenderal R.I – Los Angeles. A.I.R di Pesantren Kilat 31 Juli- 1 Agustus 2004 Hingga tulisan ini dibuat, jumlah siswanya sudah mencapai sekitar 50 siswa per masing-masing kegiatan, dimana Alhamdulillah setiap minggunya masih terus bertambah. Diskusi selepas Magrib-Youth Camp 2004 Castaic Lake Sebagai praktek dari teori dan latihan yang didapat di kelas, maka siswa-siswi tersebut turut serta secara aktif dalam setiap kegiatan baik yang diselenggarakan oleh pihak Konsulat Jenderal RI khususnya yang menampilkan kesenian khas Indonesia, ataupun pada acara-acara yang diselenggarakan Indonesia Muslim Foundation sendiri. Adapun dibidang agama Islam, maka mereka mempunyai jadwal tahunan berupa Pesantren Kilat dan Youth Camp. Pada tahun ini Pesantren Kilat yang diadakan di mesjid Omar Ibn Al-Khattab dihadiri sekitar 250 peserta. Ada pun Youth Camp yang diadakan di Castaic Lake diikuti oleh 96 peserta dan dikunjungi oleh sekitar 200 pengunjung. Insya Allah mulai tahun depan kedua kegiatan ini akan diselenggarakan minimal 2 (dua) kali dalam setahun. Sebagian peserta Youth Camp 2004- 6,7,8 Agustus ‘04 Dengan memberikan teori dan praktek seperti tersebut di atas, juga kegiatan positif lainnya (dimulai tahun depan) seperti kegiatan olah raga, ditambah dukungan dari para orang tua, Insya Allah apa yang menjadi harapan kita sebagai orang tua dapat terwujud. ? Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 3 Sekolah Islam Sabtu Setiap hari Sabtu 10 am – 1 pm Biaya Pendidikan $ 40 / 1 Anak $ 75 / 2 Anak $ 100 / 3 Anak Hubungi: Farhat Ambadar 323.734.5133 (Cell) 323.371.4946 Beta Muflih 213.453.1838 Terselenggara Berkat Kerja Sama antara IMF dan Pengajian Los Angeles Rubrik Interaktif: “Anda Bertanya – Kami Menjawab” Pengasuh: Hj. Betania dan Redaksi Buletin Kebingungan Shalat Di Kantor Penanya : Muslimin, Los Angeles Tanya: Kalau saya sedang bekerja di kantor, tapi tidak ada mushola, bagaimana sebenarnya cara shalat yang paling baik. Karena saya bekerja di lingkungan yang semuanya orang Amerika atau orang lain yang non-muslim, saya segan untuk shalat di depan mereka. Ini saya lakukan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan dari rekan-rekan kerja maupun dari pihak kantor sendiri. Apakah tayamum itu disarankan dalam keadaan seperti ini? Apakah tetap diwajibkan untuk ber-wudlu? Jawab: Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ankabut 29:69, “Dan orang-orang yang berusaha dalam kebaikan di jalan Kami pasti akan Kami buka jalan-jalan keberhasilan bagi mereka dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” Selama ini mungkin belum pernah ada usaha kita untuk berterus terang kepada atasan kita tentang waktu dan tempat shalat, apabila kita sudah mencoba dan berusaha lalu belum juga diberi fasilitas, maka kita pergunakan waktu break kita untuk shalat di tempat yang memungkinkan. Rasulullah bersabda bahwa setiap bumi yang suci itu mesjid, artinya bisa dipakai untuk shalat walaupun itu di gudang, koridor atau mana saja yang tidak terkena najis tetap. Adapun wudhu, harus dilakukan selama tidak ada penghalangnya, seperti sakit, atau dalam keadaan bepergian atau ketiadaan air. Kalau salah satu itu terjadi barulah diperbolehkan untuk bertayamum. Firman Allah SWT dalam surat Annisa: 43 dan Al- Maidah: 6 sangat gamblang menyebutkan sebab-sebab kita boleh bertayamum sebagai ganti bersuci dari hadas kecil dan besar. Bagaimana Membayar Zakat? Penanya: ”Confused Ummat”, Los Angeles; dan Dewi Eric Tanya: Kalau saya ingin membayar zakat mal, berapa sebenarnya jumlah yang seharusnya saya bayar? Bolehkan saya akumulasikan semua zakat tersebut dalam satu kurun waktu? Contohnya, saya ingin membayar zakat sekaligus digabungkan zakat mal tersebut selama 5 tahun. Jawab: Zakat adalah harta yang harus kita keluarkan/bayarkan kepada golongan yang telah ditentukan, apabila telah mencapai nisob/ukuran tertentu selama satu tahun, sesuai dalam surat Attaubah 9:60, “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orangorang fakir, orang miskin, para pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Misalnya uang simpanan yang telah mencapai $ 1,000 atau emas seberat 85 gram, zakatnya 2.5%. Jadi pembayarannya satu tahun sekali. Contohnya bila tahun ini kita menyimpan uang sebanyak $ 1,000 dan sampai tahun depan masih berjumlah sama atau lebih, maka zakat yang harus dibayarkan adalah $ 25. Apabila kurang dari atau terpaksa untuk kebutuhan maka tidak terkena zakat. Jadi kita tidak bisa membayar sekaligus digabungkan (misalnya 5 tahun), sebab jumlah harta simpanan dan pendapatan kita bisa berubah setiap tahun. Zakat juga tidak dibayarkan setiap kita mendapat gajian, berbeda dengan panen dimana zakat dikeluarkan setiap panen sebesar 1/10 atau 1/20 dari hasil panen sesuai dengan sistim irigasinya. Masalah zakat ini secara detail akan dibahas dalam rubrik tetap Dasar-dasar Keislaman Buletin Mentari Timur, Insya Allah.(MS) Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 4 Kutipan Khusus Ada Minamata di Teluk Buyat? Oleh: Iwan K. Warga Teluk Buyat, Minahasa, Sulawesi Utara, cemas. Ratusan lebih orang menunjukkan gejala tak biasa. Benjolan di kulit, gatal-gatal, pusing, mual, dan sering kram. Bayi-bayi lahir dengan kondisi tidak normal. Bahkan, seorang anak berusia lima bulan meninggal lantaran penyakit mulai merebak sekitar lima tahun belakangan. Ratusan warga di daerah tersebut diduga sakit karena mengkonsumsi ikan yang mengandung kadar logam berat. Gejala yang ada mirip dengan penyakit minamata yang terjadi di Jepang. Karena itu, sejumlah warga bersama Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan bertolak ke Jakarta. Mereka mengadukan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi dan PT Newmont Minahasa Raya ke Markas Besar Polri karena lalai memperhatikan kesehatan warga. Padahal, keluhan tentang penyakit yang dicurigai bersumber dari racun limbah Newmont ini sudah pernah dilaporkan warga ke instansi kesehatan setempat.e Minamata adalah sebuah teluk dengan kota kecil bernama sama di kawasan Jepang. Tragedi yang terjadi di Minamata berawal dari berdirinya Nippon Nitrogen Fertilizer pada 1908, cikal bakal Chisso Co Ltd dengan produksi utama pupuk urea. Sama seperti industri lain yang berkembang saat itu, Chisso langsung membuang limbahnya ke alam, ke Teluk Minamata. Pada 1956, kecurigaan mulai muncul setelah direktur RS Chisso melaporkan ke Pusat Kesehatan Masyarakat Minamata atas masuknya gelombang pasien dengan gejala sama: kerusakan sistem saraf. Namun, penanganan terhadap apa yang disebut penyakit Minamata itu amat lambat dan baru 12 tahun kemudian, pada 1968, pemerintah Jepang menyadari bahwa itu adalah pencemaran. Jepang juga mengakui bahwa sumbernya adalah senyawa metil merkuri yang dibuang Chisso. Sedangkan Teluk Buyat terletak di pojok Minahasa, tepatnya perbatasan antara Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow. Untuk sampai ke sini harus melewati perjalanan berliku melintasi jalan yang rusak dan jurang terjal. Permukiman di Buyat hanya terdiri dari dua baris. Sisi kiri berada tiga meter dari bibir pantai dan sisi kanan terletak sekitar 20 meter dari bukit batu. Warga setempat hidup dalam kesederhanaan. Menu makanan mereka sehari-hari umumnya adalah biota laut. Karena itu, kecurigaan pada limbah merkuri dan arsenik buangan Newmont sebagai penyebab penderitaan warga Buyat mengkristal. "Saya yakin, ditambah dengan fakta dan pengakuan-pengakuan [warga]," ujar Iskandar Sitorus dari LBH Kesehatan. Sayangnya, kita tidak pernah mau belajar dari kasuskasus yang ada. Pelaku industri tetap dengan seenaknya membuang limbah ke laut tanpa meperhatikan bahwa yang dilakukannya akan membahayakan manusia lain. Bentuk paling berbahaya adalah metil merkuri. Begitu merkuri masuk ke perairan, maka merkuri dengan mudah berikatan dengan klor dalam air laut. Ikatan dengan klor yang disebut merkuri inorganik (HdCl) itu akan mudah masuk ke dalam plankton dan dapat berpindah ke biota laut lain, lalu akan tertransformasi menjadi merkuri organik (metil merkuri). Metil merkuri biasanya terdapat dalam jaringan daging ikan. Walaupun metil merkuri itu masuk dalam konsentrasi yang tidak besar, namun di alam, ada biomagnifikasi (makin lama, makin tinggi konsentrasinya). Orang yang mengonsumsi ikan-ikan atau hasil laut yang terkontaminasi metil merkuri tersebut bisa mengalami kelainan atau gangguan ginjal, hati, dan saraf. Kalau metil merkuri masuk ke tubuh manusia, tidak akan langsung tampak seperti orang keracunan pestisida dalam jumlah besar. P.T Newmont Minahasa Raya mulai beroperasi penuh sejak Maret 1996. Sedangkan gejala penyakit yang diduga karena kontaminasi logam berat itu mulai muncul sejak September. Pencemaran diduga terjadi melalui pipa limbah yang berada 82 meter di bawah laut. Padahal, Longgina Ginting dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengatakan, seharusnya pipa tailing berada 200 meter di bawah permukaan laut. Namun, perusahaan pertambangan emas Amerika Serikat itu membantah tuduhan tersebut. Newmont mempertanyakan kevalidan data-data LBH Kesehatan. Newmont merasa hasil kelayakan serta analisa dan dampak lingkungan masih dalam batas wajar. Keterangan tersebut, diambil dari hasil penelitian Markus Lasut, kandidat doktor, yang meneliti sampel rambut 25 warga Buyat. Deputi VII Kementerian Lingkungan Hidup, Masnelyarti Hilman, juga tidak mau gegabah menunjuk Newmont sebagai biang kerok penderitaan warga Buyat. Namun, masyarakat Buyat tidak mempunyai pilihan. Mereka lahir dan hidup dari laut. Kehidupan serba paspasan membuat warga jarang membeli daging. Kondisi ini membuat sejumlah kalangan menduga warga Buyat sakit akibat kekurangan gizi. Tapi Dokter Jane Pangemanan, staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado mengatakan, penyakit yang sering menyerang warga miskin di pesisir pantai paling-paling infeksi biasa. Itu pun baru terjadi jika mereka hidup standar kesehatan dan fasilitas air minum yang jelek. "Saya menduga penyakit itu mengarah seperti Minamata yang ada di Jepang," kata Jane yang ikut mendampingi warga Buyat ke Jakarta. Pihak Kementrian Lingkungan akan mengadakan penelitian lebih lanjut, apakah limbah itu berasal dari Newmont atau dari pertambangan liar. Pihak departemen kesehatan bekerja sama dengan WHO telah mengundang Minamata Cooperation (MC) dari Jepang untuk meneliti teluk buyat. Semoga dengan adanya kasus ini, dapat dijadikan pelajaran baik bagi semua pihak di masa datang untuk lebih hati hati dalam menjalankan programprogramnya apalagi menyangkut kepentingan rakyat banyak. (Dikutip dari berbagai sumber)urigaan pada Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 5 Mesjid Xi’an Meskipun terhimpit dengan faham komunisme, Islam di Republik Rakyat China mampu bertahan dan terus berkembang. Selain jumlah penganut yang semakin ramai, masjid juga mudah ditemui di beberapa tempat di negara berpenduduk paling ramai di dunia. Antaranya Mesjid Utama di Xian yang menampung keperluan hampir 60,000 masyarakat Islam daerah itu. Mesjid yang dipercayai dibina pada era Dinasti Tang, sekitar tahun 742 sebagai pusat ibadah pedagang Arab yang berniaga di China. Berbeda dengan masjid lain di tanah Arab, mesjid ini tidak memiliki kubah dan menara. Sebaliknya, seni binanya lebih dipengaruhi gaya seni China, kecuali ukiran bertulisan Arab dan ukiran 99 nama Allah dan petikan dari ayat suci al-Quran. Walaupun mesjid ini tidak bermenara, ada dua pagoda memiliki fungsi yang hampir sama dengan menara. Sejak dibina pada Dinasti Tang, mesjid ini mengalami banyak perubahan dan perbaikan ketika Dinasti Song, Yuan, Ming dan Qing. Dengan berbagai renovasi tersebut, masjid itu kini menjadi masjid terbesar di China. Ia didirikan di tapak berukuran empat segi tepat yang dibagikan kepada empat halaman. Halaman pertama memiliki hiasan gerbang berukir dengan ketinggian sembilan meter yang dibuat sejak abad ke-17. Di beberapa bagian, perabot lama tinggalan Dinasti Ming dan Qing turut dipamerkan. Mesjid itu juga dihiasi tulisan kaligrafi yang dihasilkan oleh guru kaligrafi terkenal Dinasti Song, Mi Fu dan juga oleh Dong Qicheng dari Dinasti Ming. Selain itu, di situ juga tersimpan Al-Quran bertulisan tangan peninggalan Dinasti Ming dan kalendar batu yang dikenal dengan jadwal bulan yang ditulis oleh imam masjid berkenaan. Peninggalan itu memiliki nilai sejarah yang tinggi terutama berkaitan dengan perkembangan Islam di wilayah Shaanxi. Mengikut sejarah, sejak zaman berzaman pedagang Arab memiliki hubungan perniagaan dengan pedagang China. Maka dari itu tidak mengherankan, apabila selepas kemangkatan baginda Rasulullah sekitar abad ke tujuh, masyarakat Arab memilih China sebagai tujuan penyebaran Islam. Walaupun masyarakat Islam ini tetap memelihara kebudayaan dan agama mereka, pergaulan dan perkawinan dengan masyarakat setempat melahirkan kelompok masyarakat Islam minoriti yang unik dan akhirnya melahirkan kelompok masyarakat yang dikenali sebagai Hui. Untuk melihat lebih dekat dengan kepala sendiri mesjid ini dan mesjid lainnya beserta kehidupan masyarakat Islam di Cina secara umum, Anda dapat menghubungi beberapa organisasi Islam yang ada di Los Angeles, seperti diantaranya melalui www.IslamiCity.com. (IK) BILLIARD TURNAMENT Menyambut HUT RI yang ke 59 PMILA (Paguyuban Masyarakat Indonesia Los Angeles mengadakan Pertandingan Olahraga Billiard Tanggal : Sabtu 28 Agustus 2004 Waktu : 14.00 siang-selesai System Pertandingan : 9 Ball Biaya : $ 20/orang Hadiah : Juara Pertama : PIAGAM & UANG TUNAI Juara Kedua : PIAGAM & UANG TUNAI Pendaftaran: Arief (323) 731-2205, Syaiful (213) 422 9936 Margono (213) 284 1826 Tempat: CHAMPION BILLIARD 3377 Wilshire Blvd Suite 208 LA 9001 Telp.(213) 480 3002 Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 6 Ulasan Pakar UMAT ISLAM DAN PERMASALAHANNYA Prof. H. Abdurrahman Masud, Ph.D Sampai saat ini masih ada public image bahwa Islamic learning identik dengan kejumudan, kemandegan serta kemunduran. Kesan ini didasarkan pada kenyataan bahwa dewasa ini mayoritas umat Islam hidup di negara-negara dunia ketiga dalam serba keterbelakangan ekonomi dan pendidikan. Lebih tragis lagi adalah berkembangnya cara berfikir serba dikotomis dan hitam putih sebagian besar umat Islam seperti Islam vis-a-vis non-Islam, Timur-Barat, dan ilmu-ilmu agama versus secular sciences. Pola berfikir semacam ini biasanya sangat dipengaruhi oleh anggapan bahwa sains dan tehnologi tinggi yang merupakan lambang kemajuan budaya dan peradaban bangsa dewasa ini tumbuh dan berkembang di dunia Barat yang notabene negera non- Muslim. Akibat pemahaman semacan ini, penjajahan Barat atas Timur semakin menguat. Dominasi Barat dalam pelbagai hal seperti sains dan tehnologi moderen, informasi, ekonomi dan kultur makin menyisihkan umat Islam yang berada dalam kedalaman inferior complex. Umat Islam tidak hanya didikte oleh hegemoni Barat, tapi lebih parah lagi mereka kehilangan jati diri dan penghargaan diri ( selfidentity and self-esteem), sebagai akibat dari kemunduran ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan yang berkepanjangan. Konsekuensi logis dari situasi ini adalah proses marginalisasi umat Islam semakin menjadi-jadi (the marginalization of Islamic world continues). Lahirnya ide yang masih diperdebatkan tentang Islamisasi pengetahuan yang pada awalnya dilancarkan oleh al-Marhum Professor Ismail Faruqi (Temple University, AS) sejak tahun l970-an, pada dasarnya dimotivasi oleh kenyataan kemunduran ini dan kerinduan akan revitalisasi potensi umat Islam sebagaimana yang terjadi di masa silam. Konkritnya krisis tersebut disebabkan oleh: 1. The backwardness of the Ummah (kemunduran umat) 2. The weakness of the Ummah (kelemahan umat) 3. The intellectual stagnation of the Ummah (stagnasi pemikiran umat) 4. The absence of ijtihad in the Ummah (absennya ijtihad umat) 5. The absence of cultural progress in the Ummah (absennya kemajuan kultural umat) 6. The Ummah's losing touch with the basic norms of Islamic civilization1. (tercabutnya umat dari norma-norma dasar peradaban Islam). Poin-poin di atas pada dasarnya menunjukkan krisis 1Lihat Abdul Hamid Abu Sulayman, "Islamization of Knowledge with Special Reference to Political Science," dalam American Journal of Islamic social Sciences, vol. 2, no. 2, December l985, hal. 263. intelektual dalam dunia Islam yang berlarut-larut. Tidak diragukan lagi bahwa krisis adalah penyebab sekaligus bukti dekadensi dan melempemnya umat, yang sekaligus menghambat mereka untuk mengejar ketertinggalan kultural dan peradaban dunia moderen. Kelesuan ini bahkan sering diperburuk dengan krisis politik, ekonomi, dan militer. Menarik disimak kembali bahwa pada puncak kemajuan peradaban Islam empat abad pertama sejak munculnya agama ini (7 s/d 11 M.), tidak ditemukan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Pengaruh perdana Yunani Kuno, First wave of Hellenism (meminjam istilah Montgomery Watt: 1973) tidak pernah disambut dengan antagonisme dalam empat abad pertama peradaban Islam. Tapi setelah symptom dikotomi menimpa umat Islam di abad 12, perkembangan berikutnya adalah orientasi umat Islam yang lebih puas kepada pendalaman ilmu agama dengan supremasi fiqh tanpa diimbangi dengan cabangcabang ilmu lain yang luas sebagaimana prestasi mengesankan yang pernah diraih di masa-masa sebelumnya. Di sinilah terlihat secara jelas bagaimana kemunduran peradaban (cultural decline), mulai menghinggapi dunia Islam. Tokoh pemikir Islam abad tersebut, al-Ghazali (meninggal 1111 M.), mengkategorikan sains dan tehnologi sebagai fardlu kifayah bagi Muslim untuk menguasainya. Al-Ghazali menilainya sebagai bagian dari `ulum almahmudah (ilmu-ilmu yang terpuja). Kenyataan yang berkembang dalam masyarakat pada masamasa berikutnya adalah kecendrungan menjauhi atau bahkan alergi terhadap ilmu fardlu kifayah ini. Sebagai tonggak sejarah Madrasah Nidzamiyyah, tempat al-Ghazali mengajar selama 25 tahun dan merupakan model Madrasah klasik di abad 1l yang sangat populer, terbukti tidak menawarkan ilmu-ilmu non-agama sama sekali. Model madrasah ini juga diiukti oleh madrasah-madrasah lain di masa mendatang di bawah pemerintahan Mamluk dan Usmaniyyah.2 Dengan demikian dikotomi yang berkembang dan masih terasa hingga kini di dunia Islam pada dasarnya bisa dilacak akar historisnya. Asumsi umum bahwa dikotomi dalam Islamic learning hanyalah produk penjajajah atau pengaruh sekularisme dunia pendidikan Barat agaknya cukup terlambat dan ahistoris. Penderitaan umat Islam Indonesia yang diakibatkan oleh berkembangnya pola fikir di atas ternyata tidak jauh berbeda. Istilah santri versus non-santri, modernis versus tradisionalis di Indonesia sudah demikian menguat. Sampai dekade 80-an masih terasa ada kesan bahwa santri adalah mereka yang mendalami ilmu agama, sedangkan yang belajar ilmu-ilmu “sekuler” adalah mereka yang notabene non-santri. Bahkan dalam masyarakat tertentu sampai saat ini dikotomi ini masih menajam. Secara teoritis, ajaran dasar Islam tidak memberikan tempat pada pola fikir dikotomis dalam pendidikan dan 2 Kajian mendalam tentang Madrasah Nizamiyyah bisa dilihat dalam Abdurrahman Mas`ud, “The Nizamiyya Madrasa as a Model of Traditional Institution in the Medieval Period of Islam.” Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 7 keilmuan Islam. Kecenderungan pemikiran polarisasi dengan demikian lebih merupakan mainstream historis yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Sedangkan kebenaran, misi, serta substansi ajaran Islam yang universal, rahmatan lil alamin, tentu tidak mengenal sekat-sekat kekinian dan kedisinian. Dari konsep pendidikan Ibnu Hazm (meninggal 1064 M.), bisa diketahui bahwa pendidikan Islam ternyata tidak mengenal dikotomisasi antara ilmu agama di satu sisi dan sains di sisi lain. Tokoh Spain ini menekankan peran penting orang tua dan guru dalam memperkenalkan ilmuilmu dasar Islam (al-Qur’an, Tauhid, Syari`ah Islam) pada anak sejak usia lima tahun sebagai landasan utama dan kemudian diikuti dengan ilmu alam, matematika, ilmu bumi, sejarah dan sebagainya sesuai dengan perkembangan usia dan minat anak. Kesemuanya ini tentu masih berada dalam konteks pengagungan Ilahi, pencipta alam semesta. Belajar sejarah misalnya adalah dalam rangka memperkuat keimanan pada Allah dan mengenang kebesaran bangsabangsa di masa lalu sebagaimana yang dituturkan dalam al- Qur’an, bukan untuk membohongi mereka yang tidak belajar sejarah, atau membusungkan dada sebagai “sejarawan.” Evidensi sejarah yang menunjukkan absennya dikotomi sebagaimana pandangan Ibnu Hazm adalah ilmu-ilmu yang berkembang pesat dan tertuang dalam hasil penulisan kitab klasik selama empat abad pertama sebagaimana hasil penelitian Bayard Dodge, ahli sejarah pendidikan Islam, yang meliputi grammar, hadis (sirah, genealogy), jurisprudence, translation of science and philosophy, teologi dan tasawwuf (mysticism), science dan philosophy termasuk kedokteran, sejarah dan geografi, matematika, amusement / hiburan, syair (poetry), sastra, tafsir, akhlak, politik, kemasyarakatan dan pemerintahan.3 Yang patut dicatat di sini adalah adanya kecenderungan lintas disiplin, interdisipliner di antara para ulama dan ilmuwan. Dalam komunitas interdisipliner ini tumbuh dinamika intelektual dan kehidupan akademis yang berstandar tinggi seperti saling mengomentari karya satu sama lain baik berupa kritik maupun sanjungan. Meskipun para ilmuwan, ulama memperkaya diri dengan “ilmu-ilmu sosial” khususnya sejarah, mereka masih menunjukkan spesialisasi dan profesinya secara jelas. Sebagai contoh adalah al-Mas`udi (meninggal 956), penulis buku kenamaan Muruj al-Dahab, terkenal ahli filsafat, musafir keliling dunia, geographer, tapi beliau tetap dikenang spesialisasinya sebagai sejarawan, historiografer. Kondisi Umat Islam Indonesia Sangat memilukan bahwa masyarakat Indonesia yang relijius dewasa ini sedang terpuruk dalam himpitan krisis dan terbelakang dalam pelbagai aspek kehidupan. Laporan 3 Bayard Dodge, “The Subjects and Titles of Book Written During the First Four Centuries of Islam.” Islamic Culture, October 1954, hal. 525-540. pengamat asing satu dekade yang lalu tentang Indonesia yang penuh dengan the lousy work ethics4 and serious corruption (etos kerja yang payah dan korupsi yang nemen) ternyata kini tidak bisa digugat lagi. Krisis ekonomi yang kemudian menjadi krisis politik, diyakini bersumber dari krisis moral. Pembangunan nasional yang selama ini berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan terciptanya stabilitas nasional terbukti telah meruntuhkan sendi-sendi moral dan etik yang seharusnya melandasi seluruh praktek politik dan ekonomi bangsa ini. Kenyataan ini sudah sewajarnya dibaca sebagai kegagalan pembangunan di bidang agama. Agama yang seharusnya memberikan sumbangan terbesar dalam pembentukan budaya dan moralitas luhur bangsa tidak mampu memberikan landasan etis bagi penciptaan manusia Indonesia yang berbudi luhur atau akhlaqul karimah. Salah satu inti sikap budi luhur adalah amanah atau trust yang agaknya selama ini masih jauh dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran agama sementara ini sering dipisahkan dari kepedulian sosial dan lingkungan. Sebagai konsekuensi logis muncullah dikotomi wahyu dengan alam, wahyu dan akal, serta antara wahyu dan realitas sosial. Dikotomi yang pertama telah menyebabkan kemiskinan penelitian empiris dalam pendidikan agama serta jauhnya apresiasi kaum agamawan terhadap alam Indah Indonesia, samudra nang cantik, dan dikotomi kedua telah melanggengkan wajah keberagamaan yang monotonik. Sedangkan dikotomi yang ketiga telah mengabsahkan sikap keberagamaan yang lebih mementingkan kesalihan pribadi dari kesalehan sosial. Kontrol sosial demikian melemah dalam sosio-relijus budaya kita karena kaum elit agama terlalu menyatu dengan kekuasaan serta umat sudah terbiasa dalam iklim ketidak jelasan dan budaya pasif. Social control yang lemah pada dasarnya juga diakibatkan oleh ketidak seimbangan pemahaman ajaran hablum minallah (in bond with God) dan hablum minannas (in bond with people). Karena ajaran yang terakhir tidak populer maka masyarakat kita sudah terkondisi dalam tradisi dan suasana yang membiarkan korupsi melembaga. Penyebab korupsi total ini di antaranya disebabkan pemahaman dan penghayatan agama yang lebih mementingkan seremoni di atas substansi, ritual di atas kekhusyukan pribadi, serta kesalehan pribadi di atas kesalehan sosial dan kelaparan rakyat. Dengan kata lain masih tampak jelas fenomena keberagamaan yang sering memilah-milah kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, serta berekonomi. Jika kita menemukan kenyataan tradisi menghormati berbeda pendapat yang merupakan salah satu tiang demokrasi, lemah dalam dunia Islam khususnya di Indonesia, barangkali hal ini tidak bisa dipisahkan dari suburnya ajaran taqlid (irrational appeal: dalam bahasa 4 Yang dimaksudkan etika di sini adalah systematic code of moral principles (serangkaian peraturan sistematis tentang prinsip-prinsip moral). Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 8 ilmiah), fanatisme dalam budaya kita, serta kolonialisme Belanda yang sangat lama. Perlu kita renungkan mengapa demokrasi ternyata lebih mulus berjalan di Filipina, Thailand, dan Malaysia yang memiliki mantan penjajah non-Belanda. Melihat kenyataan ini kita harus memutar arus untuk mengembangkan tradisi menghormati dan mencari hikmah beda pendapat yang dilandasi dengan moral agama. Menarik untuk disimak bahwa dalam al- Qur'an tidak kurang dari 170 kali kata sami`a disebutkan dengan berbagai macam bentuk dan substansinya. Berbagai masalah sosial budaya dan keagamaan yang terjadi semakin memperjelas dan meyakinkan kita bahwa masalah kemerosotan moral dan kemiskinan adalah masalah kita bersama. Budaya bangsa kita disamping memiliki unsur-unsur positif harus diakui juga mengandung unsur-unsur negatif. Mental agraris telah mewarnai mentalitas manusia Indonesia. Cara pandang agraris mencerminkan sikap statis, tidak produktif karena pasrah pada siklus waktu. Melihat kondisi ini, culture of poverty 5 (kultur miskin) yang masih menjadi ajang perdebatan para sosiolog, bisa jadi sah-sah saja dialamatkan ke bangsa kita. Hal-hal tersebut mengundang pemikiran mendalam untuk menata kembali kehidupan beragama yang lebih menyejukkan, santun, damai, dan peduli terhadap masalahmasalah sosial. Sebagai refleksi akhir dalam tulisan ini, beberapa poin perlu ditawarkan: • Perlunya peningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan aktif kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memperdalam pemahaman dan kesadaran beragama yang seimbang antara hablum minallah dan hablum minannas. Di sinilah perlunya mengaktifkan nilai-nilai pasif keberagamaan atau passive value system ke aktif dan dinamis. Ajaran sabar misalnya, selama ini lebih banyak difahami sebagai aspek nerimo-pasrah akomodatif dalam menerima musibah. Sabar perlu diterjemahkan sebagai loyal to the standard principles. Yakni konsisten dengan prinsipprinsip standar yang harus dijunjung tinggi oleh pribadi, masyarakat, dan pemerintah. • Perlunya keberagamaan yang memihak wong cilik dengan tetap berbuat adil kepada yang kuat. Ini adalah upaya demokratisasi dalam bidang politik dan sosial budaya yang harus dikembangkan karena kontrol sosial demikian melemah. Di sini barangkali dibutuhkan pengembangan teologi pembebasan dalam setiap agama. liberation, empowerment, dan intellectualization yang mengarah pada kecendrungan "melek" dan kritis dalam masyarakat agama perlu 5 Istilah yang digunakan pertama kali oleh Oscar Lewis (1961) ini menekankan fatalisme sebagai ciri utama masyarakat ini. Sosiolog tersebut berargumen bahwa cycle of deprivation (lingkaran kefakiran) terus berlangsung dalam masyarakat ini hingga anak-anak dalam lingkungan ini mampu menyesuaikan diri dengan nilai-nilai dan sikapsikap untuk menjadi manusia miskin. Meskipun demikian argumen ini oleh para sosiolog dianggap lemah dan banyak dibantah. ditegakkan secara kontinyu, konsisten, dan proporsional. • Perlunya dikembangkan budaya mengapresiaisi dan mendengarkan orang dan kelompok lain secara empatik. Sejalan dengan poin ini adalah perlunya peningkatkan kualitas kerukunan antar umat beragama melalui dialog intensif alami, bukan seremonial dan bukan dipaksakan, antar lembaga agama dan perlunya pengembangan teologi yang inklusif • Perlunya keteladanan dan kerjasama tokoh masyarakat, LSM, pemuka agama, ulama, cendikiawan, budayawan, dan pemerintah dalam menangani masalah-masalah sosial. Silaturrahim secara fungsional, bukan seremonial diantara tokoh-tokoh yang difollow-upi dengan social action secara sistemik akan meringankan beban umat yang semakin hari semakin berat. Akhirnya tolok ukur keberhasilan pembinaan agama di sini bukan lagi diukur dari dari jumlah angka-angka tapi lebih dari sisi kualitas keberagamaan (relijiusitas) seseorang, kelompok, masyarakat, dan bangsa. Sejauh mana agama menjadi penggerak utama (prime-mover) dinamika kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dan sejauh mana agama memberi response dan solusi positif terhadap permasalahan-permasalahan sosial seperti kemiskinan, krisis moral, korupsi, kolusi, ketidakadilan, dan lain-lain. Agama tidak akan lagi dijadikan sebagai alat legitimasi untuk pembangunan di satu pihak, dengan melupakan penyakit-penyakit pembangunan, dan perubahan sosial yang lebih esensial di sisi lain. ? 20/20 Electronics & Furniture Computers and Furniture - Sales and Services - Margono Wiryadimedjo (213) 387-3227 • (213) 284-1826 margono98@yahoo.com 533 S. Harvard Blvd Suite 202 Los Angeles, CA 90020 Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 9 Catatan dari Meja Redaksi Oleh: Mohamad Setiawan Assalamu’alaikum Wr.Wb. Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmah dan petunjuknya, sehingga Buletin Mentari Timur dapat terbit sesuai waktunya dan mudahmudahan dapat selalu menambah pengetahuan dan wawasan ke-Islaman kita semua. Dengan semakin banyaknya dukungan berupa artikel dan donasi dari masyarakat muslim Indonesia maupun non Indonesia maka Alhamdulillah untuk edisi Agustus ini Buletin Mentari Timur dapat terbit 20 halaman dan juga semakin bertambah ragam artikelnya. Sebagai topik utama sengaja kita sampaikan masalah pendirian mesjid yang merupakan impian setiap muslim Indonesia di Los Angeles dan sekitarnya. Kita mengharapkan dengan adanya artikel ini maka setiap muslim Indonesia akan lebih terbuka pikirannya dan kemudian menyampaikan saran-saran yang positif demi terwujudnya impian kita semua tersebut. Selain itu, juga kami sampaikan artikel-artikel menarik lainnya seperti: Ulasan Pakar, Wisata Islam, Organisasi Islam, Kutipan Khusus dari Tanah Air dan Artikel tentang Dasar-dasar Keislaman yang sangat baik untuk pelajaran agama bagi kita dan keluarga dan direncanakan akan disampaikan secara berkesinambungan, serta tidak lupa kami sampaikan kegiatan anak dan remaja kita yang semakin kompak dan terorganisir. Selamat membaca! Wassalamu’alaikum Wr.wb. Redaksi Daftar Perkumpulan Pengajian di Los Angeles dan Sekolah Islam Sabtu 1. Pengajian Al-Ikhlas - Lokasi: West Los Angeles dan sekitar - Kegiatan: Pengajian bulanan (dari rumah ke rumah), Pengajian tafsir malam minggu (kecuali minggu ke-3) di KJRI-LA, mengirimkan santunan ke yatim-piatu dan anak asuh di Indonesia setiap bulan Ramadhan. - Penghubung: Teguh, Anthony, Firdaus Hamdi. 2. Pengajian Gemala Pertiwi - Lokasi: Orange County - Kegiatan: Pengajian Mingguan, pendidikan anak - Penghubung: Uyat, Dadang 3. Pengajian Nusantara Muslim California ( NMC ) - Alamat: 2761 Salem CT, San Bernardino, CA 92408 - Kegiatan: Pengajian 2 mingguan, sekolah Sabtu atau Minggu - Penghubung: Yayat, Faisal 4. Pengajian Reseda - Alamat: 18635 Keswick St., Reseda, CA 91335, Tel. 818- 345-8004 - Kegiatan: Belajar membaca dan mengupas isi Al- Qur’an, mengadakan kegiatan yang sifatnya ukhuwah islamiah, seperti family and community gathering dan lain-lain. - Penghubung: Darul Ismail 5. Pengajian Los Angeles – KJRI - Alamat: 3457 Wilshire Blvd., Los Angeles, CA 90010 - Kegiatan: Pengajian Bulanan, Memperingati harihari besar Islam, menyelenggarakan pendidikan agama Islam. - Penghubung: Zainuril Muflih, Dadang Rahmat 6. Sekolah Islam Sabtu - Lokasi : Ruang Pengajian KJRI-LA 3457 Wilshire Blvd. Los Angeles, CA 90010 - Kegiatan : Pendidikan Islam untuk anak-anak dan remaja (usia 4–17 tahun) yang dibagi dalam 5 kelas. Dilaksanakan setiap Sabtu, mulai jam 10.00 am s/d 1.00 pm. - Penghubung : Farhat (323-371 4946), Beta (213- 453 1838) Untuk informasi tambahan mengenai pengajian, harap hubungi kami di infopengajian@att.net. Insya Allah kami dapat menjawab segala pertanyaan yang berhubungan dengan kelompok-kelompok pengajian seperti yang tertera di atas. (MS) Ucapan Terima Kasih Indonesia Muslim Foundation mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 1. Pimpinan dan Staf KJRI Los Angeles 2. Ibu-ibu Pengajian Reseda 3. Ibu-ibu Pengajian Los Angeles 4. Ibu-ibu Pengajian Al-Ikhlas 5. Para orang tua siswa Sekolah Islam IMF-Pengajian LA 6. Donatur Atas segala bantuan dan dukungan baik moril maupun materi pada kegiatan Pesantren Kilat 31 Juli-1 Agustus 2004 dan Youth Camp 6,7,8 Agustus 2004. Benang Tailor Jahit Celana, Baju dan Perubahaannya untuk Pria dan Wanita Muali Dawam 450 S. Normandie Ave # 110 Los Angeles, CA 90020 Tel: 213-736-7363 Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 10 (Sambungan dari halaman 1) Studi Kelayakan Pembangunan Mesjid Dengan adanya berbagai aktivitas yang terselenggara tersebut diharapkan akan dapat ”menarik” minat masyarakat muslim dengan sendirinya untuk ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan keislaman. Sehingga pada nantinya suasana keterikatan sosial (social bond) sesama umat dan rasa kepemilikan akan Islam itu sendiri akan semakin menguat dengan sendirinya. Dengan keterikatan tersebut diharapkan semakin membuat manusia-manusia terlibat di dalamnya merasa terpacu bahwa suatu tempat permanen pusat keislaman ini memang benar-benar diperlukan (harap lihat skema di halaman pertama). Orang tidak akan lagi bertanya-tanya lagi untuk apa dana yang sudah atau akan terkumpul tersebut akan digunakan. Orang tidak perlu menyangsikan lagi bahwa dengan adanya mesjid nanti, Insya Allah, tidak akan menyia-nyiakan usaha yang telah disisihkan selama ini baik itu dalam bentuk uang maupun tenaga. Karena para umat dapat melihat kedepan bahwa efek dari adanya pusat kegiatan Islam tersebut akan berdampak positif bagi masing-masing individu maupun bagi perkembangan Islam di masa depan. Penulis pernah terlibat dalam suatu pembicaraan dengan salah seorang muslimin di LA. Di awal pembicaraan tersebut, ia mengatakan,”Orang kita (Indonesia) itu aneh ya, Ri. Kalau untuk menyumbang makanan untuk acara pengajian atau kenduri lainnya, umat kita biasanya sangat ’ringan tangan’ dalam membantu. Makanan akan dengan cepat sekali tersedia. Tapi kalau untuk disuruh untuk menyumbang, terutama untuk sumbangan untuk mesjid, paling susah diminta. Kenapa ya?”. Pikir punya pikir, akhirnya penulis menimpali bahwa sesungguhnya umat itu bukannya tidak mau menyumbang. Akan tetapi umat itu pada dasarnya akan lebih berat hati untuk menyumbang mana kala hasil yang akan dituai tersebut tidak kasat mata. Lain halnya dalam menyumbang makanan, hasilnya jelas. Bila seorang ibu membuat masakan untuk acara pengajian contohnya, dia akan sangat berpuas hati bila masakannya itu disukai oleh orang-orang dan paling cepat habisnya. Ada suatu kepuasan yang tidak bisa dinilai dengan imbalan material. Begitu pun dengan analoginya dalam hal pembangunan mesjid. Orang akan sulit untuk menyisihkan sepeser uang hasil jerih payahnya bila realisasi pembangunan mesjid masih jauh dari kenyataan. Mereka lebih senang untuk menyisihkan ke keperluan lainnya yang lebih mendesak atau terlihat dalam jangka waktu yang relatif pendek. Berkaca ke belakang Delapan tahun telah berjalan. Seraya dengan waktu berjalan, kita pun tengah jalan merangkak perlahan di tengah kegelapan. Kiranya sudah saatnya bagi kita untuk berani mengkaji ulang terhadap usaha yang telah kita tempuh selama ini apakah telah berada dalam jalur yang benar atau telah melenceng dari sasaran. Bila memang meleceng dari sasaran, sudah saatnya kita meluruskannya kembali. Bila memang kita berada berjalan di jalan yang benar, mengapa hingga sedemikian lama kita belum mampu mewujudkan keinginan tersebut dan hingga kapan kita harus menunggunya. Kita harus berani mengatakan sesuatu yang salah, walaupun memang sangat berat untuk mengutarakannya. Tapi kalau memang itu untuk kebaikan bersama, harus kita berani ungkapkan kesalahan tersebut untuk diperbaiki di kemudian hari. Pertanyaan seperti inilah yang harus kita jawab bersamasama. Ada baiknya untuk kita sesama umat duduk bersama dalam kerangka diskusi. Segenap masyarakat muslim perlu kita dengar pendapatnya, tidak peduli dari background apa mereka itu. Baik itu pegawai konsulat, student, ibu rumah SWOT Analysis – Pembangunan Mesjid Strengths: - IMF dengan ditopang dengan anggota pengajiian yang tersebar di pelosok LA mempunyai hubungan antar sesama masyarakat yang sangat solid - Keberadaan IMF yang telah lama berdiri, belum lagi dengan perkumpulan-perkumpulan pengajian lainnya yang telah lama terbentuk. Diakui sebagai badan resmi non-profit organization di California. - Dukungan yang sangat kuat dari pemerintah RI yang terwakilkan melalui KJRI Weaknesses: - Biaya mahal. - Kekurangan sumber daya manusia. - Belum siapnya kerangka lunak, seperti pembukuan, administrasi. Opportunities: - Sarana pemersatu umat Islam di LA khususnya, dan Amerika Serikat pada umumnya. - Memperluas syiar (penyebaran) Islam. - Pusat pendidikan dan pengajaran Islam dalam bentuk sekolah Islam dan perpustakaan serta Islamic Center. - Mempertebal identitas umat muslim Indonesia di U.S., dan bisa memperkenalkan bangsa Indonesia secara keseluruhan kepada masyarakat Amerika setempat. - Membuka lapangan pekerjaan dan sumber pendapat ekonomi, bila dimanfaatkan fungsi ruang yang lain, seperti penyewaan tempat, usaha-usaha lainnya. Threats: - Kebanyakan orang akan ber-status sementara di LA, membuat concern mereka terhadap perlu atau tidaknya mesjid menjadi berkurang - Biaya operations dan maintenance yang belum jelas, ditkhawatirkan pendanaan untuk menutupi biaya ini akan putus di tengah jalan bila kita tidak berhati-hati. - Semakin turunnya jumlah warga muslim Indonesia di Amerika Serikat seiring dengan semakin ketatnya kebijakan pemerintah AS terhadap warga pendatang. Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 11 tangga ataupun dari kalangan muda seperti rekan Dhanta (anggota muda pengajian Los Angeles) sekalipun. Asal mereka ini semua mempunyai komitmen yang kuat untuk bersama-sama memecahkan masalah ini demi kebaikan kita semua. Kita juga harus berani menelan pil pahit bila ternyata dalam diskusi tersebut diambil kesimpulan bahwa pembangunan mesjid ini ternyata tidak dibutuhkan. Kita harus mencari exit strategy yang tepat dalam menyikapi solusi ini. Apakah perlu untuk dikembalikan uang yang terkumpul tersebut kepada para donatur yang telah menyumbang, atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang bermanfaat, seperti disumbangkan penggunaan dana tersebut ke Tanah Air. Namun, kalau kita mengkaji ulang mengenai penting atau tidaknya keberadaan mesjid melalui metode SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) seperti di atas, terlihat jelas potensi yang ditawarkan dengan keberadaan mesjid ini akan memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat muslim Indonesia di Los Angeles. Metode Penggalangan Dana Dari bagian penulisan yang telah diutarakan sebelumnya, dapat diketahui bahwa dengan pemasukan dana sumbangan rata-rata $13,000 per tahunnya akan sangat sulit bagi kita untuk mencapai target pembangunan mesjid dalam waktu dekat. Untuk itu perlu dipikirkan suatu cara efektif yang bisa menggalang dana yang cukup signifikan dalam waktu yang relatif pendek. Memang sejauh ini IMF telah berhasil menghimpun dana pembangunan selain dari jalur sumbangan atau donatur, yaitu melalui pemasukan dari pelaksanaan kegiatan IMF, seperti bazaar maupun sekolah Islam Sabtu. Namun tetap jumlah pemasukan dari kegiatan di atas tidak akan terlalu memadai. Sumber pemasukan yang dihasilkan dari kegiatan IMF selama ini akan sangat bermanfaat untuk membiayai pengeluaran operasional di kemudian hari, belum bisa diharapkan untuk bisa menopang biaya akuisisi fasilitas. Namun, kita tidak perlu berkecil hati. Pepatah yang mengatakan, “di situ ada kemauan, di situ ada jalan” memang bukan dibuat mengada-ada. Instensitas kegiatan yang akan terjalin dengan erat selama ini Insya Allah tidak akan hanya menarik perhatian dari kalangan masyrakat muslim Indoneisa semata, melainkan diharapkan akan pula menyedot perhatian kalangan masyarakat muslim dari negara Islam yang lain. Maraknya kegiatan yang akhirakhir ini terlaksana maupun program-progam kegiatan di masa yang akan datang akan baik sekali sebagai alat marketing ke lingkaran luar kalangan muslim Indonesia, yang bila berhasil akan mampu menunjukkan bahwa ”eksistensi” keislaman masyarakat Islam Indonesia yang kokoh di Los Angeles. Dengan begitu, barangkali kita perlu sekali-kali mengadakan fundraising event yang mengundang tokohtokoh pemuka masyarakat Islam baik itu dari Indonesia maupun dari bangsa lain. Perlu dipromosikan kembali achievements apa yang telah digapai IMF, visi dan misi ke depan IMF demi tercapainya kesejahteraan umat. Dari mereka inilah diharapkan akan mampu memberikan ”suntikan” bantuan yang cukup signifikan. Malah kalau perlu dapat pula dilakukan hal yang sejenis di Indonesia dengan mengadakan pertemuan-pertemuan dengan tokoh penting Indonesia. Sudah saatnya kita memulai menjemput bola barangkali, daripada hanya sekedar menunggu bola. Ada beberapa metode lain yang bisa dikembangkan lebih lanjut seperti barangkali melalui pinjaman dari bank dengan interest rate pengembalian yang sangat lunak. Namun kiranya tidak cukup dibahas seluruhnya dalam tulisan aritkel ini. Perlu banyak analisa dan pembahasan yang lebih mendalam. Sebagai penutup penulis juga sedang mereka-reka struktur dana yang dibutuhkan maupun yang akan mampu dihasilkan bila realisasi mesjid ini menjadi kenyataan (lihat tabel). Namun ini juga masih bisa dalam perdebatan dan diskusi yang panjang. Tapi paling tidak, dari sini kita menarik benang merah, kira-kira apa yang mesti kita hadapi nanti. Pembangunan mesjid itu cuma langkah awal, dan bukan langkah akhir. Cobaan yang sebenarnya baru dimulai setelah mesjid (fasilitas permanen) tersebut telah berdiri. Setelah mesjid itu berdiri, tidak ada kata mundur lagi. ? Struktur Keuangan Bulanan Pasca Pembangunan Pengeluaran per bulan: - Operasional dan perawatan - Full-time / part time employees salary $1,500 Pemasukan per bulan: - Sumbangan bulanan - Penyewaan tempat / ruangan - Pemasukan dari kegiatan IMF, seperti majalah MT, bazaar, sekolah Islam Sabtu $2,000 (perlu dilebihkan untuk meng-cover biaya tak terduga di kemudian hari) Untuk saran dan pertanyaan kepada penulis, hubungi langsung (310) 204-4905 atau afirmandi@att.net. Penulis adalah Kepala Editor Buletin Mentari Timur. Menamatkan pendidikan dari University of Southern California (USC), Master of Science in Civil Engineering dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Sarjana Teknik Sipil. Profesi saat ini: Project Controls Engineer, Analytical Planning Services (APSI). Pengumuman Kepada Seluruh Umat Pelaksanaan Shalat Jumat Di KJRI 3457 Wilshire Blvd Los Angeles, CA 90010 213.383.5126 Mulai Pukul 1 Siang Hingga Selesai Diselenggarakan oleh Pengajian Los Angeles dan KJRI - LA Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 12 Organisasi Islam Islamic Society of North America (ISNA) Oleh: Sudarmadji Pada dasawarsa 60-an sekelompok mahasiswa muslim dari berbagai universitas di Amerika (sebagian besar imigran dari timur tengah dan asia selatan) dengan dimotori oleh salah satunya mahasiswa program PhD Ahmad Sakr, mendirikan MSA (Muslim Student Asosiation) sebagai media berdiskusi, mempekenalkan Islam kepada komunitas universitas, serta mengorganisir aktivitas-aktivitas keislaman di kampus. Dalam perjalanannya meraka sadar bahwa kegiatanya perlu diperluas tidak sekedar di kalangan mahasiswa tapi juga masyarakat muslim di Amerika pada umumnya yang jumlahnya kian berkembang. Maka dibentuklah ISNA (Islamic Society of North America), yang jaringannya juga diperluas sampai ke Canada. Demikian sekilas latar belakang berdirinya ISNA. Berikut penjelasan ISNA secara lebih detail. Mengapa ISNA? ISNA adalah bagian solusi dari masalah yang dihadapi kaum muslim di Amerika untuk hidup secara islami. ISNA senantiasa bekerja dalam rangka mencapi ridla. Aktivitas ISNA antara lain memberikan dukungan untuk terciptanya sekolah yang lebih baik, dakwah yang lebih kuat, menkordinir islamic community center, dan pogramprogram keislaman lainnya. ISNA berusaha membina persatuan umat Islam sebagai bagian yang sangat penting dari kehidupan yang islami. Visi ISNA Sebagai wujud persatuan orgaisasi-organisasi Islam di Amerika Utara yang menunjang tercapainya kehidupan yang lebih baik bagi kaum muslim dan masyarakat luas. Misi ISNA ISNA adalah kumpulan dari organisasi islam dan individu yang mempunya kesamaan platform dalam menampilkan Islam, mendukukung komunitas muslim, mengembangkan pendidikan, kegiatan sosial, dakwah serta membina hubungan baik dengan komunitas keagamaan lain, civic, dan organisasi pelayanan (service organizations). Goal/Strategic Priorities 1. Pelatihan Imam dan Pengembangan Kepemimpinan (Kordinator: Dr. Ihsan Bagby) 2. Keterlibatan Pemuda Muslim (Kordinator: Monem Salam, Rizwan Jaka) 3. Sound Financial Base (Kordiantor: Dr. Abdul Alim Khandekar) 4. Public Image (Kordinator: Maha ElGenaidi, Ghulam Bakali 5. Interfaith and Coalition Building (Kordinator: Dr. Ghulam Nabi Mir) 6. Community Development (Kordinator: Zia Mahood Dukungan Masyarakat untuk ISNA Anda bisa membantu ina dangan cara sebagai berikut: 1. Menjadi anggota seumur hidup (lifetime member). 2. Menjadi anggot biasa (diperbaharui setiap tahun) 3. Berlanggan Islamic Horizon 4. Kerja Volunteer di ISNA 5. Untuk Pelajar bisa internship di ISNA (harus 18 tahun ke atas) 6. Membeli produk-produk yang dijual isna seperti buku, video, al-quran. 7. Mengikuti/menghadiri konferensi ISNA salah satunya tertera dibwah artikel ini. Kontak ISNA: Website: http://www.isna.net Islamic Society of North America 6555 South 750 East Plainfield, IN 46168 Phone: (317) 839 - 8157 Fax: (317) 839-1840 ========================================= 41st Annual ISNA Convention ISLAM: Dialogue, Devotion and Development Donald E. Stephens Convention Center (formally Rosemont Convention Center) Rosemont (Chicago), Illinois September 3-6, 2004 Lebih detail: http://www.isna.net/convention/default.asp ========================================= Catatan penulis: Muslim keturunan Indonesia di Amerika masih kurang keterlibatannya dalam kegiatan-kegiatan (termasuk konferensi) yang diselenggarakan oleh ISNA dan organissasi Islam lainnya. ? Investment Opportunity Investment Opportunity for the Muslims Community under sharia principles, with a leading U.S. Banks, managed by professional traders. Access your account online 24 hrs. Please contact, 213-382-2803 and use Ref code: AMI-901 Account Executive Wanted No previous experience required free training provided. Part time/Full time monthly income $ 5000, please contact, 213-382-2803 and use Ref Code AMA-901 Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 13 Dasar-dasar Keislaman ISLAM, IMAN dan IKHSAN Oleh: Hj. Betania Muflih Untuk lebih mengenal agama kita, maka kita harus mengetahui 3 perkara penting, yaitu makna Islam, Iman dan Ihsan serta rukun-rukun Islam dan Iman. Di sini akan kita bicarakan secara singkat sumber dari hal-hal yang kita sebutkan di atas. Sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Imam Muslim menyebutkan sebagai berikut, Umar bin Khattab menyebutkan kisahk pengalaman dirinya bersama Nabi Muhammad sebagai berikut. [Umar bercerita] Suatu hari ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang laki-laki kepada kami memakai baju putih bersih, berambut hitam dan tidak ada tanda-tanda sebagai orang musafir yang sedang bepergian dan tak seorangpun dari kami mengenalinya. Dia duduk mendekati Nabi SAW sembari lututnya menyentuh lutut Nabi SAW dan tangannya diatas pangkuan Nabi SAW, lalu berkata, “Wahai Muhammad beritahu aku tentang Islam.” Rasulullah SAW menjawab, ”Islam adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah pesuruh Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa pada bulan Ramadhan dan menunaikan haji apabila anda mampu untuk melaksanakannya.” Orang itu menjawab, “Kamu benar”. Kami heran, disebabkan dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya. Lalu dia berkata kembali, “Beritahu aku tentang Iman.” Nabi SAW menjawab, “Iman adalah percaya kepada Allah, para Malaikatnya, Kitabkitabnya, para Rasulnya, hari Akhirat serta Qadar yang baik dan yang buruk.” Kemudian dia berkata lagi, “Kamu benar.” Lanjutnya, “Beritahu aku tentang Ihsan.” Rasulullah SAW menjawab, “Ihsan adalah ketika anda menyembah Allah seakan-akan anda melihatnya, apabila anda tidak melihatnya, maka yakinlah bahwa Allah melihat anda.” Lalu dia berkata kembali, “Beritahu aku tentang hari Kiamat”. Rasulullah SAW menjawab, “Yang ditanyai tidak lebih tahu dari si Penanya.” Dia berkata, “Kalau begitu beritahu aku tentang tanda-tanda akan dekatnya kedatangan hari itu.” Rasulullah SAW menjawab, “Tanda-tandanya apabila seorang budak perempuan melahirkan anak majikannya, dan para penggembala yang telanjang kaki telah berlomba-lomba menguasai gedung-gedung tinggi.” Kemudian orang itu pergi. Nabi Muhammad SAW masih tetap duduk, lalu bertanya kepadaku, “Wahai Umar apakah anda tahu siapa yang bertanya tadi ?” Aku menjawab, Allah dan RasulNya lebih tahu. Beliau menjawab, “Dia adalah Malaikat Jibril, ia datang untuk mengajari kalian tentang agama kalian.” Dari hadist ini kita memahami bahwa rukun Islam ada 5 yaitu : 1. Shahadah 2. Shalat 3. Puasa pada bulan Ramadhan 4. Membayar Zakat 5. Menunaikan Haji bagi yang mampu Sedang rukun Iman ada 6 yaitu : 1. Percaya pada Allah 2. Percaya pada Malaikat-malaikatNya 3. Percaya pada Kitab-kitabNya 4. Percaya pada Rasul-rasulNya 5. Percaya pada hari Akhir 6. Percaya pada Qadar baik dan buruk Adapun pembahasannya secara detail akan kita kupas Insya Allah pada edisi-edisi Mentari Timur selanjutnya. Pesantren Kilat 2004 Berjalan Sukses Dengan dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta, acara Pesantren Kilat 2004 Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan sukses. Dengan diisi oleh siraman ceramah dari Bapak Ustadz Syamsi Ali selama dua hari, acara ini juga diselingi oleh kehadiran seorang wakil dari perkumpulan Indonesian Muslim Student Association (IMSA). Yang menarik juga adalah pemberian porsi yang lebih besar dibanding tahun lalu terhadap audience anak-anak dan remaja dalam acara pesantren kali ini. Banyak sekali para peserta yang memberikan tanggapan positf terhadap acara ini. Malah beberapa diantara mereka yang mengusulkan untuk mengadakan acara sejenis ini lebih dari sekali setahun. Bagaimana tuh IMF, dengan tantangan ini? (Harap lihat foto di halaman 19) ? Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 14 Hikmah Kupu-Kupu Suatu hari Andi secara tidak sengaja dia menemukan sebuah kepompong kupu-kupu yang sedang menetas. Karena rasa keingin tahuannya maka dia perhatikan kepompong itu. Dia melihat betapa gigihnya sang kupu-kupu muda untuk keluar dari cangkangnya. Sang kupu-kupu muda meregang-mengkerut berulang-ulang untuk menembus lubang kecil di cangkang yang membungkusnya, namun usaha sang kupu-kupu muda tak kunjung mendatangkan hasil. Setelah beberapa lama Andi merasa iba terhadap kupukupu muda tersebut, maka bergegaslah ia masuk ke dalam rumah. Tidak berapa lama kemudian keluarlah ia dengan membawa sebuah gunting. Dengan hati-hati ia memperlebar lubang cangkang tersebut dengan gunting yang baru diambilnya. Berkat bantuan Andi sang kupukupu muda berhasil keluar dengan mudah. Hati Andi berbunga-bunga merasa telah membebaskan sang kupukupu muda dari penderitaan. Andi belum beranjak pergi, ia ingin melihat sang kupukupu muda belajar terbang. Tidak berapa lama kemudian kupu-kupu muda mulai mengepak-ngepakan sayapnya. Andi sangat gembira, dalam pikirannya sang kupu-kupu muda akan segera terbang bebas untuk ke angkasa untuk menjalani kehidupan baru. Setelah beberapa lama, yang ditunggu Andi tidak kunjung datang, sang kupu-kupu muda hanya mengepakngepakan sayap sambil berjalan kesana kemari dengan lamban di sekitar cangkang. Namun hati Andi belum putus asa dan masih bersabar menunggu, dalam pikirannya mungkin sang kupu-kupu muda masih butuh latihan yang lebih lama untuk bisa terbang. Setelah menunggu-menunggu dan menunggu sang kupukupu muda tidak kunjung bisa terbang. Andi bertanya-tanya dalam hatinya ada apa gerangan sang kupu-kupu muda sehinggga tidak segera bisa terbang. Ia perhatikan sang kupu-kupu dengan teliti barangkali ada kelainan. Mulamula ia perhatikan sayapnya, barangkali berlubang atau kelainan yang lain. Namun ia tidak menemukannnya, sayap sang kupu-kupu muda kelihatan normal-normal saja. Kemudian perhatikan bagian kakinya, barngkali cacat sehingga kurang kuat untuk memberikan dorongan awal, ternyata kakinya kelihatan normal. Kemudian kepalanya, juga kelihatan normal. Terakhir ia mengamati bagian perutnya, ia agak kaget, ia melihat perut sang kupu-kupu muda kelihatan lebih besar dari kupu kupu kebanyakan. Kemudian ia bergegas ke dalam rumah, ia mengambil buku tentang serangga yang diperoleh dari sekolahnya. Ia buka-buka buku tersebut akhirnya ia sampai pada halaman yang mebicarakan masalah kupu-kupu. Ia baca dengan teliti artikel tersebut, alangkah terkejutnya setelah ia temukan kalimat yang berbunyi: "Ketika bayi kupu-kupu keluar dari lubang cangkang kepompong, akan keluar cairan dari perut bayi kupu-kupu yang merupakan sisa persedian makanan selama dalam fase kepompong. Keluarnya cairan tersebut membuat perut bayi kupu-kupu menjadi ramping, jika karena suatu hal cairan ini tidak keluar maka perut kupukupu akan besar dan bisa menghalangi kupu-kupu untuk bisa terbang karena badannya menjadi terlalu berat bagi sayap kupu-kupu". Andi menjadi lemas, ternyata niat baik dia membantu sang kupu-kupu muda menjadi petaka baginya. Sang kupukupu tidak pernah bisa terbang selamanya. Pelajaran yang bisa kita petik, kadang-kadang melakukan kesalahan serupa, kita tidak tega meilihat anakanak kita (atau siapa saja) bersusah payah, lalu kita bantu dia untuk mengambil jalan pintas (short cut), padahal susah payah itu adalah bagian dari proses untuk melatih, mendewasakan dan mematangkan dia. Misal kita tidak tahan melihat balita kita makan berantakan, akhirnya kita suapin saja, akhirnya umur 7-8 tahun masih minta disuapin (so, setelah besar jadi pejabat juga suka disuap;-). Contoh lain kita tidak tahan melihat anak ngompol, maka kita tidak pernah (terlambat) mengajari 'potty training', akhirnya umur 4-5 tahun masih harus pakai diapers. Contoh lain untuk kasus di Indonesia, kita tidak ingin anak kita dapat sekolah yang tidak favorite padahal anak kita memang tidak memenuhi syarat untuk masuk di situ, akhirnya setelah dipaksakan masuk anak kita tersebut tertinggal dengan kawan-kawannya yang masuk melalu seleksi normal, salah satu akibatnya mungkin anak kita mencari pelampiasan untuk meuntupi ketertinggalannya misal terlibat narkoba dan alkohol. Contoh lainnya anak kita bandel dan usil, kita kasih obat saja biar hilang (kurang) kebandelannya. Wallahu ahlam bisawab. WARUNG ASIA MAKMUR GROCERIES & DELI Tersedia: Makanan/masakan Indonesia dan lokal, majalah/koran lokal serta Indonesia, pakaian muslim, batik, bordiran dan lain-lain serta halal meat (special order) For free delivery, Lokasi: 8239 Tampa Ave Please call 818.345.8004, Reseda-CA 91335 818.982.0918 Ph. 818.773.0377 Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 15 Empat Kunci Sukses MENGHILANGKAN KEBOSANAN Oleh: Mohammad Joban Ada sebuah Hadith Qudsi yang berbunyi: “Hai Hamba- Ku! Ambilah tanggung jawab itu (amal) sesuai dengan kemampuanmu, Sebab sesungguhnya Allah tidak pernah bosan, sampai kamu sendiri yang bosan. Pekerjaan yang paling disukai oleh Allah SWT adalah pekerjaan (amal) yang dikerjakan dengan rutin dan konsisten meskipun sedikit” (Bukhari Muslim). Penyakit bosan adalah suatu penyakit yang berbahaya kalau tidak segera diatasi. Karena kalau penyakit itu terus berjangkit maka ia akan menghambat kesuksesan di dunia dan di akherat. Orang yang bosanan akan tidak bergairah untuk bekerja dan beramal; akan malas untuk beribadah atau berjuang. Senangnya hanya santai-santaian, ngobrol ngaler-ngidul, dan tidur-tiduran. Sehingg waktu banyak dihabiskan pada sesuatu yang tidak ada manfaatnya di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu dalam tulisan ini kita ketengahkan empat kunci sukses menghilangkan penyakit bosan. KUNCI PERTAMA: NIAT/TUJUAN KUNCI KEDUA: MENCARI ILMU KUNCI KETIGA: BERTAFAKUR KUNCI KEEMPAT: SABAR DAN BERSYUKUR ------------------------------------------------------------ KUNCI PERTAMA : NIAT/TUJUAN Dr. Umar Shakar menulis sekrepsinya untuk Ph.D di Universitas Al-Azhar dengan Judul “Niat”. Tulisan itu sampai mencapai 583 halaman. Dimana disitu selain diuraikan tentang tingkatan niat, seperti Al-Qasdu (Motive) Al-Azmu (Tekad yang bulat) dsb, juga diuraikan tentang urhensinya niat dalam ibadah dan dalam kehidupan seharihari. Tapi sayang pengertian kita tentang niat sangat simple sekali. Kita hanya memahami niat setingkat apa yang dikatakan oleh Hadith: “Sesungguhnya amal itu bagaimana niatnya”. Padahal kalau kita pahami niat secara lebih dalam lagi maka hidup dan kehidupan kita akan lain. Hidup kita akan penuh energi, semangat, dan antusias untuk beramal dan berkarya. PENGALAMAN SEORANG NAPI Sebagai contoh di lapangan –dimana saya kerja sebagai Imam dipenjara Washington – saya sering menjumpai napi yang dihukum seumur hidup, tapi setiap saya ketemua mereka tampak wajahnya bersinar dan bersri-seri. Padahal saya sering lihat orang diluara penjara yang wajahnya tampak tidak ceria; wajah setress dan dipress. Diantara mereka adalah napi yang bernama Luqman. Dia dihukum seumur hidup. Sebelum masuk Islam –20 tahun yang lalu - dia sering setress dan dipress, malah dia pernah mau bunuh diri. Tapi setelah dia masuk Islam, maka keadaan batinnya berubah. Kenapa? “Karena saya tahu akan apa tujuan (niat) hidup ini” Kata Luqman. “Untuk itu saya isi hidup ini dengan memperbanyak ibadah, manghafal Al-Qur’an dan memperdalam artinya; berdawah diantar napi; membantu mereka yang mau belajar Islam, dsb.” Jadi karena Luqman mempunyai niat atau tujuan hidup yang jelas, yaitu untuk mencapai keridhaan Allah, maka dia tidak merasa lagi bahwa dia dipenjara, dan dia malah lupa bahwa selamanya dia tidak akan keluar penjara sampai mati. Dia anggap bahwa dia telah ditugaskan oleh Allah untuk menyebarkan dawah didalam penjara, kalau dia sukses maka imbalannya Jannah (Surga). Dengan niat atau motive itulah maka dia tidak merasa bosan atau jenuh meskipun hidup dipenjara. IBNU TAYMIAH Contoh yang lain adalah sorang tokoh ulama dan penjuang besar “Ibnu Taymia” yang sering masuk keluar penjara, dan meninggal dipenjara. Dia pernah berkata setelah disiksa dipenjara: “Surgaku selalu berada didadaku. Kemanapun aku pergi, aku selalu membawanya. Apa sih yang bisa dilakukan oleh musuh-musuhku terhadapku? Jika mereka memenjarakanku, aku senang karena aku bisa bermunajat kapada Rabku denang tenang, jauh dari gangguan keluarga dan dunia. Kalau mereka mengusirku kenegeri nan jauh, akupun senang, karena dengan demikian aku dapat merantau dibumi Allah yang luas ini. Jika mereka membunuhku, akupun beruntung mendapatkan mati syahid dijalan Allah SWT. Allahu Akbar! Apa yang membuat Ibnu Taymiah begitu bahagia meskipun didalam penjara? Itulah kekuatan Iman yang dibarengi dengan niat dan motive yang kuat untuk mendapatkan ampunan dari Allah dan mencapai Syurga- Nya. Oleh karena itu beliau tidak pernah merasakan bosan selama dipenjara. Beliau isi waktu-waktunya selama disana dengan menulis. bukunya yang terkenal dan berjilid-jilid itu “Al-Fatawal Kubra”. Malah banyak sekali orang-orang Yahudi yang masuk Islam, dan orang-orang muslim yang sadar dan menjadi muslim yang sejati selama dia dipenjara. Oleh karena itu akhirnya beliau dipisahkan dari napi-napi yang lain. Beliau terus menulis, sampai akhirnya juga penanya diambil, karena buku-bukunya mempunyai dampak yang besar dalam masyarakat luas. KETABAHAN Apa yang membuat Imam Ahmad bin hambal tabah dan tetap dengan pendiriannya ketika beliau dicambuk 100X didalam penjara? Atau juga apa yang membuat Sumayah – perempuan pertama yang mati syahid- tetap dengan pendiriannya ketika diancam oleh Abu Jahal untuk dibunuh? Atau apa yang membuat Bilal tetap mengatakan “Ahad, Ahad, Ahad” ketika disiksa ditengah padanga pasir yang panas? Atau Ashabul Ukhdud yang dibakar dalam lubang hidup-hidup (Surat Alburuj), dimana tidak ada Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 16 satupun yang lari ketika api sudah menyala-nyala? Demikian juga dengan Asiah –istri Fir’aun- yang disiksa dengan diletakkan api dibawah kakinya, kedua tangannya diikat, dan punggungnya dicambuk. Apa yang membuat dia tidak berubah pendiriannya, malah dia senyum yang membuat Firaun geram (marah)? Jawabannya karena mereka mempunyai niat atau tujuan yang jelas dan tidak pernah sirna dari benak mereka, yaitu untuk mendapatkan ampunan Allah dan Syurga-Nya. CHAMPIONSHIP Dalam kehidupan olahraga sering kita lihat para atlet dengan tekun latihan, dan menjaga makanan, berat badan dsb. Meskipun selama itu kehidupannya serba diatur, dan harus betul-betul disiplin, tapi mereka tidak merasa bosan, malah mereka umumnya merasa senang dan penuh gairah. Kenapa? Karena mereka mempunyai niat atau tujuan yang jelas yaitu kesuksesan atau mendapatkan medali emas, atau championship. GHOFLAH (LALAI) Imam Ghadi Iyad berkata: “Penyebab (pokok) semua dosa adalah ghaflah (lalai) bahasa Ingrisnya Heedless atau careless. Maka Dr. Umar Shakar mengatakan “Niat dan tujuan adalah merupakan obat. Dia merupakan pasukan dan kekuatan yang dapat mendorong seseorang untuk bergairah dalam hidup. Yang membuat orang selalu sadar, siaga, dan waspada (alert, vigilant). MUTIARA DI DASAR LAUT Dahulu ada seorang raja mengumumkan bahwa barangsiapa yang bisa mebawa mutiara asli dari dasar laut, maka dia akan dikawinkan dengan putrinya yang cantik. Pada zaman itu sangat sulit untuk menyelam kedasar laut. Maka seorang anak muda, hamba Allah yang miskin tiap hari, pagi dan petang pergi kepantai untuk menghabiskan air laut dengan menyiduknya dengan ember. Dia tidak pernah bosan, atau merasa cape. Setelah sebulan lamanya dia berjuang untuk menghabiskan air laut. Rupanya ada sebuah ikan besar yang memperhatikan perjuangan anak muda itu. Maka dia muncul kepermukaan laut. Dengan izin Allah ikan itu ngomong. “Wahai anak muda! Mengapa engkau tiap hari menghamburkan air laut kepantai dengan ember itu? Karena aku ingin menghabiskan airnya agar bisa mengambil mutiara dari dasar laut.” Jawabnya. Maka ikan itupun langsung menyelam kedasar laut,mengambil mutiara dan dihantarkannya ke anak muda itu. Bukan main gembiranya anak muda itu, dan langsung dibawanya mutiara itu ke hadapan raja dan akhirnya kawin dengan putri raja. Apa yang membuat anak muda itu sukses? Karena dia tidak pernah ghaflah (lalai) dari tujuannya meskipun sebetulnya mustahil untuk bisa dicapainya kalau tidak karena pertolongan Allah melalui ikan tsb. Allah memberikan ma’unahNya (pertolongan-Nya) karena kegigihannya dan ketetapannya serta tekadnya untuk mencapai tujuannya. (Bersambung ke edisi berikutnya) ------------------------------------- Mentari Humor PARTAI JOMBLO INDONESIA Semboyan: “Jomblo itu pedih Jendral….!!!!” Partai ini sebenarnya sudah ada sejak jaman baheula, dikarenaken orang-orangnya yg sibuk mengejar karir, ataupun kalah sistem seleksi alam ataupun terkena dampak rolek (resiko orang jelek) delele. Kami memberi buketi bukan janji, soalnya janji lagi jalan-jalan, Bu Keti ajah yang ada dirumah. Kami PJI akan berusaha memperjuangkan aspirasi kawula muda yang rata-rata tersingkirkan oleh seleksi alam dalam mencari jodoh. Kami bukanlah produk orde baru maupun orde lama, kami memiliki grassroot yang sangat kuat, cuman kadang-kadang kepentok masalah dana pas tanggal tua. Kami siap berafiliasi dengan partai manapun sepanjang mereka tidak mengisolasi kaum jomblo yang mayoritas ini, kami tidak korupsi, sedikit kolusi cincay-cincay laaahh, dan yang pasti nepotisme, ... namanya juga usaha coy. Kami akan berusaha sekuat tenaga agar battle of sexes, standar ganda delele agar dihilangkan dari bagian pencarian pasangan, karena hal ini dapat menimbulkan ketidakpastian dan ketidak jelasan dalam suatu hubungan. Kami mencari dana dengan cara halal, tidak menjual diri, hanya kadang-kadang menggadaikan tape radio buat malem mingguan, jualan kaos biar bisa kencan berduaan dan kadang-kadang ngamen biar bisa beliin yayang kaos idaman. ? “Soeltan MZ” Pengobatan Alternatif Tradisional Pengobatan: Reumatik, Lever, Wasir, Batu Ginjal, Asam Urat Syaraf, Kencing Manis, Darah Tinggi, Dan Lain-Lain Call Sri Murtini / Mahjuddin 626.203.9454 or 323.559.1504 Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 17 Al Banna Banyak orang keberatan jika Islam diasumsikan tidak mengatur dunia politik. Alasan mereka, Islam bukan sekedar "ajaran langit" yang tidak menyentuh kehidupan riil umat manusia. Islam sebagai agama, tidak lengkap kalau tidak mengatur semua perkara umat manusia, sejak bangun tidur sampai kembali tidur. Karena Islam mengatur semua - -menurut pendekatan yang totalistik atas Islam ini-- maka tak boleh lain, politik juga tidak lepas dari pantauan Islam. Makanya, slogan yang dikembangkan --khususnya di kalangan revivalis Islam-- adalah ungkapan "Islam adalah agama dan negara" Dalam sejarah politik Islam modern, slogan itu merupakan sanggahan kaum revivalis Islam atas kuatnya arus sekularisasi politik di dunia Islam, lebih-lebih pascaambruknya sistem khilafah (sebetulnya kesultanan Turki Usmani) pada tahun 1924. Slogan "Islam adalah agama dan negara" lalu dengan lantang didengungkan pelbagai gerakan revivalis Islam, khususnya Al-Ikhwanul Muslimun dan Hizbut Tahrir. Lambat laun, slogan itu menjadi paradigma berpikir dan bertindak yang dominan di kalangan umat Islam, khususnya yang condong ke sayap politik. Pelbagai argumen mereka kemukakan untuk mendukung keabsahan paradigma tersebut. Umpamanya, sepanjang sejarah Islam, sejak zaman Rasulullah sampai zaman globalisasi, Islam tak pernah berhenti berpolitik. Bahkan, kelompok-kelompok Islam merupakan entitas politik tersendiri yang terus menerus diperhitungkan ketika berkuasa, dan ditakuti oleh rezim yang sedang berkuasa. Argumen mereka seakan menguatkan tesis Arkoun yang menyebut bahwa pada hakikatnya, dalam sejarah politik Islam juga berlangsung sebentuk "teokrasi yang lebih lunak" daripada praktik Eropa Zaman Pertengahan. Anehnya, sembari tak henti-henti menista praktik interaksi agama dan politik Eropa Zaman Pertengahan, beberapa kelompok Islam juga berharap agama memegang kekuasaan politik negara. Paradigma inilah yang masih menguasai nalar politik Islam sampai kini, baik mereka yang moderat maupun yang radikal. Untunglah belakangan muncul Gamal al-Banna --adik bungsu Hasan al-Banna, tokoh pendiri Al-Ikhwanul Muslimun-- yang berusaha mengkritisi dan menentang paradigma itu, sembari memperkenalkan paradigma baru soal hubungan agama dan politik. Melalui bukunya, Al- Islam Da’wa Ummah wa Laitsa Da’wa Daulah (2003), al- Banna secara tegas menentang paradigma Islam sebagai agama dan negara. Baginya, Islam bukan agama dan negara, tetapi agama dan ummah. Keduanya sangat berbeda, karena yang pertama lebih berorientasi politik dan kekuasaan, sementara yang kedua berorientasi kultural dan keumatan. Kajian al-Banna atas watak dasar kekuasaan politik -- tidak terkecuali kekuasaan politik Islam-- menyimpulkan bahwa politik dan kekuasaan negara pada dasarnya hanya mendistorsi agama. Bagi al-Banna, kekuasaan politik seperti negara, sedikit sekali membawa kemaslahatan agama dibanding kerusakan-kerusakan yang ditimbulkannya. Ketika masuk ke areal politik, agama hanya akan berfungsi sebagai legitimator kekuasaan dan akan bersifat sangat destruktif. Karena itu, al-Banna mengusulkan pentingnya penekanan orientasi kultural agama ketimbang orientasi politik dan kekuasaan. Slogan yang benar menurut al-Banna, bukan "Islam sebagai agama dan negara", tapi "Islam sebagai agama dan umat" (Sumber: Gatra.com). (IK) PANTUN POLITIK Buah delima buah kedongdong Biar nggak setuju terpaksa harus terima dong Buah kecapi buah duku Walaupun banyak partai Kita harus terus maju Katakanlah kau suka aku Katakanlah dengan rasa cintamu dan jangan katakan kalau partaiku bukan pilihanmu Caleg berkonflik untuk tereliminasi Capres berkonfilk untuk mendapat kursi Dan rakyat berkonflik untuk mencari nasi Mengapa semua harus terjadi Tayakanlah isi hati mu sendiri-sendiri Yang jelas inilah takdir Illahi ----------Mentari News--------- Mentari U.S. News! Dua Imam Masjid NY Ditangkap Perburuan AS terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai teroris terus berlanjut. Lagi-lagi, warga muslim yang jadi sasaran. Dicurigai teroris, dua lelaki ditangkap agen Biro Penyelidik Federal (FBI) di New York atas tuduhan pencucian uang (money laundering), pembelian rudal, dan juga berencana membunuh dubes Pakistan. Dua pria tersebut adalah Mohammed Mosharref Hossain, 49, pendiri Masjid As-Salaam di Albany, New York, dan Yassin Muhiddin Aref, 34, yang juga imam masjid. "Mereka ditangkap dalam penggerebekan malam hari di rumah dan Masjid As-Salaam," kata Wakil Jaksa Agung James Comey. Pejabat AS mengaku, penangkapan ini tidak terkait dengan meningkatnya ancaman teror dan kemungkinan serangan atas pusat-pusat keuangan di New York; Washington; dan Newark, New Jersey. Namun, sejumlah Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 18 kalangan menilai penangkapan itu aneh karena mereka dikaitkan dengan rencana pembunuhan atas dubes Pakistan. Sebelumnya, Pakistan telah menangkap dua tokoh senior Al Qaidah yang jadi pembuka awal informasi soal kemungkinan teror baru di AS. Berdasarkan dokumen pengadilan, Hossain dilaporkan telah setuju melakukan pencucian atas hasil penjualan rudal secara ilegal kepada informan pemerintah. Hossain adalah warga AS dan memiliki restauran pizza. Dia meminta Aref jadi saksi dalam transaksi jual-beli senjata tersebut. Kepada Hossain dan Aref, informan tersebut mengaku bahwa dia bekerja dengan Jaish-e-Mohammed, kelompok militan di Pakistan. "Informan itu bilang rudal tadi akan digunakan untuk membunuh dubes Pakistan," bunyi pernyataan tertulis agen FBI. Dua pria tersebut langsung dituduh menyembunyikan materi pendukung terorisme dan ikut serta dalam kerja sama pencucian uang. Bila terbukti, mereka diancam 70 tahun penjara. "Ini bukan kasus terhebat abad ini," ujar Comey. Dikatakannya, keduanya tak merencanakan kekerasan teroris. "Tapi, kasus ini penting. Kami berharap bisa kirimkan pesan ke seluruh dunia soal mereka yang coba menyakiti rakyat di negeri ini," tambah Comey dalam jumpa pers di Washington. Dalam pernyataan tertulis FBI, si informan itu menawarkan uang kepada Hossain - yang sebelumnya juga mengaku butuh pinjaman- sebagai ganti pencucian uang hasil penjualan rudal. FBI menyatakan telah menyelidiki mereka musim panas 2003. FBI memonitor pembicaraan antara informan tanpa identitas itu (warga non-AS yang mengaku salah dalam kasus pemalsuan dokumen) dengan dua pria tadi. "Informan ini mau bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengurangi vonis hukuman yang dijatuhkan kepadanya," bunyi dokumen pengadilan. Kasus penangkapan ini, menunjukkan bahwa umat Islam di Amerika Serikat hidup dalam situasi yang cukup sensitif, sehingga mereka harus lebih hati-hati dalam bertindak dan tidak menyimpang dari tuntunan agama. "Kita memang berada dalam situasi yang cukup sensitif, jadi harus bisa membawa diri dan jangan sampai terjebak pada kegiatan yang membawa mudharat," kata Imam Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam New York, Shamsi Ali. Kewaspadaan tersebut sangat diperlukan karena umat Islam di AS saat ini telah menjadi sorotan. Apalagi dengan adanya kasus di Albany dan peningkatan status siaga di New York, Washington dan New Jersey. "Oleh sebab itu kita harus tetap mengikuti aturan yang ada," katanya. Shamsi Ali sendiri mengaku tidak kenal dengan Yassin Aref dan Mohamaad Hossain, imam dan pendiri masjid As- Salam di kota yang berjarak 200 kilometer barat laut New York City itu, berkaitan dengan kasus pencucian uang dan upaya membantu teroris dalam pembelian rudal. Namun, Shamsi juga menyatakan cukup terkejut mendengar kabar penangkapan tokoh agama yang berasal dari Bangladesh tersebut. "Karena selama ini tidak pernah terdengar keterlibatan komunitas Bangladesh dalam kasus terorisme," tambahnya. "Kami sendiri tetap berpegang pada praduga tidak bersalah, dan kalau pun dari hasil pemerikaaan oleh aparat hukum AS ternyata mereka terbukti bersalah, keterlibatan mereka bersifat individual, bukan mewakili umat Islam," kata Shamsi. Menurut Shamsi, Amerika Serikat adalah lahan yang subur bagi umat Islam untuk melakukan dakwah. "Jadi, kami tidak ingin upaya dakwah ini dirusak oleh tindakan yang menyimpang dari ajaran Islam itu sendiri," tambahnya. (Dikutip dari berbagai sumber). (IK) ----------Mentari News--------- Mentari Soccer! Pada tanggal 17 Juli sampai dengan 7 Agustus 2004 lalu telah digelar turnamen sepakbola AFC Asian Cup 2004 yang merupakan turnamen paling bergengsi untuk kawasan Asia di China. AFC Asian Cup 2004 terdiri dari 4 grup. Grup A: Bahrain, China, Indonesia dan Qatar, grup B: Yordania, Korea, Kuwait dan Uni Emirat Arab, grup C: Irak, Arab Saudi, Turkmenistan dan Uzbekistan, grup D: Iran, Jepang, Oman dan Thailand. Jepang membuktikan dirinya sebagai tim terkuat di Asia mengalahkan China pada pertarungan final dengan skor telak 3-1. Indonesia sendiri walaupun gagal lolos ke putaran kedua namun telah menorehkan prestasi lumayan dengan kemenangan atas Qatar 2-1. Hendro Kartiko terpilih sebagai Man of The Match pada pertandingan yang telah membuat heboh tim-tim lain karena Indonesia dianggap sebagai tim paling lemah mampu mengalahkan Qatar. Sayangnya Indonesia kalah dalam dua pertandingan berikutnya melawan tuan rumah China dan Bahrain. Bagi Indonesia yang bisa lolos babak penyisihan kemudian bertarung di China adalah untuk keempat kalinya sejak pertama kalinya mampu lolos babak penyisihan pada tahun 1996. Prestasi yang patut diacungi jempol. Sebab tidak mudah untuk bisa ikut berlaga di putaran final Kejuaraan Asia. Kemenangan atas Qatar merupakan prestasi tersendiri paling tidak Indonesia boleh sedikit berbangga dibanding tim-tim dari kawasan Asia Tenggara lainnya seperti Thailand yang selalu kalah di China dan Malaysia atau Singapura yang bahkan belum pernah bisa berlaga di putaran final kejuaraan Asia. Dengan hasilnya itu membuat peringkat Indonesia naik ke urutan 91 dunia dari posisi 96 sebelum kejuaraan berlangsung. (Berita dikutip dari beragam sumber). Suryo Boediono, Pittsburg Koresponden MT Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 19 Jadwal Waktu Shalat Daerah Los Angeles dan Sekitarnya Date Day Fajr Sunrise Zuhur Ashar Maghrib Isya 8/17 Tue 4:47 6:17 12:57 4:39 7:40 9:08 18 Wed 4:48 6:18 12:57 4:38 7:39 9:06 19 Thu 4:49 6:18 12:57 4:38 7:38 9:05 20 Fri 4:50 6:19 12:57 4:37 7:37 9:03 21 Sat 4:51 6:20 12:57 4:37 7:36 9:02 22 Sun 4:52 6:21 12:56 4:36 7:34 9:00 23 Mon 4:53 6:21 12:56 4:36 7:33 8:59 24 Tue 4:53 6:22 12:56 4:35 7:32 8:57 25 Wed 4:54 6:23 12:55 4:34 7:31 8:56 26 Thu 4:55 6:23 12:55 4:34 7:29 8:54 27 Fri 4:56 6:24 12:55 4:33 7:28 8:53 28 Sat 4:57 6:25 12:55 4:33 7:27 8:51 29 Sun 4:58 6:25 12:54 4:32 7:26 8:50 30 Mon 4:59 6:26 12:54 4:31 7:24 8:48 31 Tue 5:00 6:27 12:54 4:31 7:23 8:47 9/1 Wed 5:01 6:28 12:53 4:30 7:22 8:45 2 Thu 5:02 6:28 12:53 4:29 7:20 8:43 3 Fri 5:03 6:29 12:53 4:29 7:19 8:42 4 Sat 5:04 6:30 12:52 4:28 7:18 8:40 5 Sun 5:04 6:30 12:52 4:27 7:16 8:39 6 Mon 5:05 6:31 12:52 4:26 7:15 8:37 7 Tue 5:06 6:32 12:51 4:26 7:13 8:36 8 Wed 5:07 6:32 12:51 4:25 7:12 8:34 9 Thu 5:08 6:33 12:51 4:24 7:11 8:33 10 Fri 5:09 6:34 12:50 4:23 7:09 8:31 11 Sat 5:10 6:34 12:50 4:22 7:08 8:30 12 Sun 5:10 6:35 12:50 4:22 7:07 8:28 13 Mon 5:11 6:36 12:49 4:21 7:05 8:26 14 Tue 5:12 6:36 12:49 4:20 7:04 8:25 15 Wed 5:13 6:37 12:49 4:19 7:02 8:23 16 Thu 5:14 6:38 12:48 4:18 7:01 8:22 Foto –Foto Pesantren Kilat, Los Angeles, July 31 – Agustus 1 2004 Buletin Mentari Timur: Edisi Agustus 2004 20 Kisah Nasrudin Konon, Nasrudin adalah seorang sufi yang hidup di Anatolia, Turkey pada abad-abad kekhalifahan Islam hingga penaklukan Bangsa Mongol. Beliau terkenal sebagai orang berilmu tinggi, cerdas, arif dan kecerdikannya tak tertandingi. Penampilan Nasrudin sangat sederhana dan bahkan cenderung "nyleneh". karena ketinggian ilmunya Nasrudin dipanggil Mullah (sepadan dengan Kyai). Nasrudin turut mengalami pendudukan Bangsa Mongol di bawah panglima Timur Lenk yang kejam. Timur Lenk banyak sekali melakukan penghancuran kebudayaan, tetapi dengan berbagai kecerdikan, Nasrudin dapat melewati masa ini. Konon, antara lain berkat pengaruh Nasrudin pula lah akhirnya Timur Lenk meninggalkan tanah air Nasrudin, meneruskan pengembaraan barbarnya. Dalam kisah Nasrudin ini banyak diajarakan kearifan. Kisah Nasrudin ini diwariskan turun temurun sehingga tidak jelas siapa pengarangya. Dalam buletin ini akan dimuat kisah Nasrudin secara berseri. Selamat menikmati. (SUD) === NASIB DAN ASUMSI Suatu hari murid Nasrudin bertanya kepada beliau. "Apa artinya nasib, Mullah ?" "Asumsi-asumsi.", jawab Nasrudin. "Bagaimana ?", tanya murid lagi. "Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Nah itu yang disebut nasib buruk. Atau, engkau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya. Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi, kemudian engkau kehilangan intuisi atas apa yang akan terjadi, dan akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Ketika engkau terperangkap di dalamnya, maka engkau namakan itu nasib”, jawab Nasrudin lagi. Catatan: Timur Lenk adalah panglima perang Mongol ketika Otoman dikalahkan bangsa Mongol. ========================================== Pengiriman Ke Rumah Anda… Dengan mengganti ongkos kirim sebesar $12/ tahun, Anda bisa memiliki Buletin Mentari Timur langsung ke rumah Anda. Harap kirim cek ke Indonesia Muslim Foundation dengan jumlah tertera di atas ke alamat buletin. Redaksi Buletin dan Kotak Saran Penanggung jawab: Dwirana Satyavat Penasehat: Zainuril Muflih Pemimpin Redaksi: Mohamad Setiawan Kepala Editor: Ari Firmandi Editor: Sudarmadji Iwan Kurniawan Materi Keislaman: Farhat Ambadar Publikasi/Iklan: Margono Wiryadimejo Dokumentasi Foto: Anto Supriyanto Koresponden: Suryo Boediono (Pittsburg) Segala saran dan masukan baik berupa komentar maupun artikel menarik bagi redaksi Buletin akan kami terima dengan senang hati ke email: inputbuletin@att.net, atau alamat: Redaksi Mentari Timur, PO Box 76747, Los Angeles, CA 90076-7365 Pemasangan Iklan dan Bantuan bagi Pengganti Ongkos Cetak Bagi pihak-pihak yang menginginkan untuk memperkenalkan usahanya maupun produk yang dihasilkan pada buletin ini, kami dengan sangat berterima-kasih menerimanya dengan mencantumkan nama perusahaan atau individu beserta jenis usaha/produk yang dihasilkan dalam bentuk ilklan terbatas. Biaya yang diterima akan kami pergunakan untuk mengganti ongkos cetak yang berjumlah kurang lebih 300 kopi per edisi. Untuk informasi lebih lanjut harap menghubungi. Margono Wiryadimejo di margono98@hotmail.com atau telepon (213) 387-3227. Selain itu kami juga membuka lebar-lebar uluran tangan dari para pembaca sekalian untuk dengan sukarela menyumbang dalam bentuk uang bagi sekedar pengganti ongkos biaya bagi keperluan pembuatan buletin ini. Terima kasih, Redaksi Buletin